
Monika berjalan melenggak lenggok seolah dia adalah pemeran utama drama malam ini. Berjalan dengan gaun tak kalah mewah dengan pemilik acara, berdandan bak wanita kaya raya padahal hanya seorang parasit yang menumpang dan menyerap seluruh sumber daya yang bisa dia dapatkan dari keluarga itu.
"Kau yang terbaik Monika, jika pengusaha besar itu adlah seorang pria tampan dan muda akan kurebut dia, tetapi jika itu seorang pria tua akan kurebut juga hahahah lumayan hartanya," kekeh wanita itu sambil berjalan berlenggak-lenggok.
Vero dan Vernon menatap tajam ke arah Monika yang bertingkah seolah rumah ini adalah miliknya, seolah dia adalah penguasa di rumah besar ini.
"Aku benar benar ingin menghabisinya kak!" bisik Vernon di telinga Vero.
"Aku juga, tapi kita tunggu giliran kita Vernon, pertunjukan malam ini benar benar menarik, kau lihat kan bagaimana Papa dan Mama menahan malu mereka selama tamu tamu besar itu masih disini, jarang jarang kita menikmati drama seperti ini," ucap Vero.
"Hmm kau benar, tapi ulat keket itu sangat licik, apa tak sebaiknya kita basmi dia?" tanya Vernon.
"Tak perlu, kami sudah menyiapkan sesuatu untuknya," ucap Diandra yang kini duduk di samping Vero sambil mengunyah cemilan ibu hamil yang dia bawa dari rumah.
"eh... sejak kapan kau duduk disini?"
"baru saja, heheh... kalian mau?" tawar Dian sambil menyodorkan kotak cemilan ibu hamil yang masih belum di keluarkan dari kemasannya itu.
"kau sedang hamil?" tanya Vero saat melihat kemasan cemilan hamil itu.
"He.. em.. ada bom disini hahahah," Celetuk Diandra.
" apa kau tidak apa apa berada di tempat seperti ini? maksudku kau kan sedang hamil? bukannya sensitif?" tanya Vero .
"Hmm?" Dian menatap Vero.
"Aku tak masalah, terkadang tidak semua ibu hamil itu sensitif, aku malah suka menonton hal seperti ini, sepertinya anak ku akan jadi seorang pemimpin besar hahahah..." ucap wanita itu sambil terus tertawa.
Hormon kehamilan membuat mood nya benar benar berubah, tetapi dia lebih banyak tertawa setelah membuat berbagai macam drama yang menyebabkan orang lain kelimpungan.
"Aneh ya, temanku saat dia hamil bahkan tak bisa makan apa apa di trimester pertama, pusing, mual dan muntah setiap hari, baru kali ini aku melihat ibu hamil seperti dirimu," tukas Vernon yang juga merasa heran.
"Aahahah... apa kalian sepenasaran itu? kehamilan pertamaku juga begini, mungkin anak anakku tau kalau Mama mereka tidak akan kuat hehehe, sudahlah ngapain kita bahas ini, ada drama disana!' ucap Diandra.
__ADS_1
kembali fokus ke Monika, dia berjalan tanpa mempedulikan sekeliling, bergaya seolah dia yang paling cantik.
"Ekhmm... Selamat malam semuanya," sapa Monika, namun tak ada satu pun yang mendengarkan wanita itu, mereka sibuk dengan pembicaraan mereka masing-masing sedangkan Monika yang menyapa mereka masih sibuk memperhatikan dirinya sendiri.
Otniel melirik wanita itu dengan lirikan tajam dan menyeramkan, tangannya masih menggenggam tangan Chelsea, dan tanpa sadar dia mencengkram tangan gadis di sampingnya itu sedikit lebih kuat.
Chelsea menoleh ke arah pria itu, Dan mengikuti arah pandang Otniel, ternyata dia melihat Monika yang datang dengan gaya glamornya.
"Dia yang menghina anakku kan Chelsea?" tanya Otniel dengan nada pelan tanpa melirik Chelsea karena fokusnya saat ini adalah si manusia bunglon itu.
"Eh.. i... iya," jawab Chelsea pelan.
Tangan Otniel masih menggenggam erat tangan Chelsea, seolah melindungi gadis itu dari pemangsa yang siap memburunya. Dia menjaga Chelsea dari kedua orangtuanya yang sejak tadi melirik Chelsea dengan lirikan licik yang mereka pikir tidak akan diperhatikan oleh semua orang.
"Jangan gugup begitu, dia juga membuatmu kesulitan kan?" tanya Otniel yang kini mengalihkan perhatian pada Chelsea, menatap mata gadis itu dengan dalam dan serius, membuat Jantung Chelsea seolah sedang lari maraton, belum pernah dia sedekat ini dengan seorang pria.
"Jawab, apa benar dia membuatmu kesulitan?" tanya Otniel lagi, dengan lugunya Chelsea mengangguk, sebab memang benar kalau Wanita itu yang membuat Chelsea kesulitan, menguntitnya kemana mana dan membuatnya tak bisa tenang.
Otniel tersenyum tipis, dan sangat tampan, dia menyingkirkan anak rambut gadis itu dan mencolek hidungnya," kau anak baik," ucapnya .
Sementara itu ,karena merasa tak ada yang memperhatikan, Sekali lagi Monika menyapa mereka sambil mengangkat kepalanya dan menatap mereka dengan arogan.
"Halo semuanya!" sapa Monika dengan lantang.
Kali ini mereka menoleh, suasana hening sebentar, tak ada tawa, tak ada yang bergerak bahkan terkesan sangat menyeramkan, seolah waktu berhenti sejenak namun sedetik kemudian mereka kembali dengan urusan mereka.
Luna dan Gama yang sangat senang dengan berita kalau putra kembar nya juga akan menikah, Diandra yang sibuk bergibah dengan si kembar Vero dan Vernon dan yang lain dengan kegiatan mereka masing-masing, tertawa bercanda, makan dan menikmati acara itu.
Monika mengepalkan kedua tangannya menatap kesal ke arah para tamu, namun seketika itu matanya terbelalak saat melihat siapa tamu yang hadir di rumah itu saat ini, keluarga besar Park dengan segala rumor tentang mereka.
"ke.. keluarga Park!!" ucapnya dengan nada terkejut, pada saat itu lah semua orang diam dan berbalik menatapnya dengan tatapan tajam.
Tuan Shena dan Nyonya Maya juga turut dia membatu saat melihat tatapan singa lapar mereka dapati dari seluruh tamu yang ada dalam ruangan itu.
__ADS_1
Monika terkejut bukan main, syok, takut dan panik, itu yang sedang dua rasakan saat ini. ketakutan menggerogoti jantungnya seolah saat ini dia sedang menghadapi penghakiman terakhirnya dan akan segera dicampakkan ke api neraka.
Tangannya gemetar, keangkuhannya masih tersisa sedikit, dia mengangkat kepalanya berusaha tetap elegan dan anggun sebab dia menghabiskan banyak uang untuk mencuri pesta malam itu.
"Ekhmmm.... Halo semua, perkenalkan saya Monika Alanta Shena, anak dari adik lelaki paman saya tuan Shena, senang berkenalan dengan kalian!" sapa nya dengan anggun dan sombong.
"Siapa dia? mengganggu saja!" celetuk Diandra.
"Cuma seorang parasit Diandra, tak usah hiraukan, kita lanjut saja cerita kita tadi," balas Vero dengan nada menusuk tajam seperti anak panah.
Monika benar benar dipermalukan malam ini, namun dia masih memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi.
Orang orang kembali membicarakan topik mereka tanpa peduli pada Monika. Monika yang merasa tak bisa mencari perhatian menaruh perhatiannya pada Otniel yang tampak sangat dekat dengan Chelsea, mereka tampak berbincang-bincang dari kejauhan, meski pun sebenarnya Otniel hanya berlakon, sejak tadi dia menatap wajah Chelsea seolah mereka sedang berbincang.
"Hai Pak Dokter, Daddynya Edward kan?" ucap Monika dengan suara kuat.
Tuan Shena dan Nyonya Maya yang belum tau kalau Otniel memiliki anak angkat langsung menangkap pembicaraan itu.
"Chelsea kau terlihat cantik dengan gaun ini, tapi apa kau nyaman?" tanya Otniel yang mengacuhkan Monika.
"Eh... A..aku...
"Ekhmmm... jadi ternyata pak dokter yang dijodohkan dengan wanita bodoh ini!" tukas Monika dengan gaya arogannya, tampaknya dia tak tenang kalau tak bermasalah dengan banyak orang.
"Aku seperti mendengar suara anjing menggonggong, apa kau melihat anjing disini El sayang?' ucap Otniel seraya menatap Chelsea.
Chelsea tak tau harus berbuat apa, dia diam saja mengendalikan dirinya yang gugup.
"Hei dengarkan aku!!" teriak Monika.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