Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Chel


__ADS_3

Otniel tampak uring uringan di dalam kamarnya, apalagi saat melihat beberapa hari ini Chelsea terlihat sangat dekat dengan Jerry.


Otniel dan Diandra sudah pulang ke rumah dan kembali sehat, Dian di jaga ketat karena sedang hamil muda, dia tidak diperbolehkan terlalu lelah.


Seperti kehamilan pertamanya dulu, Diandra diurus sepenuhnya oleh Otniel dan Otniel yang meminta hal itu langsung, dia tak percaya pada orang lain sejak kejadian kejadian yang menimpa keluarga dan orang orang yang dia sayangi.


Otniel berdiri di balkon lantai dua dimana ruangan bermain berada, dia mondar mandir disana sambil menatap taman bunga milik si Mama Park yang benar benar indah dan terawat dengan baik.


Berjalan kesana kemari seperti setrikaan sambil menggigit ujung jarinya memikirkan Chelsea.


"Apa aku kurang manis padanya? Hmmm apa langsung ku lamar saja? Ck...kenapa mendekati seorang gadis sesulit ini," Gumam Otniel, dia menatap Emily, Edward, dan Jacob yang sedang bermain bersama lebih tepatnya kedua bocah cerewet itu sedang mengganggu si anak super dingin, Jacob.


"shhh.... Apa kutanya Edward dulu ya?"Gumamnya lagi.


"Edward, kemari nak ada yang mau Daddy tanyakan!" Panggilnya.


Edward menghampiri Daddynya," ada apa Daddy?" Tanya bocah kecil itu.


"Hmmm kalau Daddy memilih Dokter Chelsea menjadi Mommy kamu, apa kamu suka?" Tanya Otniel.


"Daddy, c'mon sudah tiga puluh kali Daddy menanyakan itu hari ini dan ini yang ke 31nya, dan jawaban Abang tetap sama, Abang setuju apa pun keputusan Daddy, karena Abang suka sama Dokter Chelsea, itu pun kalau dokter Chelsea mau sama Daddy, " Ucap Edward.


"Apa menurutmu Dokter Chelsea akan menerima Daddy?" Tanya Otniel.


Edward berdiri berjalan mundur sambil menaruh tangannya di dagunya, terlihat seperti seorang kritikus.


"Hmmm... Kalau Daddy melamar calon mom dengan celana boxer Hello kitty dan piyama Doraemon serta rambut acak acakan ini, pasti dokter Chelsea akan menolak Daddy, ck... Ck.." celetuk Edward sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ck... Haisssh dasar anak durhaka kamu, bapak sendiri dikatain," Celetuk Otniel yang malah kesal dengan jawaban nyeleneh putranya.


"Pffthh ahhahaah, kan memang benar Daddy, mana ada perempuan yang mau sama Daddy kalau penampilannya begini hahhahaha"Edward malah menertawakan Daddynya.


"Hahahaha cucu Nenek benar benar pintar sekarang, " Suara tawa Luna terdengar di ruangan itu membuat mereka menoleh pada wanita lebih dari setengah abad itu.


"Maaaa...." Rengek Otniel.


"Kok malah ngetawain Niel sih, ihh si Mama gak seru ahh..." Rengek pria itu, dia selalu saja bersikap manja pada Mamanya.


"Hahahah... Yang dikatakan Edwar benar, kamu pasti akan ditolak mentah mentah kalah penampilannya kayak gembel begini hahahhaha" Luna juga turut tertawa.

__ADS_1


"Ck... Kenapa kalian sama saja, aku juga kan tak mungkin melamar Chelsea dengan pakaian seburuk ini," Celetuk Otniel.


"Hahaha iya... Iya itu cuma candaan sayang, joke sayang joke," Ucap si Mama Park seraya menepuk kepala Putranya hal yang sangat di sukai oleh Otniel.


"Ma, apa Niel lamar saja Chelsea Sekarang? Kita ancam keluarga nya dan buat dia mau sama Niel, setelah itu kita balasan perbuatan perempuan itu pada Edward dan balas perbuatan jahat mereka pada Chelsea," Usul Otniel yang kini sedang memeluk Namanya dari belakang.


"Hmm? Apa kau yakin mau melakukan itu? Apa menurutmu Chelsea akan mau? Bukannya sama saja kalau kita memaksa nya?" Tanya Luna.


"Lebih baik Ma, daripada Dia dijodohkan dengan kakek kakek tua itu, lebih baik kita buat kesan seolah kita membeli Chelsea daripada Chelsea tersiksa di rumah itu," Ucap Otniel.


"Darimana kamu tau dia tersiksa?"


" Aku sudah mencari tau semua tentang dia Ma, kasihan juga dia, tapi aku salut dia bisa bertahan dalam keadaan itu selam ini, benar benar seorang gadis yang kuat, " Jelas Otniel.


