
Seorang pria paruh baya yang sedang duduk di kursi roda tersenyum ke arah profesor Abdullah "selamat datang kawan lama akhirnya kau datang untuk menjengukku." ucap pria tersebut sambil tersenyum manis
"Aku tahu kau sedang menyindirku karena tak pernah datang untuk menjengukmu tapi kau tahu kan aku tak leluasa pergi kemana-mana untuk saat ini aku sedang mencari putri tunggalku yang sudah lama hilang." ucap profesor Abdullah
Pria paruh baya tersebut menghembuskan nafasnya kasar jujur saja aku merasa bersalah padamu kalau saja aku tak gegabah pasti saat ini Aulia Masi berada di sini bersama kita." ucap pria tersebut
"Kau tak perlu merasa bersalah seperti itu semua ini sudah takdir lagi pula ini bukan kesalahanmu tapi kesalahan adik tiri istriku yang tak tahu diri itu aku sudah membantunya bahkan aku sudah membuatnya sekolah ke luar negeri tapi apa yang dia lakukan dia menghianatiku bahkan dengan tega dia membiarkan kakaknya kehilangan nyawa sedangkan putriku menghilang tapak jejak." ucap profesor Abdullah
"Aku sungguh tak tahu jika berniat mencuri obat yang telah kau buat dengan susah payah dan bahkan dia tak melepaskan istri dan anakmu aku yang berniat ingin menolong istrimu tapi sayang salah seorang dari mereka menembak aku hingga aku tak sadarkan diri." ucap pria paruh baya tersebut
__ADS_1
"Sudahlah Adnan tak perlu disesali kau juga kehilangan kedua kakimu karena hari itu tapi saat ini aku datang untuk meminta tolong padamu aku sempat bertemu seorang wanita dia adalah istri salah satu rekan Bisnisku wajahnya mengingatkanku pada wajah almarhum ibuku aku berharap dia adalah putriku, bisakah kau melakukan tes DNA kepadanya dan padaku ini adalah rambut miliknya dan ini adalah rambut milikku aku sempat mengambil rambutnya saat dia pingsan dalam dekapanku
" ucap profesor Abdullah
"Apa kau yakin bahwa dia adalah putri mu kalau betul dia putrimu aku juga ingin melihatnya." ucap pria yang bernama Adana
"Aku belum tahu dia Putri atau bukan yang jelasnya Aku merasa bahwa dia sangat mirip dengan almarhum ibuku sebaiknya cepat kau lakukan tes DNA." ucap profesor Abdullah
"Baiklah aku akan menunggu kabar baik darimu semoga saja wanita itu putriku." ucap profesor Abdullah
__ADS_1
"Tunggu aku ingin bertanya padamu beberapa minggu yang lalu aku kedatangan seorang pasien sepertinya dia terkena racun pelumpuh yang kau ciptakan." ucap profesor Adnan
Profesor Abdul terdiam sesat kemudian tersenyum "sepertinya dia telah berurusan dengan orang yang salah membuat dia terkena racun tersebut." ucap profesor Abdullah santai
"Aku yakin kau pasti sudah menjual racun tersebut kepada orang lain sehingga kau berkata seperti itu kami sedang berusaha untuk menyembuhkannya apa kau memiliki penawarnya." tanya profesor Adnan
"Maafkan aku kawan kau tahu kan jika aku menjual racun tersebut kepada seseorang otomatis aku akan menjual penawarnya juga dan aku hanya menjual pada satu orang untuk satu barang dan kau tau semua ciptaan ku terbatas." ucap profesor Abdullah cuek
Profesor Adnan menghembuskan nafasnya kasar berbicara dengan profesi Abdullah sama saja berbicara dengan kaset selalu saja ada jawabannya, orang satu-satunya yang dapat mengendalikan profesor Abdullah adalah istrinya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya