Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
214


__ADS_3

"Apa kau tak menemukan informasi apapun tentang apa yang dia kerjakan saat ini tapi katamu juga ada benarnya sudah beberapa bulan ini stuart hanya berkomunikasi dengan kami melalui sambungan telepon selebihnya dia hanya datang sesekali pada Kami entah apa yang dirahasiakan oleh anak ini aku juga mencari informasi di kediaman miliknya tapi kepala pelayan mengatakan bahwa dia belum pernah kembali ke kediamannya beberapa bulan ini." ucap Oma


"Benarkah tumben sekali stuart seperti itu sebaiknya ibu dan dirimu sayang mengecek keberadaan stuart kalau perlu panggil Bima dia adalah orang yang mengetahui semua apa yang dikerjakan oleh stuart ucap ayah Leo


"Baiklah sayang aku akan menghubungi Bima nanti agar dia bisa datang menemui kami." ucap ibu stuart


Setelah sarapan bersama ayah Stuart bergegas untuk berangkat ke perusahaannya sementara itu Oma dan juga Ibu tua langsung bangkit berjalan ke kebun belakang entah apa yang akan mereka bicarakan tetapi sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu


Sementara itu di apartemen milik mereka selesai sudah selesai sarapan ini mereka masuk semua masuk ke dalam ruang kerja untuk lanjut bercerita

__ADS_1


Kini mereka semua sudah duduk saling berhadapan tapi saat Bima hendak duduk ponselnya tiba-tiba berdering membuat Bima langsung mengambil ponselnya tampak wajahnya penuh kebingungan saat melihat panggilan telepon tersebut


Bima langsung ijin keluar untuk mengakat telepon tampak Bima berkali-kali mengubah ekspresi wajahnya saat berbicara di telepon setelah beberapa menit panggilan telepon di tutup oleh Bima


Setelah selesai menerima telepon Bima kembali masuk ke dalam ruang kerja stuart Bima mendekat ke arah stuart lalu membisikan sesuatu pada stuart membuat stuart mengaguk


"Maaf tuan Abdullah aku harus ijin pergi terlebih dahulu ada sesuatu yang harus aku kerjakan." ucap Bima


"Sayang apa kau yakin ingin mendengar semuanya tentang kematian ibumu dan apa yang terjadi." tanya profesor Abdullah

__ADS_1


Kikan langsung mengangguk mengiyakan dia memang sudah tak sabar mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi sehingga ibunya kehilangan nyawa


"Baiklah kalau memang itu yang kau inginkan tapi ayah minta kau berjanji pada ayah jika sampai kau tak sanggup mendengar semua yang ayah katakan kau haru bicara karena jika sampai ayah bercerita dan kau tak sadarkan diri lagi maka ayah tak akan lagi melanjutkan cerita ayah hingga kau melahirkan." ucap profesor Abdullah


"Aku berjanji jika memang aku tak sanggup mendengarkan semua cerita Ayah maka aku akan menghentikan Ayah untuk bercerita." ucap kikan


"Kau sudah mendengar semua yang ayah katakan tentang ibumu yang telah dibunuh oleh adik angkatnya sendiri karena ibumu tak mau memberikan obat yang dia inginkan kepadanya sebenarnya ibu melakukan semua itu hanya untuk melindungimu karena obat tersebut sudah mengalir ke dalam tubuhmu dan bersatu dengan darahmu sehingga ibumu merasa takut jika suatu saat nanti ada orang jahat yang mengetahui bahwa ternyata darahmu adalah penawar dan penyembuh sehingga ibumu mengorbankan nyawanya untuk dirimu agar tak ada yang mengetahui Di mana keberadaan pil tersebut." ucap profesor Abdullah


Kikan terpaku mendengar perkataan ayahnya jadi ibunya melindunginya dengan mengorbankan nyawanya sungguh dia sangat terharu sekaligus sedih karena ibu yang dicintai harus mengorbankan nyawanya untuk dirinya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya


__ADS_2