"Ohoho.... Apa anak Mama sudah secintanitu pada calon mantu Mama sampai mencari tau segala sesuatu tentang dia?" Goda Luna.


"Hehehe ya begitulah Ma, Niel rasa dia akan cocok jadi Momnya anak Niel, dia penyayang, hanya perlu belajar sedikit tentang cara berbica yang lebih baik jika di depan anak anak," Ucap Otniel.


"Ohh apa dia sering bicara kasar?"


Tanya Luna sambil menatap putranya dengan mata berbinar binar.


"Wahhh kalau begitu kita kamar saja dia sekarang, nanti kalau udah jadi menantu Mama yang akan mengajarinya untuk lebih cerewet lagi, itu perlu biar rumah tangga kalian nantinya tetap kuat,"


"Mama gak nyangka kamu bertemu dengan gadis sehebat itu Niel, Mama senang!!" Serunya yang memang tampak terlihat sangat senang saat mengetahui fakta baru tentang calon menantu nya.


"Ma..Mama senang? " Otniel cukup Terkejut.


"Tentu saja!"


"Wahh kupikir Mama tidak akan setuju karena tau kalau Chelsea agak kasar dan kurang menempatkan diri, tau taunya Mama malah mendukung banget ya," Ucap Otniel.


"hahhaah kalau melihat Chelsea, Mama jadi ingat masa lalu, kaki Mama buntung tapi Mama berjuang sekuat tenaga untuk bisa tetap hidup, yahh semua orang punya kisah masing-masing, dan Mama Harap kisah kalian bertiga anak anak kandung Mama akan lebih bahagia, " Ucap Luna.


"Pasti Ma, kami akan bahagia, doakan kami," ucap Otniel.


"Hmmm... Kalau begitu mulai sekarang kau sudah bisa berganti pakaian, mandi dan jadi pria tampan kita akan melamar pujaan hatimu itu, masa iya mau lamar anak oran tapi pakai piyama?" Celetuk Luna.


"Baiklah Mamaku sayang, anakmu yang ganteng ini mandi dulu," Ucap pria itu.

__ADS_1


sementara itu, di rumah keluarga Chelsea di bagian lain kota itu, terlihat sebuah kamar yang dijaga ketat oleh pengawal bahkan b


yang masuk kesana pun hanya pelayan pelayan tertentu yang sudah disiapkan oleh Papa dan Mama Chelsea.


Alasannya adalah untuk menjaga Agar anak gadis mere tidak kabur, sebab sebentar lagi calon besan mereka akan tiba untuk mempersunting Chelsea dan ini adalah sebuah keuntungan besar bagi mereka sebab perusahaan besar itu sangat menyukai Chelsea dan berjanji akan memberikan bayaran yang setimpal jika mereka memberikan Chelsea pada mereka.


Brak.. brak.. brak..


"Bukaaaa....." Pekik Chelsea dari dalam kamarnya, dia memukuli pintu kamar sampai tangannya terluka dan berdarah.


Gadis itu menangis, sehari yang lalu dia diculik saat perjalanan pulang ke apartemennya, dia dibawa oleh anak buah yang datang bersama Monika saudara sepupunya.


"Bukaaa... Keluarkan aku dari sini!!!!"


"Hiks hiks hiks... Kenapa kalian melakukan jnj padaku, kalian keluarga gila, gila harta gula uang!!!! Arrhhhhhhhh... Lepaskan aku!!!!" Teriak Chelsea sambil menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya.


Kondisinya menyedihkan, ada beberapa luka lebam di tangannya karena di pukul oleh Papanya sendiri saat dia melakukan perlawanan.


"Lepaskan aku.. hiks hiks hiks.. lepaskan aku!!!!"


Seorang wanita dengan rambut bergelombang dan tahi lalat di bawah bibir nya datang, wanita yang sebenarnya sudah berusia tua itu tetap terlihat kencang karena perawatan mahal yang dia lakukan, disampingnya ada Monika si wanita ular yang bermulut racun itu.


"Buka!" Titah wanita yang biasa disapa Nyonya Maya itu.


Pintu di buka, tampaklah keadaan kamar yang begitu berantakan.


Chelsea berdiri menatap mereka dengan nafas naik turun, sambil menaruh sebuah gunting di lehernya.


"Apa kalian ingin melihatku mati disini!!!!" Teriak gadis itu, dia sudah melukai lehernya sendiri, darah menetes dari goresan gunting di lehernya.


.


.


.


Like, vote dan komen πŸ˜‰πŸ˜‰


Maaf, author cuma up segini, author lagi sakit, mohon doanya biar author cepat sembuh πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

__ADS_1


__ADS_2