
"Bolehkah ayah meneruskan cerita ini lagi apakah kau tak merasa kelelahan." tanya ulang profesor Abdullah sambil melihat ke arah putrinya yang matanya sudah memerah menahan air mata
"Tidak ayah Aku ingin mendengar semua kisah mengapa aku sampai terpisah dari kalian." ucap Kikan yakin
"Baiklah ayah akan menceritakan nya ternyata kedatangan adik angkat ibumu bukan hanya sekedar berkunjung tapi dia berniat jahat dia ingin mengambil warisan terakhir dari kakek buyut mu yang dia pikir ibumu masih menyimpannya peninggalan kakek buyut mu adalah sebuah obat yang berusia ratusan tahun dan merupakan obat yang paling berharga di dunia penyakit serta racun apapun akan langsung sembuh saat kita memakan obat tersebut adik angkat ibumu lalu menanyakan kepada ibumu tentang keberadaan obat tersebut tapi ibumu tetap tak mengatakan apapun sehingga mereka berusaha untuk menyiksa ibumu dan juga menculikmu tapi untungnya teman baik ayah profesor Adnan datang untuk menolong mu dan ibumu tapi sialnya musuh terlalu banyak ibumu berhasil membawa mu keluar dari pulau tapi rupanya Anak buah para mafia tersebut berhasil mengejar ibumu yang akan membawa mu naik kereta menuju ke rumah Kakek mu dan ibumu langsung di tangkap sedangkan kau menghilang karena tak berhasil mendapatkan obat tersebut adik angkat ibumu membunuh ibumu." cerita profesor Abdullah
__ADS_1
Tangis kikan pecah saat mendengar apa yang sebenarnya terjadi dia sungguh tak menyangka ada manusia setega itu bahkan tega menghabisi saudara angkatnya sendiri hanya demi sebuah ambisi dan bahkan hampir saja akan membunuhnya kalau sampai dia ditemukan setelah tangisan yang sangat mengiris hati kikan Langsung pisang membuat Stuart sangat panik begitupun profesor Abdullah langsung mengangkat sang istri kembali ke kamar sementara itu asisten ini yang juga panik terus mengikuti tua dan profesor Abdullah yang berjalan di belakang keluar sementara itu Elizabeth yang melihat tidak menyadari keberadaan Elizabeth karena masih fokus dengan kikan yang pingsan
Stuart langsung meletakkan tubuh kikan di tempat tidur dan memijat tombol darurat yang khusus memang dia peruntukan jika kita mengalami masalah kesehatan begitu tombol di tekan tak berselang beberapa menit para dokter langsung datang membuat profesor Abdullah dan asisten Edi keluar dari kamar tersebut meninggalkan Kikan dan Stuart
Tapi asisten Edi sangat terkejut saat dia keluar dari kamar Stuart karena di depan pintu nampak Elizabeth yang sudah berdiri tegak sambil memandangnya penuh arti membuat asisten Edi begidik ngeri melihatnya
__ADS_1
Asisten Edi yang melihat Elizabeth langsung bersembunyi di belakang profesor Abdullah seperti anak kecil yang takut membuat Elizabeth kebingungan karena sepertinya asisten Edi tak mau melihatnya Elisabeth ingin mendekat dan bertanya tapi Elizabeth juga tak berani langsung mendekat ke arah profesor Abdullah Apalagi setelah dia mengetahui bahwa profesor Abdullah adalah mertua dari stuart
Tampak profesor Abdullah menunggu di depan pintu kamar Stuart karena merasa khawatir dengan Kikan dan kandungannya
Asisten Edi sesekali melihat ke arah Elizabeth yang terus menetapnya dia juga bingung harus berbuat apa tapi dia tak berani langsung menegur Elizabeth apalagi mengatakan kebenaran bahwa dia tak ingin lagi bertemu Elizabeth dia takut Elizabeth akan bertindak nekat kepadanya Apalagi setelah melihat penampilan Elizabeth kemarin yang begitu mengerikan membuat sedikit shyok.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya