
Setelah mendengar perintah Tuannya Jay langsung bersiap untuk pergi dari pulau tersebut "baik Tuan aku akan memastikan untuk menemukan identitas kedua orang tersebut secepatnya." ucap Jay
Jay langsung melangkah keluar dari tempat tersebut menuju ke pesawat yang sudah disiapkan oleh para bawahannya tapi sebelum langkah kakinya menjauh terdengar suara dari Bento "ingat kau harus melakukan segala cara untuk menemukan identitas kedua orang tersebut agar kita mengetahui siapa yang melindungi profesor Abdullah karena aku tak akan memberikan kelonggaran lagi kepada orang tua brengsek itu aku akan membunuhnya dan membuatnya tersiksa seumur hidup." ucap Bento
"Baik Tuan." ucap berbalik sesaat melihat Bento dan setelah melihat tuanya dia kembali berbalik untuk berjalan meninggalkannya
Bento kembali menghembuskan nafasnya kasar dia tak menyangka bahwa profesor Abdullah bisa hilang begitu saja padahal selama ini dia sudah mempersiapkan segalanya agar dia bisa membunuh profesor Abdullah setelah dia mendapatkan apa yang diinginkan tapi sepertinya dia sudah tak ingin lagi berlama-lama untuk mendapatkan keinginannya dia akan melakukan sesuatu kepada profesor Abdullah sehingga profesor Abdullah bisa mengatakan di mana keberadaan obat tersebut Kalau perlu dia akan menyakiti asisten Edi yang merupakan anak angkat profesor Abdulla sebagai ancaman jika profesor Abdullah tidak mau mengatakan Di mana keberadaan obat Tersebut setelah dia mendapatkan obatnya dia akan membunuh profesor Abdullah dan asisten Edi tapi dia akan menyiksa mereka terlebih dahulu
__ADS_1
Sementara itu di kediaman Paman Alan tampak semakin ramai karena akad nikah yang akan dilakukan oleh Rumi dan Doni besok pagi sehingga membuat seluruh keluarga berkumpul di kediaman Paman Alan
Sebuah pesan masuk di ponsel Rumi "sayang aku ingin bertemu denganmu sebelum akad nikah besok aku ingin malam ini kau tidur bersamaku di hotel." isi pesan tersebut
Rumi tampak berpikir membalas pesan tersebut biar bagaimanapun Paman Alan adalah orang yang sangat berjasa dalam hidupnya yang membuatnya bisa merasakan kemewahan yang dimilikinya saat ini walaupun dia juga harus mengorbankan tubuhnya untuk dinikmati oleh Paman Alan setiap saat
Rumi langsung menelepon Paman Alan pasalnya dia sekarang berada di rumah dan biasanya pengantin tadi diperbolehkan untuk keluar rumah Apalagi besok dia akan mengadakan akad nikah
__ADS_1
"Tapi Paman bagaimana bisa aku ke hotel sedangkan ibu Fera dan tante Lilis sedang mengawasi aku apalagi Doni sedang berada di rumah mereka pasti bertanya kenapa aku menginap di hotel." ucap Rumi
"Aku akan menyiapkan hotel dan kamar untuk kita semua menginap satu malam di hotel tersebut dan seperti biasa aku akan memberikan obat tidur kepada Fera dan sebaiknya kau juga memberikan obat tidur pada Doni dan Lilis jika kita sudah berada di hotel dan akan beristirahat." ucap Paman Alan
"Sebaiknya paman yang berbicara dengan ibu Fera agar dia merasa bahwa paman yang akan memberikannya kejutan." ucap Rumi memberikan ide
"Baiklah aku akan mengakhiri panggilan telepon ini dan menelepon Fera terlebih dahulu agar kalian semua bersiap untuk tinggal di hotel." ucap Paman Alan
__ADS_1
Paman Alan pun mengakhiri panggilan teleponnya Rumi menatap ponsel miliknya lalu menghembuskan nafasnya kasar "aku harus membuat rencana agar pernikahanku berjalan lancar dan Paman Alan bisa membiarkan doni untuk menyentuhku aku telah merubah rencanaku aku akan memiliki keturunan dari Doni walaupun paman Alan menentangnya aku akan mencari cara agar dia setuju." ucap Rumi sambil menatap keluar jendela.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya