Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Awal


__ADS_3

Hari yang di nantikan oleh Bessara pun telah tiba, dia masih tidak bisa melacak keberadaan anak anak kandungnya. Meskipun dia adalah seorang psikopat, dia pernah diluluhkan oleh seorang wanita cantik yang menjadi istri keduanya dan memiliki dua orang anak perempuan dari hasil pernikahannya itu.


Namun nahas, istrinya meninggal di tembak oleh musuh Bessara sendiri, semua kekacauan di dalam hidupnya terjadi karena ulahnya sendiri. Sejak saat itu dia mengurus kedua putrinya secara sembunyi sembunyi dan memastikan kalau mereka berada di tempat paling aman.


Bessara menarik paksa Bella yang sudah dirias secantik mungkin oleh Helen sendiri.


Helen melihat bagaimana Bessara bersikap kasar terhadap darah dagingnya sendiri dan itu membuat hatinya sedikit terluka apalagi saat melihat Bella yang sudah depresi, dia pasrah saja dengan semua yang mereka lakukan.


“Apa aku terlalu kejam pada Bella? Kenapa semuanya menjadi seperti ini?” batin Helen sambil menatap putrinya yang menolak pun tak bisa.


Hati ibu mana yang tega melihat anaknya diperlakukan tidak baik oleh ayah kandungnya sendiri.


“Bessara, kenapa kau sangat kasar pada Bella? Dia darah dagingmu, kau ...” Helen terdiam saat melihat Bessara berbalik dan menatapnya dengan tajam.


“Tutup mulut kotormu itu, “ tegas Bessara, “hanya dia yang bisa ku manfaatkan saat ini, jika sampai kau..” Bessara menatap Bella dan mencengkram rahang gadis malang yang kekurangan kasih sayang itu.


“Jika sampai kau gagal maka wanita yang menjadi adik tirimu itu akan kubunuh bersama janin di dalamnya,” ancam Bessara.


Deghh...


Mata Bella terbelalak saat mendengar apa yang dikatakan oleh Bessara, pria itu sudah mengetahui kalau Diandra bertemu denagn dirinya dansedang mengandung.


“Kumohon hiks hiks.... jangan sakiti dia, dia tidak ada hubunagnnya dengan ini,” tangis Bella.


Rahangnya terasa perih akibat cengkraman tangan pria tua yang dsudah kehilangan akal sehatnya itu.


“Aku akan melakukan apa pun tapi jangan sakiti dia hiks hiks... kumohon,” Bella memohon agar Diandra tetap selamat, dia tak ingin kehilangan orang yang dia sayangi untuk kedua kali, dia telah kehilangan William dia tak mau kehilangan Diandra juga.


“Hmmm bagus, lakukan peranmu sebagai wanita jal4ng dengan baik, itu yang bisa kau lakukan sebagai seorang anak yang taat,” ucap Bessara sambil melepaskan tangannya dari rahang Bella.


Tubuh Bella bagai dihujam ribuan anak panah, hatinya hancur seketika saat Papa yang dia kira menyayanginya ternyata menyebut dirinya sendiri sebagai seorang jal4ng, sungguh Bella akan mati saat ini juga, kekasihnya di kabarkan meninggal dan adiknya Diandra terancam jika dia tak menurut.


Hancur sudah kehidupan Bella entah akan jadi apa dia nanti, dia hanya bisa pasrah dengan semua keadaan yang menimpa dirinya, ini adalah karma untuk dirinya akibat perbuatannya di masa lalu yang menyakiti orang lain.

__ADS_1


Bella menatap ke arah mamanya, duka yang sangat dalam terlihat jelas dari netra hitam gadis itu. Hati yang hancur, tubuh yang lemah dan hanya bisa pasrah dengan keadaan.


Deghhh


Relung hati nyonya Helen akhirnya terketuk saat melihat putri semata wayangnya, namun keegoisan membuatnya tak berkutik, dia ingin menaikkan namanya di antara orang orang terkenal di dunia, dia ingin menjadi populer, dia ingin dikenal sebagai seorang Helen yang berpengaruh persis seperti di masa kejayaannya di masa silam.


Rasa ingin memiliki segalanya menguasai wanita itu sehingga dia mengenyampingkan perasaan anak gadisnya sendiri.


“Kau harus berhasil Bella, setelah ini, aku janji akan melepasmu,” batin Helen dengan segala keserakahannya.


Sementara itu di Indonesia, Diandra tampak sangat gelisah dia terus memikirkan bagaimana keadaan Bella saat ini, dia terus terhubung dengan suaminya, saat ini dia, Otniel Joy dan Reva sedang berada di rumah sakit dimana William dirawat dan masih belum sadarkan diri.


