
Dewi mengikuti mobil milik komandan dia ingin mengetahui kemana tujuan komandan bersama wanita tersebut dengan membawa sebuah koper yang cukup besar, di dalam mobil komandan hanya tersenyum sinis melihat ke arah spion, dokter intan yang tak sengaja melihat senyuman sini komandan sambil tersenyum sinis membuat intan tersinggung karena berpikir komandan meledeknya "Jika kau tak ingin menjemput ku Kenapa kau tak mengatakannya aku bisa ke sana sendirian." ucap intan
Komandan yang tadinya memperhatikan kaca spion langi mengalihkan pandangannya ke arah dokter intan, "apa sebenarnya yang kau bicarakan Aku tidak mengerti Apakah aku mengatakan sesuatu pagi ini aku rasa tidak." ucap komandan tak ingin berdebat dengan calon pacar bayarannya
Intan menatap aneh pada komandan "tumben kau berkata-kata seperti orang normal biasanya kau akan menyebutku Mak Lampir atau sebagainya." tanya dokter intan
"Sebaiknya kita akhiri semua permusuhan kita sebaiknya kita berdamai saja aku sudah tak ingin ribut lagi denganmu." ucap komandan
"Ada apa denganmu kemarin kemarin kau masih berusaha bertengkar denganku tapi hari ini kau tiba-tiba menawarkan perdamaian Apakah kau ingin balas dendam dengan cara keji sehingga kau berkata-kata seperti itu." tanya dokter intan sambil menyilangkan tangannya ke dadanya sambil mentap tajam komandan
Komandan menembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah dokter intan "Aku bukan pria seperti itu Aku hanya sedang malas untuk berdebat atau bertengkar saat ini jadi sebaiknya kau terima perdamaian dariku." ucap komandan
__ADS_1
"Kau sedang ingin berdamai atau sedang mengancamku bisa-bisanya kau mengatakan hal seperti itu Kau pikir aku senang bertengkar dengan seseorang sepertimu yang bermulut tajam dan tak punya sopan santun." ucap dokter intan
Tak Ada jawaban dari komandan karena mobil yang mereka tumpangi sudah berada tepat di depan pintu gerbang keluarga oke penjaga langsung membuka pintu untuk mempersilahkan mobil tersebut untuk masuk sementara itu mobil milik Dewi tampak berhenti agak jauh sambil terus mengamati komandan yang masuk ke kediaman keluarga huges "sial Apakah wanita itu adalah pilihan kakeknya dia bahkan sudah membawanya ke rumah keluarga huges itu berarti dia sangat serius dengan hubungan ini, Aku sudah lama mencintainya bahkan aku sengaja mendekati sahabatnya agar aku bisa selalu dekat dengannya aku tak akan menyerah Aku harus mengetahui siapa sebenarnya wanita itu Apa hubungan mereka jika memang mereka dijodohkan aku akan mencari cara agar mereka berpisah." ucap dewi sambil terus menatap kediaman keluarga huges
Sementara itu di dalam kediaman keluarga huges tampak semua orang sudah berkumpul dengan barang bawaan masing-masing, semua sudah siap Mereka pun keluar dan masuk ke dalam mobil masing-masing tampak tua yang terus menemani istrinya begitupun Darmanto yang terus berada di dekat Yuli sedangkan Bima tampak sedikit kesal dengan hadiah karena Nadia tak suka berdekatan dengannya lebih memilih untuk naik di mobil sang ayah
Bima pun naik satu mobil dengan Oma Ada apa Kenapa kau marah-marah sepagi ini, "tapi tunggu sebentar Kenapa kau naik mobil dengan Oma bukannya kau seharusnya naik mobil dengan pasanganmu Nadia ke mana istrimu." tanya Oma
Oma langsung menutup mulutnya kemudian menatap dalam ke arah Bima "Apa kau yakin istrimu benci pada bau parfum dan tidak suka saat melihat dirimu berada di sekitarnya." tanya Oma untuk memastikan
"Iya Oma entah setan apa yang merasukinya sehingga dia begitu jengkel melihatku padahal dulu dia begitu mencintaiku dan tak ingin berpisah denganku barang sedetik pun." ucap Bima
__ADS_1
"Astaga nak Oma sangat bahagia mendengarnya." ucap Oma kegirangan, "aku pikir setelah Oma mendengar curhatanku Maka oma akan merasa sedih melihat cucu Oma yang sudah tak punya harga diri lagi di depan istrinya aku sudah terzolimi Oma oleh istriku sendiri." ucap Bima
"Diam kau pria bodoh kau seharusnya bersyukur bukannya sedih, aku yakin kita akan mendengar kabar baik sebentar lagi, anggap saja itu sebuah permulaan yang pasti begitu sampai ke sana kita harus memeriksa Nadia." ucap Oma
"Ya seharusnya Oma memang menyuruhnya untuk memeriksa kejiwaannya siapa tahu saja tiba-tiba dia menjadi gila atau Oma harus membawanya ke Pak ustadz untuk di ruqyah
" ucap Bima seenaknya
"Diam kau bodoh kau ini kau akan bahagia kalau memang hasil pemeriksaan sesuai dengan prediksi Oma jadi simpan omong kosong mu dan Ayo jalankan mobilnya." ucap Oma
Bima hanya bisa menuruti keinginan Omanya untuk membawa kendaraan apalagi kendaraan yang lain sudah keluar dari pintu gerbang.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya