Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
147


__ADS_3

Sementara itu Stuart yang sudah selesai melakukan urusannya langsung menuju ke kamar untuk melihat keadaan Kikan dia sangat khawatir pada keadaan istrinya karena sejak pingsan tadi belum ada tanda-tanda pergerakan dari Kikan walaupun dokter Restu sudah mengatakan bahwa semua baik-baik saja kondisi tubuh Kikan normal


Saat stuart sudah masuk di dalam kamar Stuart langsung berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum mendekati Kikan


Stuart yang sudah membersihkan dirinya langsung keluar dan mengganti pakaiannya menggunakan pakaian santai tampak tua duduk di samping kikan yang sedang tertidur saat tangan Stuart menggenggam tangan kikan tampak tangan Kikan tiba menggenggam erat tangan Stuart tak berselang lama tiba-tiba kikan membuka matanya lalu berteriak sekencang-kencangnya membuat Stuart yang ada di sisinya sangat terkejut spontan langsung memeluk Kikan


"Tolong ibuku ....... tolong ibuku...... tolong ibuku ....."ucap Kikan sambil berteriak hister di dalam pelukan Stuart "Sudah sayang kau aman di sini." ucap Stuart yang tadinya menunduk sambil berteriak langsung mengangkat wajahnya dan melihat ke arah tuan dengan mata tak berkedip "Paman tolong selamatkan ibuku paman ibuku di bawah oleh beberapa orang pria." ucap Kikan membuat Stuart langsung terbelalak saat Kikan memangilnya dengan sebutan paman


Stuart meregangkan pelukannya lalu menatap ke arah Kikan dengan tatapan yang sulit diartikan "siapa namamu dan berapa usiamu." tanya Stuart, Kika yang ditanya langsung mentap ke arah Stuart

__ADS_1


Kikan terdiam sesaat tapi masih menatap ke arah Stuart "Paman siapa apakah paman yang menolongku saat aku pingsan tadi." tanya Kikan


Stuart yang sudah menekan bel panggilan darurat dari tadi tampak terdiam tepat di saat itu dokter restu dan dokter Amir sudah berada di ruangan tersebut bersama tenaga medis lainnya melihat hal tersebut membuat Kikan seperti orang ketakutan membuat Stuart langsung menyuruh sebagian tenaga medis untuk keluar yang tersisa hanya dokter Restu dan dokter Amir


"Maaf tuan ada apa dengan nyonya tanya dokter saat melihat Kikan bersembunyi di dalam pelukan Stuart sepertinya dia sangat ketakutan


Pernyataan Stuart membuat dokter Restu dan dokter Amir langsung saling menatap kemudian melihat ke arah Kikan yang sedang bersembunyi


"Adik cantik bolehkah Kakak bertanya sesuatu padamu." tanya dokter Restu dia memang sudah curiga sejak dari tadi saat Kikan tiba-tiba bangun dan memeluk orang lain apalagi dia memanggil pria tersebut dengan sebutan ayah membuat dokter Restu yakin bahwa sepertinya Kikan kembali mengingat masa lalu dan melupakan apa yang terjadi saat dia dewasa

__ADS_1


Stuart mendengar dokter Restu memanggil istrinya dengan sebutan adik cantik membuat alis Stuart langsung naik Beberapa cm


"Maaf tuan sepertinya nyonya kembali ke masa anak-anaknya entah apa yang terjadi di masa itu tapi sepertinya nyonya memiliki trauma mendalam saat masih kecil dan ingatan itu sudah dia lupakan tapi Karena kejadian yang menimpanya membuat nyonya mengingat kembali kenangan yang membuatnya trauma." ucap dokter Restu


Setelah mendengar perkataan dokter Restu membuat Stuart langsung menatap tajam ke arah dokter Restu "jadi apa yang harus kita lakukan." tanya Stuart


"Sebaiknya kita mencari psikiater untuk nyonya agar kita mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pada nyonya dulu sehingga meninggalkan trauma yang sangat berat untuknya." ucap dokter Restu.


Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2