Sean dan anak buahnya berjaga di luar bahkan rumah sakit itu di kawal dengan ketat, William di rawat di lantai khusus rumah sakit yang sudah dikosongkan dan dikhususkan untuk mereka demi keamanan.


“Kak Dian tenanglah, jangan panik semua akan baik baik saja,” ucap Joy yang duduk di samping Diandra.


“Aku takut Kak Bella kenapa kenapa,” ucap Diandra.


“Sayang semua akan baik baik saja, kami akan memastikan Bella aman, kamu tenang ya,” ucap David yang terhubung dengan mereka dari Jerman.


“Tenang saja nak, kamu bisa mengandalkan kami, fokus saja pada kesehatanmu, jangan panik ,” ucap Luna.


“Baik Ma,” jawabnya.


“Ku harap Kak William segera sembuh,” ucap Diandra sambil menatap William yang masih saja terlelap.


“Aku tidak yakin apa dia akan bangun melihat cedera otak yang dialaminya,” batin Otniel.


Sementara itu di Jerman Seluruh perusahaan besar telah berkumpul di hotel mewah milik keluarga Aniston. Tuan Brandon tampak bangga melihat acara pertemuan yang diatur di hotel bintang lima miliknya, ini akan memberikan keuntungan yang sangat banyak bagi perusahaan mereka.


“Hahahah aku akan membangun kejayaanku kembali hari ini, “ tawa tuan Brandon menyambut kedatangan seluruh tamu undangan. Mereka akan merayakan pesta besar sekaligus mencari kesempatan untuk mencuri perhatian sang tuan Nicholas yang rumornya akan memberi kebebasan kepada siapa pun untuk menjalin kerja sama dengan dirinya namun para pengusaha itu harus berusaha menarik perhatian Nicholas dengan berbagai cara.


Bessara masuk ke dalam aula pesta sendirian tanpa Bella dan Helen alasannya karena Brandon ada disana, mereka tak ingin menambah masalah dengan terlihat bersama.

__ADS_1


Helen dan Bella masuk ke aula besar itu, tuan Brandon menatap Istri dan anak tirinya lalu menghampiri mereka, dia tidak pulang selama berhari hari namun dia mendapat info dari Helen kalau wanita itu dan Bella akan datang ke acara pertemuan itu. Pria itu menjadi bodoh hanya karena uang dan status, dia benar benar telah dikuasai oleh keinginan untuk memperkaya diri.


“apa kau sudah menemukan wanita itu Helen? Kenapa sampai sekarang aku belum mendengar kabar ?” Brandon langsung bertanya mengenai Diandra dan Reva.


“Sayang, semua butuh waktu dan kau tau sendiri kan kalau kita kekurangan uang , aku tak ingin memberatkanmu dengan menyewa detektif mahal hanya untuk menyelesaikan dua wanita itu,” ucap Helen seraya bergelayut manja di lengan Brandon.


“Ck.... Jika sampai Diandra mendapatkan kembali ingatannya, kita berdua akan berada dalam masalah besar Helen, dia pasti akan mengambil kembali perusahaan ini, dan kau tidak akan mendapat apa apa,” ucap Brandon .


“Ck... aku tau tanpa harus kau beritahu Brandon, aku yang akan mengurus itu,” batin Helen sambil menatap sinis ke arah Brandon .


“Aku tau sayang, aku akan mengurusnya, fokuslah pada perusahaan,” ucap Helen yang langsung berubah menjadi lembut padahal baru saja dia mengumpat.


Tak beberapa lama, sang tuan Nicholas yang tersohor yang namanya sudah sampai ke seluruh penjuru negeri memasuki area pesta. Tuan Nicholas tampak gagah dengan stelan jas formal berwarna Navy Blue dengan kemeja putih dan dan dasi senada dengan jasnya.


Penampilan yang sangat sempurna dan berhasil menghipnotis seluruh mata, topeng hitam itu masih setia bertengger di wajah tampannya, dia berjalan diikuti oleh Vasko yang mengenakan Masker, bersama kedatangan mereka masuk pula keluarga Park dari J.B grup.


Luna sang wanita elegan berhasil menghipnotis seluruh tamu undangan dengan kecantikannya yang tak luntur oleh waktu.


Seluruh mata tertuju pada mereka, aura kepemimpinan yang kuat dari orang orang itu sontak membuat orang orang terdiam membisu.


Bessara memperhatikan mereka dengan tatapan tajamnya, dia ingat jelas wajah Luna yang berani mengancamnya.


Drrtt.... Drrttt...


Ponsel Bessara bergetar pertanda ada panggilan masuk


“Kim?” gumam Bessara.


“Halo tuan kedua putri tuan sudah....”


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan komen


__ADS_2