Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Tantangan Vasko


__ADS_3

Ara tampak gugup saat melihat tatapan mata Joel, gadis itu segera mengalihkan pandangannya.


"Kenapa juga aku gugup?" batin gadis penjaga kasir itu.


Joel memandangi wajah Ara sebentar lalu mengalihkan perhatiannya ke arah lain, saat merasakan jantungnya berdegup tak normal.


" Aneh, sepertinya aku sakit jantung Niel!" celetuk Joel yang membuat Vasko dan Otniel menoleh pada pria itu.


"Heh kau gila? ada apa? apa kau tiba tiba merasa sakit?" tanya Otniel heran, setaunya Joel adalah orag yang sehat.


"Bukan, ini tiba tiba berdegup kencang, aneh kan?" gumam pria itu sambil melenggang keluar dari supermarket.


Ara menatap Joel, "orang aneh," pikir Ara.


Di Depan Supermarket,


Diandra menenggak minumannya dengan puas sambil tersenyum.


Sreett...


Tiba tiba ada yang menarik botol minumannya dengan paksa membuat David dan Diandra terkejut.


"Loh kok kamu minum alkohol Dian!!" Vasko menarik minuman Dian dengan nada sedikit membentak.


"Ehh kak..."


"Ini bahaya, David kenapa Diandra dikasih minum ini hah? dia bisa dalam bahaya!" kesal Vasko.


" Kenapa ibu hamil minum Alkohol, kamu bisa dalam bahaya, kau gimana sih Vid, kenapa kau turuti kalau Dian minta minum Alkohol!" Vasko berbicara dengan nada kesal.


Joel, Dian dan David saling menatap.


"Itu bukan alkohol," ucap Otniel yang melihat Diandra mengeluarkan isinya tadi.


"Hah? jelas jelas ini botol Soju Niel, kenapa kau bilang ini bukan alkohol? apa kau mau membenarkan perbuatan mereka?" Vasko terlihat bingung.


"Hahahahah... itu bukan Soju kak, cium deh hahahah," Diandra tertawa melihat wajah konyol kakaknya yang tidak peka.


Vasko mencium isi botol itu, matanya terbelalak saat mencium aroma strawberry disana.


"Ini Soju jenis apa? kok wangi?" celetuk Vasko dengan wajah bingung.


"Hahhaha itu minuman ibu hamil Vasko, kau ini ada ada saja, kau pikir Dian gila membiarkan Baby Bubu bahaya," Otniel menertawakan Vasko.


"Heheheh ya mana saya tau, jadi ibu hamil ribet ya, aneh aneh mintanya," celetuk Vasko.


"Namanya juga lagi mengandung Vasko, kau akan paham nanti kalau kau sudah menikah, kau akan melihat istrimu berjuang, itu sesuatu yang hanya bisa dilakukan wanita kuat," ucap David seraya mengusap lengan istrinya.


Diandra menatap suaminya sambil tersenyum.


"Menikah? ahh benar aku akan melamar Joy!" ucap Vasko.


"Secepat itu?" tanya Joel.


"Lebih cepat lebih hahahha,"Vasko Tertawa hanya dengan memikirkan rencananya.


"Wahh ini akan sulit Vasko!" Ucap David.

__ADS_1


Mereka semua menoleh pada David, kenapa tiba tiba pria itu berkata demikian?


"Susah kenapa yang?" tanya Diandra.


"Papanya Joy adalah orang yang sulit dihadapi, aku takut dia tidak setuju pada Vasko, bahkan mungkin...."


David terdiam saat melihat wajah Vasko yang muram.


"Ekhmm... maksudku disini kau harus berusaha, itu saja heheheh..." David terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.


"Apa pun akan kuhadapi untuk mendapatkan Joy!" ucap Vasko dengan penuh keyakinan.


"Ummm aku... sedikit ragu tentang itu,"gumam David yang masih bisa di dengar oleh Dian.


"Semoga berhasil Vasko, setelah ini kita kemana?" tanya Joel.


" Ummm... aku ingin membeli perlengkapan Edward karena kita akan tinggal disini untuk sementara waktu sampai Diandra melahirkan," ucap Otniel.


"Jadi kita tidak kembali ke Jerman?" tanya Vasko.


"Kurasa Jangan dulu Vasko, Dark horse Beru kehilangan pemimpi mereka, kita tidak boleh bertindak gegabah, bukan hanya Dian yang akan dalam bahaya, Edward dan Joy juga akan terkena dampaknya," jelas David.


"Ya David benar, kita harus menyelesaikan masalah di Jerman, tunggu semuanya aman, aku tidak masalah jika harus tinggal disini lebih lama," ucap Joel.


"Lalu pekerjaan kalian bagaimana?" tanya Diandra.


"Tenang saja sayang, itu semua sudah diatur," ucap David.


