Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
522


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar dokter intan komandan bergegas ke ruang kerja stuart seperti yang diarahkan oleh Darmanto agar penemunya di dalam ruangan kerja milik Stuart, kini komandan sudah berada di depan pintu ruangan kerja milik stuart, komandan lalu mengetuk pintu tersebut lalu membuka pintu dan masuk ke dalam tampak komandan menunduk hormat saat melihat ke tiga orang tersebut


"Ada apa katanya kau memiliki kabar yang harus segera di sampaikan apa ini mengenai ibu mertuaku." tanya Darmanto


"Benar tuan mertua anda baru saja siuman dan seperti perintah tuan aku sudah menjelaskan semuanya dan dia sudah mengerti." ucap komandan, komandan merasa aneh pada ketiga orang yang ada di hadapannya karena menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan


"Baiklah kau cukup bekerja keras hari ini, apakah ada sesuatu yang terjadi kenapa wajahmu seperti itu." tanya Darmanto pura-pura tak tau yang terjadi


"Tuan bolehkah aku mengatakan sesuatu." tanya komandan sambil melihat ketiga pria yang ada di hadapannya, komandan terlihat ragu aplaagi di situ ada stuart dan Bima membuat komandan sedikit sulit mengatakan keinginannya


"Ada apa katakan saja apa kau menginginkan sesuatu." tanya Darmanto


"Tuan bisakah kita berbicara berdua karena ini masalah pribadi." ucap komandan sedikit malu mengatakannya


"Oh jadi kau lebih percaya pada Darmanto daripada kepadaku." ucap stuart menyindir komandan

__ADS_1


"Sepertinya kau hanya menganggap Darmanto sebagai tuanmu tapi tidak dengan kami berdua." ucap Bima menambahkan


Komandan tertunduk "tidak tuan bukan masalah itu aku hanya sedikit malu jika harus mengatakan apa yang aku inginkan." ucap komandan jujur


"Mengapa kau malu kita sama-sama pria dan sudah lama saling mengenal dan kau tahu tak ada rahasia di antara kami." ucap stuart menambahkan


Komandan menelan silvernya dengan kasar lalu menguatkan tekadnya untuk mengatakan apa yang dia inginkan "Baiklah tuan Aku hanya ingin meminta agar untuk beberapa hari ini aku bersama dengan dokter intan Aku ingin menjaganya." ucap komandan dengan wajah memerah karena menahan malu mengucapkan keinginannya


"Ada apa memangnya apa yang terjadi pada dokter intan sampai kau harus menjaganya Bukankah dia seorang dokter seharusnya dia yang menjaga seseorang." ucap Darmanto pura-pura tak mengetahui apa yang terjadi


"Baiklah tapi kami mempunyai pertanyaan untukmu sebelum kau pergi dari ruangan ini karena aku merasa ada sesuatu yang janggal sehingga kau meminta izin untuk menjaga dokter intan padahal selama ini kau tak pernah mau berdekatan dengan wanita manapun Apakah kau menyukai dokter intan." tanya Darmanto


Komandan tak tahu harus berkata apa Dia hanya bisa menunduk berpikir apa benar dia mencintai dokter intan atau itu hanya rasa yang ada karena selama ini dia sering berdebat dengannya "aku juga tidak tahu Tuan tapi aku merasa khawatir Jika sesuatu yang buruk terjadi padanya." ucap komandan jujur


"Baiklah sekarang aku yang bertanya jika dokter intan jatuh ke jurang apa yang kau rasakan." ucap stuart

__ADS_1


"Aku merasakan rasa sakit dihatiku yang sangat luar biasa sampai membuatku ingin menyusulnya terjun ke jurang." ucap komandan jujur


"Baiklah karena kau sudah jujur kami mengizinkan untuk menemani dokter intan di sini Sekalian Kau menjaga para wanita karena besok pagi kami akan kembali ingat kau harus memantau setiap sudut aku tak ingin ada yang terluka." ucap Stuart


"Baik tuan aku akan melaksanakan perintah tuan terimakasih tuan." ucap komandan lalu memberi hormat dan keluar dari ruang kerja stuart


Setelah kepergian komandan ketiga orang tersebut tampak berkumpul "kalian berdua kalah akulah pemenangnya apa yang aku bilang komandan jatuh cinta pada dokter intan tanpa dia sadari dan lihat dia sampai menelan rasa malunya untuk meminta izin menemani dokter intan." ucap stuart


"Aku juga merasakan komandan akan jatuh cinta dengan dokter intan tapi aku tak pernah berpikir bahwa komandan akan semudah itu jatuh cinta pada dokter intan dan bahkan membuang rasa malunya demi menemani dokter intan padahal selama ini dia tak pernah ijin satu menit pun ." ucap Darmanto


"Aku kalah aku pikir dia takkan berani meminta izin di hadapan kita bertiga dan mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya dasar si kanebo." ucap bima


"Sesuai kesepakatan kalian akan membelikan aku sebuah pulau dan kau kapal pesiar." ucap stuart kepada dua orang yang ada di hadapannya.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2