Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
170


__ADS_3

Dokter Amir yang melihat Restu sedang duduk sambil melihat ponselnya dengan kesal membuatnya langsung duduk di samping dokter Restu "ada apa denganmu Kenapa kau sepertinya sedang sangat kesal." tanya dokter Amir


"Aku kesal karena ayahku lagi-lagi berusaha untuk menjodohkan ku dengan seorang pria aku kan masih muda dan masih banyak yang ingin aku kerjakan untuk apa aku buru-buru menikah." ucap dokter Restu


Dokter Amir menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah dokter Restu "sebaiknya kau pulang dulu dan melihat calon suamimu siapa tahu kau menyukainya." ucap dokter Amir


"Aku pasti tidak akan menyukainya kau takkan siapa yang aku sukai Aku sudah beberapa hari ini tak melihatnya." ucap dokter Restu

__ADS_1


Sementara itu di apartemen milik profesor Abdullah nampak Bima dan profesor Abdullah sudah selesai berbincang-bincang lalu mereka keluar dari ruang kerja profesor Abdullah kemudian mereka berjalan ke ruang tamu di mana asisten ini berada tampak Astrid ini terlihat frustasi sambil melihat ponselnya


Kini asisten Bima dan profesor Abdullah sudah duduk di sofa sambil berhadapan dengan asisten Edi, Asisten Edi menghembuskan nafasnya kasar lalu menunduk kemudian dia meraup wajahnya dengan kasar "apa yang harus aku lakukan dia tak berhenti meneleponku dan mengirimi pesan aku menjadi sangat ketakutan." ucap asisten Edi


"Elizabeth adalah orang yang pantang menyerah dan selalu ingin mendapatkan apa yang diinginkan walaupun dengan berbagai cara jadi jika kau ingin menghindari Elizabeth kau harus secepatnya menikah dengan seseorang karena jika kau tidak memiliki pasangan maka Elizabeth akan semakin gencar mendekatimu ucap asisten Bima menakuti asisten Edi


Mendengar perkataan Bima membuat asisten Edi mentap tak percaya " jadi maksudmu aku harus mencari istri agar bisa terhindar dari Elizabeth tapi mana mungkin aku dengan mudah menemukan wanita dalam waktu satu minggu untuk menikah denganku bertahun-tahun saja Aku mencari wanita untuk menjadi kekasihku tidak ada apa lagi waktunya satu minggu." ucap asisten Edi merasa frustasi

__ADS_1


Profesor Abdullah seolah-olah tak tahu dengan apa yang akan dikatakan oleh asisten Bima dia langsung melihat ke arah asisten Edi begitupun profesor Abdullah langsung melihat ke arah asisten Edi


Tanpa pikir panjang asisten Edi langsung memohon pada profesor Abdullah "Ayah tolong jodohkan aku dengan anak teman ayah aku tak ingin dikejar-kejar oleh perempuan jadi-jadian itu aku mohon Ayah." ucap asisten edi yang baru kali ini mau lagi mau memanggil profesor Abdullah sebagai ayah Karena itu adalah permintaan profesor Abdullah saat tadi dia mengatakan dia menjanggupi apapun yang diinginkan oleh profesor Abdullah profesor Abdullah hanya meminta asisten Edi untuk memanggilnya dengan sebutan ayah


Senyuman di wajah profesor Abdullah apalagi matanya berbinar saat melihat asisten Edi yang memanggilnya dengan sebutan ayah "baiklah ayah akan memikirkannya terlebih dahulu kau bersiaplah saja aku akan secepatnya mencarikan wanita yang tepat untukmu." ucap profesor Abdullah padahal dia sudah mempunyai seseorang yang memang dia targetkan untuk bersama asisten Edi


Sementara itu di apartemen milik Stuart tampak Stuart dan Kikan yang berada dalam kamar milik mereka duduk di ranjang dengan Kikan yang berada di sampingnya

__ADS_1


Stuart langsung mengeluarkan sesuatu ke hadapan kikan membuat Kikan Langsung melihat barang-barang tersebut ada foto-foto milik kikan saat masih kecil "wah ini ayah Aulia ini,ibu Aulia dan ini adalah boneka kesayangan Aulia Paman menemukannya di mana." tanya kikan.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2