
Terima kasih Ayah aku sangat menyayangi ayah dan juga Kakak." ucap Kikan sambil memeluk profesor Abdullah dengan senyum yang bahagia
Elizabeth hanya tersenyum melihat adegan keluarga bahagia yang ada di hadapannya kemudian Elizabeth mendekat ke arah mereka selamat pagi nyonya, tuan Abdullah dan tuan Edi ucap Elizabeth
"Selamat pagi Elisabeth kau terlihat semakin cantik saja akhir-akhir ini apakah sedang jatuh cinta." ucap Kikan iseng yang membuat pipi Elizabeth merona dan membuat wajah asisten Edi langsung pucat sementara itu profesor Abdullah hanya bisa menahan tawanya
"Tidak nyonya ." ucap Elizabeth malu-malu membuta Kikan menaikan sebelah alisnya melihat perilaku Elizabeth yang tidak biasanya apalagi wajah merona Elizabeth
__ADS_1
"Masa tapi sepertinya kau sedang menyukai seseorang lihatlah wajahmu tampak merona merah jangan bilang kau menyukai ayahku yang tampan ini aku tak ingin kau menjadi Ibu tiriku." ucap Kikan to the point
Mata Elizabeth melotot begitupun mata profesor Abdullah sedangkan asisten Edi tampak ingin tertawa mendengar ucapan yang tanpa filter
"Apa yang nyonya pikirkan aku tidak menyukai Tuan Abdullah Jangan berpikir sembarangan nyonya." ucap Elizabeth dengan wajah merona karena malu atas ucap Kikan
"Benarkah terus kenapa kau selalu melihat ke arah ayahku dan selalu meliriknya apakah kau." Kikan tak meneruskan ucapannya karena dia tau Elizabeth tak akan masuk ke apartemen selain atas perintah dari stuart "oh maafkan aku Kau pasti memiliki pekerjaan dengan ayah dan kakak Edi aku sampai berpikir macam-macam baiklah aku juga ingin istirahat sejenak sambil menunggu suamiku pulang." ucap Kikan
__ADS_1
"Ayah aku akan kembali ke kamar untuk beristirahat sejenak ayah bekerjalah jangan lupa makan siang bersama denganku sebentar." ucap Kikan lalu bangkit di Bantu sang ayah kerena perut Kikan yang sudah memasuki tujuh bulan
Profesor Abdullah mengaguk sambil tersenyum ke arah Kikan, setelah melihat Kikan sudah masuk ke dalam kamar Elisabeth langsung menunduk hormat pada profesor Abdullah yang merupakan mertua stuart
"Maaf tuan sesuai dengan perintah Tuan stuart dia ingin Tuan mengecek barang-barang yang kami sudah angkut dari lab rahasia milik Tuan di pulau dan di pindahkan ke lab baru yang disediakan oleh Tuan stuart." ucap Elizabeth
Benarkah apakah secepat itu aku sungguh tak menyangka baiklah ayo kita lihat bersama." ucap profesor Abdullah melangkah keluar dari apartemen milik stuart dengan di dampingi Elisabeth dan asisten Edi yang berada di kanan dan kiri profesor Abdullah
__ADS_1
Kini Elizabeth dan profesor Abdullah serta asisten Edi sudah berada di ruangan bawah tanah apartemen milik stuart mereka berjalan bersama masuk ke sebuah ruangan besi tampak ruangan tersebut tertutup rapat Elizabeth melangkah lalu menekan tombol membuat pintu terbuka lebar tapi ternyata di dalam ada sebuah lift yang entah menuju Keman Elizabeth langsung mempersilahkan profesor Abdullah dan asisten Edi untuk masuk ke dalam setelah masuk Elisabeth langsung menekan tombol hijau tak sampai satu menit lift berhenti dan terbuka tampak sebuah pintu kaca di mana tampak sebuah lab besar.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya