Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Nasehat Joel


__ADS_3

Joy menatap kepergian Otniel dan David dari rumah itu. Pikirannya langsung tertuju pada Vasko yang menyelamatkan dirinya saat di pinggir jalan tadi.


"Apa dia terluka? bagaimana ini? kenapa juga aku begitu kasar padanya tadi, apa dia terluka saat menyelamatkanku tadi, tapi dia terlihat baik baik saja," Gadis itu tampak mondar mandir di ruangan depan sambil menggigit jarinya.


Jika tadi dia cuek dan tidak peduli dengan Vasko maka saat ini hati dan pikirannya kacau karena memikirkan perkataan Otniel dan David tadi.


"Joy kenapa mondar mandir seperti setrikaan disitu?" tanya Joel yang baru turun bersama Diandra.


"Ehh kak... Ng... nggak kenapa," ucap ya tersenyum canggung terlihat bagaimana cara gadis itu menatap mereka berdua.


"Ck... kau pasti melakukan kesalahan, ada apa denganmu?" tanya Diandra dengan tatapan menyelidik yang membuat Joy gugup.


"Tidak apa apa... emmm kak Niel dan kak David mau kemana tadi?" tanya Joy mengalihkan pembicaraan.


"Menjemput Vasko, dia terluka, sepertinya kecelakaan," jawab Joel.


Joy terkejut, dia bahkan terlihat Shock saat Joel mengatakan hal itu.


"Ba... bagaimana bisa?" Joy bertanya dengan nada gugup yang justru mengundang kecurigaan Diandra dan Joel.


"Ya mana kami tau Joy, lagian buat apa kau menanyakannya bukannya kau tidak tertarik pada Vasko?" tanya Joel dengan nada menyindir.


"Ehh... ehkkmmm... aku hanya bertanya saja, aku memang tidak tertarik, kalau begitu aku ke belakang dulu!" ucap Joy sambil melangkah dengan tegas seolah mengatakan kalau dia tidka peduli padahal hatinya sudah risau dan khawatir saat ini.


Diandra dan Joel menatap gadis itu,"Mencurigakan!" ucap mereka berdua sambil saling menatap.


"Mereka berdua ini membuatku pusing kak," ucap Dian.


"Apa? kau pusing? mual? mau muntah? "Joel lari dari topik pembicaraan ada ada saja pria itu, bisa bisanya di saat seperti ini dia sempat sempatnya bercanda.


"Bukan begitu kak, maksud ku aku heran dengan Joy dan Kak Vasko, dari yang kulihat mereka berdua saling suka, tapi Kak Vasko terlalu gengsi menjelaskan kesalahpahaman mereka di masa lalu dan Joy tidak sabaran, terlalu emosian, belum apa apa sudah salah paham," cerocos Diandra.


"Hmmm kau benar, mereka berdua shhh..... sepertinya tidak waras," ucap Joel.


"Mereka benar-benar aneh, apa yang harus kita lakukan untuk mendekatkan mereka kak?" tanya Diandra pada Joel.


Joel menatap adiknya itu sambil berpikir.


"Ummm.... " Mereka saling menatap...


Klak...


Keduanya menjentikkan jari mereka.


"Begini saja...


Diandra dan Joel merencanakan sesuatu yang akan mereka lakukan untuk membuat Joy dan Vasko bersatu dan menghapus kesalahpahaman diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Apa kau yakin ini akan berhasil kak?" tanya Diandra pada Joel, mereka berdua sedang duduk di ruang santai bersama sambil ngemil sembari menunggu kedatangan David, Otniel dan Vasko.


"Ini akan berhasil, aku yakin ini akan berjalan dengan lancar, " ucap Joel.


"Baiklah, kita lakukan mulai sekarang, tapi bagaimana kita memberitahukan pada Kak David dan Kak Niel?" tanya Diandra.


"Tenang saja, aku sudah mengirim pesan pada mereka," ucap Joel sambil mengangkat ponselnya.


"Wahhh kau yang terbaik kak!" seru Diandra sambil mengangkat jempol nya.


"Tentu saja, Ehh bagaimana keadaan Baby Bubu, ponakanku sehat kan?" tanya Joel.


"Dia sangat sehat uncle Joel, " jawab Diandra.


"Hmmm syukurlah, jaga dia baik baik Diandra, kita semua sudah merasakan pahitnya hidup tanpa cinta orang tua, jangan sampai baby Bubu juga mengalami hal yang sama," Joel menasehati Diandra.


"Apa pun yang terjadi di masa depan nanti, kamu harus memilih untuk percaya pada suamimu, aku yakin David orang yang bertanggung jawab, dia akan melindungi keluarganya, kau harus percaya, kalian harus saling percaya dan terbuka," ucap Joel.


"Baik kak, akan kulaksanakan terimakasih atas nasehatnya, aku akan mengingat itu dengan baik," balas Diandra sambil tersenyum.


"Hmmm... aku tau, tapi Dian setelah publik tau identitas suamimu, akan banyak goncangan terhadap rumah tangga kalian, banyak godaan di luar sana, apa pun yang akan terjadi pertahankan suamimu dan rumah tangga kalian, kakak akan selalu menjaga kalian," ucap Joel.


"Kakak benar, di luar sana banyak orang jahat, aku harus jadi Ibu dan istri yang kuat untuk melindungi keluarga ku, aku akan mengingat itu kak," ucapnya.


