
Di ruangan stuart setelah menuntaskan kesepakatan mereka bertiga ketiga orang tak ada akhlak tersebut langsung keluar dari ruangan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing karena sebentar lagi dia makan siang
Sementara itu komandan langsung bergegas menuju kamar dokter intan untuk memeriksa kepadanya tapi saat akan membuka pintu, pintunya ternyata terkunci dari dalam membuat membuat komandan menautkan alisnya "apa dia dia baik-baik saja di dalam atau dia terlalu takut sehingga menutupi pintu." pikir komandan, komandan mengetuk pintu kamar dokter intan tapi tak ada reaksi membuat komandan khawatir, komandan lalu berbalik dan mencari kepala pelayan untuk meminta kunci cadangan kamar dokter intan, mana yang sudah berada di dapur melihat seorang pria yang sedang mengarahkan para pelayan untuk menyiapkan makan siang, kedatangan komandan membuat kepala pelayan langsung memberi hormat "Apakah ada sesuatu yang bisa aku bantu tuan." tanya kepada pelayan
"Aku meminta kunci kamar dokter intan sepertinya terjadi sesuatu padanya sehingga dia Tak Mendengar saat aku panggil." ucap komandan
Kepala pelayan menatap komandan dengan tetapan yang sulit diartikan "tapi Tuan Aku baru saja mengantarkan air minum ke kamar dokter intan dan dia baik-baik saja." ucap kepada pelayan
"Benarkah Apa kau yakin dia baik-baik saja tapi aku tidak yakin dia baik-baik saja mungkin kau memberikan air tersebut sudah 30 menit yang lalu dan saat ini dokter intan pasti sedang dalam keadaan kurang baik kau tak tau apa yang dia lalu." ucap komandan penuh keyakinan
"Aku belum ada 1 menit kembali dari kamar dokter intan mungkin saja dia sedang berada di dalam kamar mandi saat Anda mengetuk pintu." ucap kepala pelayan
"Kalau begitu mari kau ikut denganku Aku ingin lihat apakah ucapan benar apa tidak aku tak ingin membuang-buang waktu lebih lama aku takut terjadi sesuatu pada dokter intan." ucap komandan sambil mengajak kepala pelayan berjalan menuju kamar dokter intan
Sementara itu Dewi yang sangat terpukul dengan apa yang terjadi sedang melajukan mobilnya menuju sebuah bangunan mewah klasik tampak seorang penjaga membuka pintu gerbang, mobil Dewi masuk langsung memarkirkan mobilnya lalu keluar dan masuk ke dalam rumah tanpa berkata apapun membuat sang kakek yang berada di ruang Santai langsung menautkan kedua alisnya melihat tingkah cucunya yang tak biasa, yang sudah berada di kamarnya langsung membanting beberapa foto dan juga barang-barang membuat suara yang cukup keras di dalam kamar bahkan suaranya sampai terdengar di luar membuat sang kakek langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar Dewi "Sayang ada apa apa yang terjadi buka pintu mu." ucap kakek Dewi sambil mengetuk pintu dan berusaha membukanya pasalnya intan mengunci pintu dari dalam
__ADS_1
"Pergi aku tidak mau di ganggu semua ini adalah kesalahan kalian semua." ucap Dewi dari dalam kamar
"Buka dulu pintunya dan kita bicara baik-baik kaki akan melakukan apapun untuk mu jadi kakek mohon buka pintunya, kakek tidak tau apa yang membuatmu menjadi seperti ini." ucap kakek Dewi
"Ini kesalahan kakek kalau saja kakek tak menyembunyikan bahwa yang menyebabkan kecelakaan kedua orang tua komandan adalah kedua orang tuaku Aku pasti sudah bersama komandan bukan wanita itu." ucap Dewi
"Oh jadi semua ini karena komandan sayang Kakek bisa membantumu untuk mendapatkan komandan tapi kakek mohon bukalah dulu pintumu biar Kakek bisa berbicara denganmu." ucap kakek merayu Dewi
