Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Kembali


__ADS_3

David sudah tiba di Indonesia, dia menyempatkan dirinya untuk mencari mangga muda, sepertinya dia merasakan apa yang istrinya rasakan saat ini.


pria itu tiba di rumah besar Park, seluruh keluarga terkejut saat melihat David pulang dengan membawa kantong kresek hitam berisi mangga.


"Kapan kau tiba nak?" Tanya Mikha yang langsung menghampiri David, jam menunjukkan pukul delapan malam.


"Dua jam lalu Mami, istriku dimana?" Tanya David yang langsung mencari keberadaan istrinya.


" Di kamar kalian, dia tak mau keluar," ucap Mikha dengan wajah sedih.


"Bagaimana keadaanmu ?"tanya Aiden.


"Aku sudah baikan Papi, maaf membuat kalian khawatir, tapi aku harus menemui istriku," ucap David.


"Pergilah temui dia, kasihan Diandra," ucap Nyonya Alena yang masih berada di rumah itu.


"Baik Ma, kalau begitu David masuk dulu," ucapnya sopan.


Pria itu bergegas menuju kamarnya di lantai dua, sebelumnya mereka tidur di lantai satu namun karena kamar di lantai dua lebih Luas, David memilih memindahkan kamarnya ke lantai dua.


Yang ada dipikiran David saat ini hanyalah istrinya Diandra dan janin dalam rahim Istrinya. David berjalan dengan tenang saat sampai di depan pintu kamarnya.


Dia membuka pintu kamar itu,"tidak dikunci," ucapnya pelan.


Perlahan pria itu masuk ke dalam kamarnya, lampu tak dinyalakan sehingga suasana gelap. Dia menyalakan lampu dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, matanya menangkap sosok Istrinya yang terlelap di dekan balkon dengan jendela yang terbuka.


"Astaga sayang, kau bisa sakit kalau tidur disini!" David panik, dia segera menghampiri istrinya yang tidur dengan tubuhnya dibungkus selimut tebal.


David meletakkan kresek hitamnya di atas meja,dia mendekati tubuh Diandra, membuka selimut itu dengan pelan agar tidak mengganggu tidur istrinya.


"Wajahmu pucat sekali, maaf aku lama meninggalkanmu sayang," ucap David yang kini mengangkat tubuh istrinya dan membawa Diandra ke atas tempat tidur.


Di tatapnya wajah sendu itu, air mata Diandra mengering di pipinya, wajahnya pucat dan bibirnya kering.


Cup...


Satu kecupan lembut mendarat di kening wanita itu.


Tangan David mengusap wajah istrinya yang benar benar dia rindukan, matanya tertuju pada perut istrinya yang membuncit.


"Malaikat kecil Papa sudah bertumbuh rupanya, maaf sayang Papa lama pulangnya, Papa gak akan lakukan itu lagi," ucap David sambil mengecup perut Diandra dengan lembut.

__ADS_1


David menutup kamar mereka, menutup jendela dan menyesuaikan suhu ruangan untuk istrinya. Kemudian dia berbaring di samping tubuh istrinya, Air matanya menetes saat melihat wajah istrinya yang tampak lemah.


"Maaf sayang, maafkan aku... Aku salah... Aku tak akan pergi lagi, aku janji... Maaf," kata kata itu Keluar dari mulut David begitu saja, dia memeluk tubuh istrinya.


Merasa kalau beruang besarnya sudah pulang, Diandra membalas pelukan suaminya, mencium aroma tubuh suaminya yang benar benar dia rindukan tanpa bangun dari tidurnya.


Keduanya terlelap dengan posisi saling memeluk, tidur mereka pun jadi lebih nyaman.


Hari cepat berlalu, sang mentari kembali bertahta di atas langit, tak ada drama mual muntah pagi ini, mungkin karena penawarnya sudah tiba.


Diandra mengerjapkan matanya, dia merasakan tubuhnya di peluk oleh seseorang, aroma tubuh yang dia rindukan tercium jelas di hidungnya.


Seketika Diandra membuka matanya, dilihatnya sosok David di sampingnya sedang terlelap sambil memeluk dirinya dengan erat.


"kak Da.. kak David?" Gumam Diandra.


Dia mengucek kedua matanya untuk memastikan kalau David memang benar benar disana. Dia meraba wajah yang dirindukannya itu, tubuh yang dia rindukan, sosok yang dia cintai.


"Kak... Kakak pulang hiks hiks hiks... Kakak akhirnya pulaaang...." Diandra menghamburkan pelukannya pada David saat dia memastikan kalau pria itu benar benar David.


David membuka matanya saat merasakan pelukan erat di tubuhnya, di membalas pelukan itu sama erat nya.


"Sayang kenapa sudah bangun? Tidur lagi yuk," ucap David.


"Maaf sayang, aku tak akan begitu lagi, ada kejadian besar makanya aku tidak pulang, " ucap David.


Diandra menatap wajah suaminya, diperhatikannya lagi wajah itu dengan serius.


"Kau kurusan, ada apa? Kau sakit? Apa yang terjadi! Beritahu aku, sejak kau pergi aku tidak tenang, aku bermimpi buruk setiap malam, apa yang terjadi padamu!??" Diandra langsung memberondong David dengan begitu banyak pertanyaan.


David duduk dan memeluk istrinya sambil menepuk punggung Diandra dengan lembut.


"Nanti... Nanti akan kujelaskan pelan pelan sayang, aku ingin memelukmu dulu, aku merindukanmu sangat merindukan kalian," ucap David yang memeluk tubuh Diandra dengan lembut dan penuh kasih.


"Aku juga merindukanmu hiks hiks hikss" Diandra menangis lagi sambil menenggelamkan kepalanya di dada suaminya.


"Husshh.... Aku pulang sayang, maaf membuatmu khawatir," David menatap wajah istrinya dengan lembut, mengusap air mata itu.


Pandangan mereka bertemu, rasa rindu dan cinta Mereka begitu besar.


Perlahan David mendekatkan wajahnya, bibir mereka saling berpagutan menyalurkan kerinduan dan rasa cinta yang dalam.

__ADS_1


Diandra mengalungkan tangannya di leher jenjang suami, menikmati setiap sentuhan David yang benar benar dirindukannya, aroma tubuh yang membuat dirinya tenang bahkan tak mual sama sekali.


Ruangan itu kini menjadi panas dan penuh peluh, David meminta jatahnya pagi ini, dia benar benar merindukan tubuh istrinya yang membuatnya selalu terbuai dengan kemolekannya.


Ruangan kini menjadi panas, peluh dan erangan terdengar menggema di dalam ruangan itu, tubuh mereka sama sama polos, David memperlakukan istrinya dengan sangat lembut membuat Diandra terbuai dengan setiap sentuhan lembut David.


David melakukannya dengan sangat hati hati mengingat Diandra sedang hamil muda.


Kunjungan ke goa yang sudah berpenghuni berhasil di lakukan oleh David, mereka menikmati permainan panas di pagi hari yang membuat keduanya meminta lagi dan lagi.


Hingga pada akhirnya keduanya terpuaskan, mereka menyalurkan cinta dan kerinduan mereka dengan memadu kasih di pagi hari yang sejuk.


"Apa aku menyakitimu?" Tanya David yang kini memeluk Diandra. Wanita itu menggelengkan kepalanya, dia merasa permainan David membuatnya nyaman dan aman untuk janinnya.


"Aku merasakan nyaman," jawab Diandra.


"Kalau begitu mau melakukannya lagi hmmm? Sepertinya aku masih merindukan malaikat kecil kita sayang," ucap David yang tangannya sudah menjelajah kemana mana membuat Diandra hampir melenguh karena tangan nakal suaminya.


"Aku lelah kak, nanti saja, kau ini" gerutu Diandra.


"Heheheh maaf sayang, dan terimakasih sayang sudah menjaga malaikat kecil kita, " ucap David, tangannya sudah turun ke perut Diandra di balik selimut dan mengusap perut ibu hamil itu.


"Dia yang menjaga ku selama kau pergi," ucap Diandra dengan lembut.


"Benarkah? " Ucap David.


"He... Em... Sekarang katakan, dapat dari mana dua luka jahitan di perutmu itu!" Kali ini nada bicara Diandra terdengar serius, tatapan Matanya menatap mata David dengan tajam.


Diandra menarik selimut dan menunjuk dua luka bekas operasi di perut David dengan wajah marah.


"Luka operasi dari mana ini kak?" Tanya Diandra sambil menunjuk dua luka itu dengan wajah kesal. Matanya tentu tak lepas dari tubuh suaminya sehingga dia melihat luka itu dengan jelas.


David menarik tangan Diandra, dia duduk menghadap istrinya yang memasang wajah marah dan kesal.


"Akan ku jelaskan, tapi kita sambil mandi ya," ucap David yang tanpa aba aba sudah mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi.


"Kak... Aku mau membicarakan tentang lukamu bukan mau mandi!!" Teriak Diandra.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😊😉😊


__ADS_2