
Darmanto mengangguk tanda setuju tak berselang lama tampak ibu stuart keluar lalu memanggil Darmanto, Darmanto bangkit setelah meminta ijin pada direktur rumah sakit
"Sepertinya ada berita baik cepat masuk." Ucap direktur rumah sakit sambil tersenyum
Darmanto tampak tersenyum mendengar hal tersebut hantunya berdetak kencang saat masuk di dalam ruanga apalagi saat melihat istrinya terbaring dan seorang dokter perempuan sedang berada di samping istrinya dengan alat yang berada di atas perut istrinya
"Darmanto lihatlah di layar itu calon anak kalian." ucap Oma
Darmanto mentap ke layar dengan bingung pasalnya dia hanya melihat titik hitam saja
"Di mana calon anakku kenapa aku tak bisa melihatnya." tanya Darmanto sambil matanya mentap lekat pada layar
"Maaf tuan ini adalah calon anak tuan besarnya seperti kacang karena baru beberapa Minggu." ucap dokter wanita Tersebut
"Apa titik kecil ini kau bilang anakku astaga terus yang mana kepalanya ." tanya Darmanto dengan polosnya
"Maaf tuan kepala dan bagian tubuhnya belum terbentuk tunggu beberapa bulan lagi." ucap dokter tersebut
__ADS_1
"Dokter yakin awas ya kalau terjadi sesuatu pada anakku." ucap Darmanto
"Sayang jangan gitu dokter intan ini baik loh aku senang sama dia." ucap Yuli
"Iya sayang aku hanya menghawatirkan anak kita." ucap Darmanto jujur
"Baiklah nyonya silahkan bangun." ucap dokter intan setelah perawat membersihkan gel yang ada di perut Yuli, nampak perawatan membantu Yuli bangun begitupun Darmanto langsung memegang tangan istrinya, kini Darmanto dan Yuli sudah duduk di hadapan dokter
"Selamat tuan dan nyonya kalian akan segera menjadi orang tua, apakah ada keluhan seperti mual atau sebagainya." tanya dokter intan
"Aku kalau lihat makanan tertentu kadang mual dok dan kadang saat pagi sering mual dan pusing." ucap Yuli
"Maaf sayang aku pikir aku sedang masuk angin dan tak ingin membuatmu khawatir jadi aku selalu berusaha diam-diam ke kamar mandi jika mual dan menyalakan kran air agar tak terdengar." ucap Yuli
"Astaga sayang seharusnya kau mengatakan hal itu padaku untung saja kita cepat mengetahuinya." ucap Darmanto sambil meraup wajahnya dengan kasar
"Baiklah ini adalah vitamin dan ini adalah obat mual ." ucap dokter intan
__ADS_1
Tiba-tiba otak Darmanto bekerja saat melihat dokter intan yang manis apalagi istrinya sepertinya menyukai dokter intan
"Baiklah dokter makasih." ucap Yuli sambil tersenyum
Kini semua sudah keluar dari ruangan dokter intan tampak direktur rumah sakit masih menunggu karena Oma dan ibu Stuart akan cek kesehatan
"Sayang sebaiknya kalian menunggu di sini karena Oma dan ibu akan keruangan lain untuk periksa kesehatan." ucap ibu Stuart
Sebaiknya mereka menunggu di ruangan ku saja Karena di sana aku sudah menyiapkan cemilan." ucap direktur rumah sakit
Darmanto langsung membawa Yuli ke ruangan direktur begitu Sampai Darmanto langsung membawa istrinya duduk di sofa dan di meja sudah tersedia berbagai macam makanan dan cemilan yang enak
"Sayang apakah kau menginginkan sesuatu." tanya Darmanto
"Sayang bisakah kau bertanya jika ada pasien yang bernama ibu Larasati ." tanya Yuli yang sudah sedari tadi sangat gelisah karena memikirkan ibunya
Darmanto mentap istrinya lalu mengehembuska nafasnya kasar, "ibumu di rawat di sini dari semalam dia seperti baru selesai operasi apakah kau ingin pergi menjenguknya kebetulan tak ada yang menjaganya tapi aku sudah mengirimkan seseorang untuk menjaganya 1×24 jam tapi ingat kau sekarang sedang mengandung aku tak ingin kau sampai kenapa-kenapa." ucap Darmanto
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya