
Rumi di dalam kamar mandi mulai mengeluarkan jurus aktingnya dia mulai menangis sambil bertebar teriak sehingga membuat Doni yang berada di luar pintu sangat panik "Sayang cepat buka pintunya Apa yang terjadi padamu." ucap Doni
Suara teriakan dan tangisan yang berlanjut membuat Doni sangat panik dengan cepat Doni mendobrak pintu kamar mandi melihat Rumi yang sedang duduk di bawah shower kamar mandi dengan wajah yang dia sembunyikan di kedua lututnya dengan suara tangisan yang cukup menyayat hati
Doni langsung memeluk Rumi ada apa sayang kenapa kau menangis apakah ada sesuatu." tanya Doni yang terlihat cemas
"Jangan menyentuhku kakak tubuhku sudah kotor aku hanya wanita kotor yang tak bisa melindungi harta yang seharusnya aku berikan kepada suamiku." ucap Rumi dengan suaranya yang serak-serak banjir
__ADS_1
Mendengar perkataan Rumi membuat jantung Doni terasa sakit tapi dia berusaha tetap tenang untuk mendengarkan apa sebenarnya yang terjadi pada Rumi sehingga dia bisa mengatakan hal tersebut Doni sudah mempersiapkan dirinya agar dia tidak terlalu kecewa dengan apa yang akan disampaikan oleh Rumi
"Coba kau bangun dulu dan jelaskan padaku ayo mari keluar dari kamar mandi keringkan tubuhmu kau bisa sakit kalau terus-terus seperti ini." ucap doni berusaha sabar
"Tidak aku memang pantas mendapatkannya Aku ingin membersihkan tubuhku dari noda yang telah dia berikan padaku." ucap Rumi
Doni mencoba tetap sabar dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan "bangunlah ayo kita bicara di luar sekaligus Kau mengganti pakaianmu ucap Doni menarik pak sarumi dari lantai untuk bangkit dan berjalan keluar Rumi dengan tubuh yang pura-pura rapuh berusaha untuk bangkit setelah berhasil membawa keluar Rumi Doni langsung menyuruh Rumi untuk mengganti pakaiannya tampak Rumi sudah selesai mengganti bajunya
__ADS_1
Doni sudah duduk di ranjang menunggu Rumi yang berjalan ke arahnya dengan wajah tertunduk seolah-olah dia adalah korban
"Kemarilah dan duduk di hadapanku Aku ingin mengetahui Sebenarnya apa yang terjadi pada sebelumnya." ucap Doni
Rumi pun duduk di samping Doni dengan isakan kecil aku tidak tahu saat itu aku masih berusia 14 tahun tiba-tiba salah satu donatur panti asuhan kami masuk ke dalam kamar di mana hanya ada aku sendiri di dalamnya setelah itu dia mulai melakukan hal-hal yang tidak senonoh padaku dan melarangku untuk memberitahukan pada siapapun Aku pertama-tama tak mengerti apa yang terjadi aku hanya merasa sakit di bawah ini tubuhku tapi karena aku pikir itu mungkin hal biasa aku pun tak pernah memikirkannya lagi tapi orang tersebut selalu melakukannya kepadaku setiap dia datang hingga saat aku sudah mulai tumbuh dewasa dan mengerti tentang hal-hal seperti itu membuat aku sangat terkejut dan merasa kotor sehingga aku beberapa kali mencoba bunuh diri untuk saja ada ayah Alan dan ibu fera yang mau mengadopsiku walaupun mereka tidak tahu apa yang telah terjadi padaku." ucap Rumi bohong padahal dia sendiri yang sudah merayu paman Alan sehingga dia bisa di angkat menjadi anak
Mendengar hal tersebut membuat Doni sangat sakit hati dia tak tahu harus bereaksi seperti apa dia pikir selama ini Rumi menolaknya karena memang dia tak pernah melakukan hal seperti itu tapi ternyata Rumi selama ini menolaknya karena dia trauma dengan apa yang terjadi di masa lalu.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya