Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
306


__ADS_3

Sementara itu di hotel tampak Rumi baru saja bangun dari tidurnya dia melihat sekelilingnya tak ada tanda-tanda keberadaan Doni lalu dia mengingat paman Alan sontak Rumi langsung mencari ponsel miliknya


Mata Rumi terbelalak membaca setiap deretan pesan yang ada di ponselnya dengan cepat berusaha untuk menelepon Paman Alan untuk mengatakan bahwa semalam dia terjebak sehingga tanpa sengaja meminum obat tidur yang di campur di anggur tapi sepertinya ponsel paman alan tak aktif membuat Rumi kelabakan bahkan dia tak menyadari bahwa Doni tak ada di kamar bersamanya


Sementara itu Doni sedang terlelap bersama seorang wanita cantik di sebuah apartemen


Doni terbang lalu melihat jam di pergelangan tangannya membuatnya sangat terkejut, Doni bergegas bangun lalu merapikan penampilannya untuk kembali ke hotel


Rumi langsung menuju kamar hotel paman Alan dan ibu Fera tampak Rumi langsung mengetuk pintu kamar tersebut membuta paman Alan yang sedang terlelap terbangun siapa sih pagi-pagi sudah menganggu." ucap paman Alan lalu bangkit dan membuka pintu dia menatap Rumi dengan tatapan yang sulit di artikan


"Ayah aku ingin berbicara dengan ayah." ucap Rumi paman Alan melihat sekelilingnya takutnya ada yang melihat dia dan Rumi


"Baik masuklah dan ingat jangan berisik Fera masih tidur." ucap paman Alan membuta Rumi tersenyum puas lalu masuk ke dalam

__ADS_1


Sementara itu mama Lilis yang tak sengaja lewat hendak sarapan tapi dia ingin mengajak Fera tapi saat dia mencoba menghubungi Fera tak ada jawaban jadi mama Lilis memutuskan untuk ke kamar paman Alan dan ibu Fera


"Ada apa dengan Alan sepertinya dia tak malu bertelanjang di depan putri angkatnya dan kenapa juga Rumi ke kamar orang tua angkatnya sepagi ini apa ada hubungannya dengan Doni." pikir mama Lilis Karena dia menyangka ibu Fera sudah bangun dan di ruangan hotel tersebut mereka bertiga dia tak pernah berpikir bahwa Alan dan Rumi punya hubungan khusus walaupun dulu sempat curiga tapi mama Lilis menepis semua pemikiran itu melihat Rumi adalah gadis sopan yang baik


Mama Lilis langsung menelepon Doni menanyakan keberadaannya


"Kau di mana." tanya mama Lilis


"Sudah kau tak usah berbohong lagi kau pasti sedang bersama perempuan murahan itu apa yang kau lakukan apa kau tidak tau Rumi pagi-pagi ke kamar orangtuanya mungkin saja di akan mengatakan kepada orangtuanya kau tidak pulang semalam." ucap mama Lilis


"Aku sudah di jalan menuju pulang aku akan menjelaskan padanya." ucap Doni lalu memutuskan panggilan telepon sepihak


Dasar anak bodoh apa Tidka bisa dia menunggu sampai Ki a semua kembali ke rumah utama, apakah dia tidak puas dengan Rumi." ucap mama Lilis melanjutkan langkahnya menuju restoran dia memilih pergi makan sendiri karena tak ingin mengganggu percakapan Rumi dan kedua orangtuanya biar Doni saja nanti yang menyelesaikannya

__ADS_1


Sementara itu di dalam kamar tampak paman Alan dan Rumi sudah berada di dalam, "sayang maafkan aku sungguh aku bukan sengaja tapi aku salah meminum anggur membuat aku tertidur lelap." ucap Rumi dengan wajah iba


"kau jangan bohong kau menikmati setiap sentuhan Doni apalagi dia muda dan tampan pasti permainannya lebih baik dariku." ucap paman Alan dengan hati kesal


"Tidak sayang dia hanya seorang murid sedangkan kau adalah gurunya jelas permainanmu lebih hebat bahkan aku tak memakai dalam saat kemari." ucap Rumi menggoda paman Alan


"Benarkah apa kau serius dengan ucapan mu." tanya Paman alan


"Benar aku ingin bercinta saat ini juga tapi aku takut Tante Fera terbangun." ucap Rumi


Tunggu aku akan segera kembali ucap paman Alan lalu masuk ke dalam kamar entah apa yang dia lakukan pada ibu Fera tapi dia keluar dengan senyuman mesum yang bahagia.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2