"Hmmm... ternyata si gadis cerewet ini sudah dewasa ya hahahhaha..... aku yakin kau akan jadi ibu yang hebat!" ucap Joel sambil mengangkat jempolnya.


"Joel tolong bantu Vasko!" teriakan seseorang terdengar jelas di ruangan itu.


Diandra dan Joel langsung berdiri dan menghampiri mereka.


Tampak Vasko di bawa masuk dengan menggunakan kursi roda, kakinya di perban begitu juga dengan lengannya.


"Kak apa sebenarnya yang terjadi? kenapa Kakak sampai terluka?" tanya Diandra dengan suara panik saat dia melihat siluet Joy yang mengintip mereka dari balik pintu.


"Kakak terjatuh tadi, lengan dan kaki kakak terluka, jangan panik kakak baik baik saja, hanya butuh istirahat," ucap Vasko.


"Haihh.... kenapa bisa begini sih, kak Niel apa yang harus kita lakukan?" tanya Diandra.


"Aku tidak terlalu hebat Merawat pasien patah tulang, kak Aurel yang hebat dalam bidang itu, aku akan meminta kak Aurel merawat Vasko supaya cepat sembuh, sentuhan tangan kak Aurel sangat lembut lagi pula mereka terlihat cocok," ucap Otniel.


"Apa kau mau mengambil kesempatan Niel?" Nada suara Vasko terdengar tidak enak.


"Ohhh ayolah kak, kakak harus di rawat kak Aurel, lagi pula aku berharap kak Aurel dan Kak Vasko bersama, ini akan jadi hal yang membahagiakan," pinta Diandra dengan sedikit merengek.


"Ya keputusan nya aku akan meminta kak Aurel merawat Vasko, lagi pula kalian sudah sama sama dewasa, mungkin menjodohkan kalian adalah hal yang tepat," ucap David.


"Hei, apa kalian tidak tau siapa yang kusuka? jangan begini aku tidak setuju!" tolak Vasko dengan tegas.

__ADS_1


"Cintamu bertepuk sebelah tangan kak, sepertinya gadis yang kakak suka tidak menyukai kakak, jadi buat apa kakak mengharapkan gadis seperti dia yang selalu mendahulukan egonya!" ucap Diandra.


Joy terdiam mendengar semua percakapan mereka, ada rasa sakit di hatinya saat mendengar kalau mereka akan menjodohkan Vasko pada Aurel yang notabenenya adalah seorang wanita dengan paras yang sangat cantik.


"Tapi aku menyukai kak Vasko , aku... aku hanya kecewa dengan dia, kenapa kalian melakukan ini?" lirih Joy sambil mengintip mereka.


"Aku akan menghubungi kak Aurel, dia Yang akan mengambil alih pengobatan Vasko," ucap David.


"Jangan!" terdengar suara seorang gadis yang sedari tadi mengintip mereka, hati Joy panas saat mendengar mereka akan mendekatkan Vasko pada Aurel, tentu dia tidak rela, setidaknya dia memiliki sedikit harapan saat mendengar Vasko menolak.


Mereka semua terkejut mendengar gadis itu, mereka menatap Joy dengan tatapan heran, begitu juga dengan Vasko, hatinya berdesir saat melihat gadis pujaannya.


"Kenapa jangan?" tanya Diandra.


"Emm... Bu... bukannya kak Aurel dokter jantung? itu sudah beda jurusan, lagi pula kak Niel kan hebat dalam berbagai bidang kenapa tidak kakak saja?" ucap gadis itu dengan berani.


"Aku tidak mau, aku dokternya Diandra, aku mungkin bisa merawat Vasko tapi dia butuh pendamping yang mengganti perban dan memperhatikan pola makannya," ucap Otniel dengan tegas.


"Benar kata Niel, lagi pula kenapa kau melarang, kau kan bukan siapa siapanya Vasko?" pedas memang tapi itu kenyataannya memang begitu.


Mereka menoleh pada Joel yang kata katanya sangat pedas.


"Emm... A.. aku aku kekasihnya, mulai hari ini aku kekasihnya, aku menerima permintaan mu waktu itu, maka aku berhak melarang mu, jadi biar aku yang merawatmu!" Joy dengan tegas mengatakan itu di depan mereka, meskipun gugup dan malu dia melanjutkan kata katanya dengan baik.


Diandra, David, Joel dan Otniel saling melirik, rencana mereka berhasil ternyata tidak harus sampai melibatkan banyak orang.


Vasko sendiri terbelalak, dia melihat gadis itu sangat berani persis seperti beberapa tahun lalu.


"Baiklah kau yang mengurus nya, kami pergi dulu!" ucap mereka sambil beranjak keluar rumah meninggalkan kedua sejoli itu dalam keadaan super canggung.


Diandra, Joel, Otniel dan David tertawa terbahak-bahak melihat wajah kedua orang itu, rencana mereka ternyata berhasil dilakukan, hanya sedikit memberi api, Joy sudah Langsung beraksi mudah sekali.


"Hahahhaha kuharap mereka bisa bersama, saling suka tapi kok kayak main kucing kucingan kan aneh," celetuk David.


"He... em... kalau begitu kita pergi yuk jalan jalan!" seru Diandra.


"Let's go!!!" seru ketiga laki laki itu sambil masuk ke dalam mobil.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉😉


Joy Gercep amat dah

__ADS_1


__ADS_2