"Benar, lagipula di Jerman sebentar lagi musim dingin, jadi pertanian akan berhenti sementara waktu," tambah Joel.


" Hehehehe ya maaf, semua untuk kenyamanan bersama, lagi pula kita bisa mencari suasana baru disini," ucap David.


"Berapa lama kita akan tinggal di Indonesia?" tanya Diandra.


"Sampai Jerman cukup aman untuk kamu dan anak anak kita sayang," ucap David.


"Baiklah aku tak masalah selama aku bersama kalian heheh," Diandra tersenyum.


"Aku harus membawa Papa ke Indonesia, sudah saatnya kami berkumpul, lagi pula aku akan melamar Joy, dan ini adalah waktu yang sempurna!" batin Vasko.


"Kak Vasko kenapa diam?" tanya Diandra.


" Hmm? sedang memikirkan cara melamar yang romantis," ucap Vasko dengan wajah serius.


"Prrfffthhh Hahahahah... ada ada saja kau, sepertinya di otakmu ini sudah dipenuhi dengan Joy!" celetuk David.


"Tentu saja," Vasko menjawab dengan bangga.


"Perjuanganmu akan sulit Vasko," batin David.


Diandra menatap suaminya, "Sebenarnya ada apa sih?" pikir Diandra.


"Ya sudah ayo kita pergi, kalian ikut tidak dengan kami?" tanya Niel.


"Ikut kak, Dian mau liat baju baju baby heheh," Ucap Diandra sambil mengusap perutnya.


"Wah baiklah kalau begitu, ayo berangkat!" ucap mereka.

__ADS_1


Mereka pun pergi meninggalkan super market itu dengan membawa banyak belanjaan mereka.


Joel menatap supermarket tadi, dia masih mengingat gadis penjaga Kasir dengan name tag Ara itu.


"Jika kita bertemu sekali lagi secara kebetulan maka aku akan menjadikanmu milikku, Ara," batin Joel menatap gadis itu, gadis yang baru ditemuinya dan bisa bisanya membuat jantung nya berdegup tak karuan sejak tadi.


Diandra dan Otniel menatap apa yang dilihat oleh Joel, seketika mereka berdua tersenyum tipis, sepertinya mereka berdua tau apa yang sedang dipikirkan oleh Joel.


Mereka berangkat menuju pusat perbelanjaan untuk mencari barang barang kebutuhan mereka.


Diandra dan David tampak berjalan berdua, Vasko sendiri menunggu di dalam Mobil, alasannya tentu saja untuk menghubungi kekasihnya, pria itu benar-benar telah dibuat tergila gila pada Joy.


Otniel dan Edward serta Joel berjalan di belakang Mereka.


"Yang kenapa bilang begitu tadi pada kak Vasko?" tanya Diandra.


"Tentang apa?" tanya David.


"Tentang Joy," jawabnya.


"Ummm Papanya Joy itu sulit sekali dihadapi, aku tidak yakin apa Vasko bisa memenangkan hati orangtuanya Joy, informasi terakhir yang ku dengar kalau Joy akan dijodohkan," ucap David.


Diandra, Otniel dan Joel terbelalak, mendengar hal itu mereka memikirkan bagaimana nanti nasib Vasko jika tidak direstui.


"Sulit seperti apa vid?" tanya Otniel.


"Dia mungkin tidak akan menyukai Vasko karena dia bertato, belum lagi jika tau kalau Vasko adalah leader Mafia, itu akan sulit," jelas David.


"Wahh bagaimana ini," gumam Diandra.


"Apa tidak ada kemungkinan kalau Vasko akan diterima?" tanya Joel.


"Semua itu tergantung Joy," ucap David.


"Jika dia berani melawan permintaan Papanya, mungkin Beliau akan melunak, Om Putra itu sudah dihadapi, tinggal Mama Luna dan Papa Gama yang bisa melunakkan pak tua itu, " ucap David


"Dan yang paling parah, mungkin Vasko akan dimaki," ucap David.


Mereka semua terdiam, ini benar benar sesuatu yang ada di luar dugaan mereka. Apa yang akan terjadi kalau Vasko tau hal ini?


"Joy memangnya mau dijodohkan pada siapa?" tanya Diandra.


"Belum tau yang, ahhh sudahlah kita lihat saja nanti, siapa tau Om Putra tiba tiba berubah jadi baik hahahahaha... kita lihat aja Vasko berjuang dulu," ucap David.


"Wahh Tantangannya berat nih, " celetuk Otniel.


"Dijodohkan itu apa Daddy?" Edward tiba-tiba bertanya membuat mereka menoleh pada pria kecil nan tampan itu.


"Eh... belum saatnya kamu tau nak," Jawab Otniel.


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😉😉

__ADS_1


__ADS_2