"Benarkah Kakek bisa membuatku memiliki komandan." tanya Dewi
"Sayang tidak ada gunanya kau bersedih dan menangis seperti ini kakek punya cara agar komandan menikahimu kan beberapa hari lagi akan ada pesta di kediaman kakek Stuart yaitu acara makan malam bersama kita bisa menggunakan kesempatan tersebut untuk membuat komandan menjadi milikmu Bagaimana menurutimu." tanya kakek Dewi
Dewi nampak berpikir sesaat kemudian mengangguk setuju mendengar perkataan sang kakek "aku tak peduli cara apa yang kakek lakukan aku hanya menginginkan, dan menjadi milikku." ucap Dewi sambil tersenyum
"Anak pintar sekarang biarkan pelayan membantumu untuk membersihkan kamarmu setelah itu beristirahatlah kakek akan pergi ke ruang kerja dulu." ucap kakek Dewi mengecup kening cucunya lalu keluar dari kamar beberapa pelayan langsung masuk untuk membersihkan kamar Dewi
__ADS_1
Sementara itu di perusahaan setor tampak sang asisten sedang mengumpulkan informasi tentang kakek tua yang akan ke kota A dan tentang foto Darmanto saat menjadi seorang wanita yang sudah berada di tangan kakek tersebut, sementara itu asisten Bima yang baru saja datang untuk bertemu Asisten stuart tampak membawa beberapa berkas di tangannya sepertinya dia sedang di tugaskan"Ada apa Kau datang di sini dengan berkas-berkas yang ada di tanganmu." tanya Asisten stuart, asisten Bima tersenyum penuh arti bolehkah aku ikut bersamamu ke markas besok ." tanya asisten Bima, untuk apa kau ikut denganku ke markas Kenapa tidak kau pergi sendiri saja kau kan memiliki kendaraan juga tidak aku tak ingin pergi ke markas denganmu sekarang keluar dari ruanganku." ucap asisten stuart
"Kenapa kau jadi kejam sekali aku kan hanya ingin ikut mobilmu lagi pula kau kan hanya pergi sendiri kan lebih baik kita pergi berdua agar kau punya teman di perjalanan." ucap asisten Bima beralasan
Asisten stuart menghembuskan nafasnya lalu melihat ke arah asisten Bima "ini adalah terakhir kalinya kau naik ke mobilku jika sampai kau melakukannya lagi aku bukan mengantarmu ke markas tapi aku akan mengantarmu ke alam baka." ucap asisten stuart lalu melanjutkan pekerjaannya, membuat asisten Bima hanya tersenyum simpul mengira bahwa perkataan asisten stuart adalah lelucon
"Terima kasih aku akan kembali ke ruangan ku." ucap asisten Bima lalu keluar dari ruangan asisten stuart
Kini komandan dan kepala pelayan sudah berada di depan pintu kamar dokter intan tanpa komandan mulai mengetuk pintu dan memanggil nama dokter intan tapi tak ada jawaban dari dalam kamar, "lihat apa yang aku katakan Dia tidak merespon tidak mungkin kan dia mandi selama ini." ucap komandan
"Mungkin saja dokter intan sedang berendam Tuan sehingga memakan waktu lama berada dalam kamar mandi." ucap kepala pelayan
"Kau berbicara banyak cepat berikan kuncinya atau aku akan membuatmu tinggal nama." ucap komandan dengan kesal
Komandan memasukkan kunci cadangan yang diberikan oleh kepala pelayan lalu membukanya Tapi saat dia akan masuk matanya tak sengaja melihat dokter intan yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk pendek begitu juga kepala pelayan sontak saja komandan langsung menutup mata kepala pelayan dokter intan langsung berteriak membuat komandan langsung mundur dengan masih menutup mata kepala pelayan lalu menutup pintu.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya