Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
221


__ADS_3

Sementara itu Oma dan ibu Stuart yang sudah kembali ke kediaman utama tampak kesal karena mendengar perkataan tante fera yang seolah-olah memandang rendah pada stuart yang di kenal tak menyukai wanita


"Ibu tahu aku ingin sekali menjambak rambutnya dan memukul mulut si Fera itu dia pikir aku benar-benar ingin agar putri angkatnya menikah dengan stuart aku hanya basa-basi saja mengingat bahwa ayah pernah mengatakan bahwa jika Paman alam memiliki seorang putri dia ingin menjodohkannya dengan stuart." ucap ibu Stuart dengan kesal


"Kau tak perlu marah pada fera dia memang mulutnya seperti ember yang kosong suka berkata-kata yang buruk sebaiknya kita pikirkan apa yang akan kita lakukan setelah ini bagaimana kalau kita ke apartemen milik Stuart di saat dia sedang di kantor agar kita bisa mengecek apa yang disembunyikan di apartemen miliknya tersebut." ucap Oma


Ibu Stuart terdiam sejenak mendengar ide ibu mertuanya "apa ibu yakin bahwa stuart menyembunyikan sesuatu yang berharga." tanya ibu Stuart


"Tentu saja, tidak biasanya anak itu pergi dari kediamannya berbulan-bulan dan tinggal di salah satu apartemen miliknya apa kau pikir itu hal biasa." ucap oma

__ADS_1


"Ibu benar memang sifat Stuart beberapa bulan ini sangat berubah drastis apalagi dia jarang sekali menengok kita dan selalu memberi kabar melalui sambungan telepon ucap." ibu Stuart


"Justru karena itu yang membuat Ibu sangat curiga apalagi tadi Bima sepertinya menyembunyikan sesuatu membuat Ibu semakin penasaran saja." ucap Oma


"Jadi kapan kita akan ke apartemen milik square yang alamatnya baru saja diberikan oleh Bima tadi." tanya ibu Stuart


Sementara itu di apartemen milik Stuart tampak kikan, Stuart dan profesor Abdullah sedang bercengkrama di dalam ruang kerja milik Stuart


"Ayah senang karena setelah mendengar semua kisah tentang keluarga Ayah dan ibumu Kau tampak baik-baik saja Ayah sempat khawatir dengan kondisimu apalagi saat ini kau sedang mengandung." ucap profesor Abdullah

__ADS_1


"Ayah tenang saja aku memang kemarin sempat syok karena mendengar hal tersebut tapi aku sudah bisa menerima apa sebenarnya yang terjadi sehingga keluarga kita menjadi seperti ini." ucap kikan


"Syukurlah Ayah kira kau akan kembali jatuh pingsan apalagi mendengar bahwa ibumu kehilangan nya hanya karena untuk melindungi dirimu tapi ayah bersyukur kau mengerti bahwa ibumu sangat mencintai dirimu sehingga dia rela mengorbankan nyawanya demi agar kau bisa hidup sampai saat ini." ucap profesor Abdullah


"Iya Ayah aku mengerti apa maksud dari perkataan ayah baiklah sebaiknya kita keluar untuk makan siang aku yakin pasti Edi sudah kelaparan di luar sana." ucap profesor Abdullah sambil cengengesan mengingat anak angkatnya yang dari tadi pagi belum makan apapun


Sementara itu asisten Edi yang sudah berada di meja makan tampak menelan silvanya saat melihat berbagai hidangan yang ada di atas meja matanya terus melihat ke ruang kerja dan kemudian melihat menu yang di atas meja lagi dia tak pernah menghentikan kegiatannya sampai akhirnya pintu ruang kerja suap terbuka membuat asisten Edi menatap sambil tersenyum cerah karena dia sangat kelaparan.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2