
Setelah semua orang menikmati pemandangan beberapa menit di luar kini semua orang akan masuk ke dalam rumah begitu masuk mereka semua disebutkan oleh pemandangan yang luar biasa rumah dengan perabotan yang sangat dijaga dan memiliki nilai seni yang tinggi setelah puas melihat kediaman kakek tua mereka semua kembali ke kamar masing-masing, sementara itu dokter intan yang sangat menyukai alam setelah masuk ke dalam kamarnya dia tidak langsung beristirahat tapi langsung keluar untuk melihat kebun belakang yang sangat luas sementara itu Dewi yang berada dalam mobilnya kini keluar dia melihat situasi di tempat tersebut walaupun penjagaannya lumayan ketat tapi Dewi yakin pasti ada celah untuk bisa bertemu dengan wanita yang di bawa komandan
Kini semua orang sedang beristirahat di dalam kamar masing-masing di ruang tamu hanya tinggal Oma dan ibu stuart yang sedang duduk bersama Bima dan kedua orang tua Nadia
"Mama Nadia Apakah kau tidak merasa bahwa akhir-akhir ini Nadia sangat aneh." tanya ibu stuart
Mama Nadia nampak berpikir "tidak ada dia biasa saja seperti sebelumnya hanya saja Dia terlihat sangat nyaman jika berada di dekat Bima." ucap mama Nadia memperhatikan gelagat Putri dan menantunya
"Memang ada apa dengan putriku dia sepertinya biasa saja mungkin saja dia baru sadar ternyata Bima adalah pria yang sangat menyebalkan Setelah dia menikah itulah mengapa sifatnya seperti itu." ucap Paman Jack santai tetap menyalahkan Bima baginya putrinya tak pernah salah
Semua orang hanya menghembuskan nafas kasar saat mendengar perkataan Paman Jack
"Memangnya ada apa dengan Nadia Apakah ada sesuatu yang aneh dengan hal itu." tanya ibu Nadia
"Aku rasa putrimu sedang hamil itulah mengapa dia bersikap seperti itu kepada Bima aku menyarankan agar kita segera memeriksanya kebetulan dokter intan ada di sini jadi kita bisa menyuruhnya untuk memeriksa keadaan Nadia." ucap Oma
Nampak Bima, Paman Jack dan mama Nadia sedikit terkejut mendengar perkataan apa Oma "Apakah benar Om apa yang Oma katakan." tanya Bima dia tak dengan apa yang dia dengar karena merasa istrinya tak pernah mual atau ngidam seperti wanita saat hamil pasalnya istrinya sangat berharap jika dia hamil karena dia merasa iri pada kikan dan Yuli yang sudah hamil tapi dirinya belum hamil
"Itulah mengapa aku memanggil kalian semua di sini aku ingin Nadia secepatnya diperiksa oleh dokter intan agar kita bisa mengetahui apakah Nadia hamil apa tidak tapi di mana Nadia setelah masuk tadi aku tak melihatnya." ucap oma
__ADS_1
"Dia sedang tidur Oma katanya dia tiba-tiba kelelahan." ucap Bima
"Benarkah tapi ini baru jam 11.00 siang mungkin pengaruh hormon sebaiknya besok saja kita melakukan pemeriksaan tersebut biarkan semua orang beristirahat untuk hari ini ." ucap Oma
Sementara itu komandan yang sudah sampai di rumah sakit langsung menuju ke ruang perawatan dia Ingin secepatnya menyelesaikan tugasnya agar bisa kembali karena dia yakin Dewi pasti akan mengincar intan entah apa yang dipikirkan wanita itu
Di ruang perawatan tampak Ibu Yuli yang sudah bisa duduk ditemani oleh perawat tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu dan masuk seorang pria masuk ke dalam ruang perawatan sambil tersenyum Selamat pagi nyonya kenalkan aku adalah bawahan dari Tuan Darmanto yang merupakan suami dari nyonya Yul." ucap komandan
Ibu Yuli sedikit terkejut mendengar perkataan pria yang ada di hadapannya bukannya Juli sedang bekerja di sebuah restoran Kenapa tiba-tiba ada seseorang yang mengatakan bahwa dia adalah bawahan dari suami Yuli
"Maaf tuan setahu saya Putri saya masih kecil dan saat ini sedang bekerja di sebuah restoran Dan Dia belum menikah mungkin saja Anda salah orang." ucap Ibu Yuli
Komandan Tersenyum "Maaf nyonya mungkin anda tidak mengetahui sesuatu bahwa nyonya Yuli sudah menikah beberapa bulan dengan Tuan Darmanto saat Ayah tirinya menjualnya di sebuah bar untuk dijadikan wanita penghibur." ucap komandan
"Itu tidak mungkin tuan , ayah tiri Yuli dia tidak mungkin menjual Juli ke bar untuk dijadikan wanita penghibur aku selalu memberikan apa yang dia inginkan agar dia tidak melakukan hal buruk pada Yuli dia mengatakan Yuli bekerja di restoran." ucap Ibu Yuli dengan air mata yang mengalir
"Sebaiknya Ibu tetap tenang aku menceritakan hal ini agar ibu bisa membuat keputusan yang tepat mengenai suami ibu yang saat ini sudah di penjara sebagai hukuman kecil dari tuan kami ." ucap komandan
Ibu Yuli teringat dengan "putrinya yang bernama Yuni terus di mana putriku yang bernama Yuni." tanya ibu Yuli
__ADS_1
"Ibu tak usah khawatir dengan keadaan Putri Ibu yang satu itu dia sedang belajar agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi." ucap komandan
Ibu Yuli memandang komandan "benarkah semoga anak itu bisa menjadi anak yang baik." ucap ibu yuli
"Tentu saja dia aka jadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan Pasti akan sangat rajin membantu ibu kelak jadi ibu harus bangga padanya telah mengikuti pelatihan di tempat yang tepat dengan para pengajar yang terbaik." ucap komandan
"Terus bagaimana keadaan Yuli mengapa dia datang menemuiku." tanya ibu Yuli
"Tuan Darmanto dan nyonya Yuli sedang pergi ke bersama keluarga besar untuk berlibur sejenak dan ibu juga butuh perawatan jadi tuan berpikir untuk nyonya dirawat sampai sehat lalu bertemu dengan nyonya Yuli." ucap komandan
Ibu Yuli tersenyum "aku senang mendengarnya dia sepertinya sangat bahagia dan keluarga suaminya juga menerimanya dengan baik." ucap ibu yuli
"Jadi aku harap nyonya cepat sehat dan aku bisa mengantar nyonya untuk bertemu dengan nyonya Yuli." ucap komandan setelah mengatakan apa yang diperintahkan oleh Darmanto komandan langsung bergegas keluar dari ruang perawatan menuju mobilnya hatinya sangat gelisah mengingat keberadaan dokter intan
Sementara itu di sebuah markas tampak yuni sedang bekerja di dapur "aduh kau ini bisa bekerja tidak Mana ada orang mencuci piring seperti ini sebenarnya apa yang kau lakukan selama ini cepat bersihkan kembali semua piring yang kau cuci." ucap seorang wanita
"Tapi nona ini sudah ketiga kalinya aku mencuci piring dan semua sudah bersih." ucap Yuni
"Kau sekarang berani membantah ya cepat cuci lagi setelah itu kau pergi membersihkan kebun belakang aku tak ingin ada kotoran di sana." ucap wanita tersebut
__ADS_1
Dengan wajah sedikit kesal Yuni kembali membersihkan piring yang dia sudah cuci tadi.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya