Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
selesai


__ADS_3

Sesuai dengan jadwalnya telah ditentukan, Otniel kini sudah dibawa ke ruangan Operasi, Chelsea akan membedah saraf di bagian tangan dan punggung belakang Otniel sebab bukan hanya saraf tangannya yang bermasalah,saraf dari bagian otak ke punggung juga mengalami masalah karena efek begadang dan tidur tidak teratur selama ini.


Otniel berbaring di atas meja operasi, menggunakan pakaian pasien. dia yang biasanya menangani pasien justru menjadi pasien saat ini.


Chelsea masih di luar mempersiapkan dirinya untuk memimpin operasi Otniel, saat Chelsea sedang bersiap tiba tiba Edward menyelonong masuk ke tempat persiapan dokter bedah itu.


" Mom El," Suara bocah itu terdengar lirih, sejak kejadian waktu itu, Edward dan Emily lebih suka memanggil Chelsea sebagai Mom El mereka, rasanya nyaman.


Chelsea terkejut melihat Edward ada disana, dia menatap bocah kecil yang memasang wajah Khawatir dan takut itu.


"Edward ada apa? Kenapa kemari sayang? Siapa teman kamu?" Chelsea menghampiri Edward kecil dan memeluk anak itu lalu menatap Edward dengan tatapan lembut.


aksi gadis itu tak luput dari perhatian Diandra dan Jenny yang mengintip mereka dari luar.


"Dia memang sangat mirip dengan Jess, pantas saja Niel bisa move on," Bisik Jenny pada Diandra.


"Aku tak mengenal Jesslyn tapi kurasa karena kau mengatakan dia mirip dengan Chelsea, kurasa dia memang orang yang sangat baik," Ucap Diandra.


Kembali lagi ke dalam ruangan persiapan, Edward menatap Chelsea dengan tatapan khawatir, sejak bertengkar dengan Daddynya, Edward sama sekali tak bisa tidur bahkan dia tidak bisa tenang karena Otniel akan melakukan operasi.


dia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Daddynya, dan hal itu terus mengganggu pikirannya.


"mom, Edward mohon..." Anak kecil itu duduk sambil berlutut di depan Chelsea.


Betapa terkejutnya Chelsea saat Edward melakukan itu, bahkan Diandra dan Jenny juga sama terkejutnya dengan apa yang dilakukan Edward, hal yang tak terduga sama sekali saat pria kecil itu berlutut di depan Chelsea.


"Nak ada apa? Jangan begini, apa yang kau lakukan!!" Chelsea langsung berjongkok dan menatap Edward yang duduk sambil bersimpuh, seperti sedang memohon pada Chelsea.


"Ada apa hmm?" Chelsea mengangkat wajah anak kecil itu, dia benar benar terkejut saat melihat wajah Edward yang sudah memerah menahan tangis matanya berkaca kaca dan Isak tangis nya dia sembunyikan sebaik mungkin.


"Edward mohon... Selamatkan Daddy Edward hiks hiks hiks... Daddy adalah hidupnya Edward, Edward gak mau Daddy pergi, cuma Daddy yang benar benar menerima Edward saat Edward di buang dan disiksa, Edward gak mau Daddy sakit hiks hiks hiks... Tolong Aunty, kumohon!!" Edward menangis derai air mata berjatuhan dari kedua pelupuk matanya.

__ADS_1


Chelsea benar benar terkejut mendengar penuturan Edward, ternyata anak itu bukan anak kandung Otniel, bahkan anak itu dibuang dan disiksa, tidak mendapatkan kasih sayang sama seperti dirinya meski berbeda alur cerita.


Greepp


Chelsea menarik Edward ke dalam pelukannya dan mengusap pucuk kepala anak kecil itu, matanya juga berkaca kaca, siapa yang tega melihat anak kecil yang polos itu menangis tersedu sedu memohon agar Daddynya diselamatkan.


"Semua akan baik baik saja, dokter janji akan selamatkan Daddy, Dokter janji kalau Daddy kamu akan kembali seperti dulu, Abang Edward jangan nangis, anak laki laki harus kuat kalau man lindungi Daddy," ucap Chelsea.


"Abang takut kalau Daddy..."


"sshhh... Daddy Otniel akan selamat,, Mom El yang akan memastikan itu sayang, kamu berdoa pada Tuhan agr Mom punya segala akal untuk menyelamatkan Daddy kamu," ucap Chelsea sambil mengusap Surai anak itu.


"Baik mom, Abang percaya pada Mom El dan Abang harap Mom akan jadi Mommynya Abang yang sebenarnya, " Ucap Edward yang begitu polos dan murni itu.


Chelsea terdiam mendengar permintaan Ede, bagaimana mungkin dia bisa menjadi Momnya Edward jika Otniel menyukai orang lain, hal itu tidak akan pernah terjadi.


"Mom janji akan sembuhkan Daddy Niel sayang, sudah tenang saja, ini sudah waktunya Mom harus siap siap dulu," Ucap Chelsea yang mulai akrab dengan sebutan itu pada dirinya.


"Terimakasih Mom," Ucap Edward yang memeluk Chelsea dengan erat.


Jenny dan Diandra masih menatap mereka, hatinya kecil Jenny menangis melihat ini, sifat Jesslyn memang benar benar dimiliki oleh Chelsea, penyayang, lembut dan tatapan mata yang sama itu benar benar membuat Jenny merasa kalau Jesslyn seolah kembali hidup.


"Dek, kakak merindukanmu, kamu baik kan disana? Ini gadis itu ya? Gadis yang mirip denganmu, dia memang memiliki sifat itu, sama persis denganmu padahal kalian tak saling kenal," Batin Jenny.


Akhirnya waktu untuk operasi pun tiba, semuanya sudah berada di dalam ruangan Opera termasuk Chelsea.


Otniel masih belum di bius, mereka semua berada disana dan tingkat ketegangan seolah semakin tinggi.


Chelsea masih menatap Otniel, dia sedikit gemetar menjalankan operasi pertama sebagai pemimpin operasi.


"Chelsea," Panggil Niel. Gadis itu menatap Otniel yang juga menatapnya. Tangan kiri Otniel terangkat, dia menggenggam tangan gadis itu dan berkata,"aku percaya padamu, kau mampu, kau bisa, fokus dan konsentrasi adalah kuncinya, jangan panik, kau pasti akan menyelesaikan nya, aku percaya padamu Momnya Edward," Ucap Otniel dengan lembut untuk menenangkan Chelsea.

__ADS_1


Chelsea mengangguk paham," aku akan pastikan kau sembuh," Ucap Chelsea dengan yakin.


Akhirnya Otniel dibius, Chelsea memulai pekerjaannya, pertama sekali dia membedah dan memperbaiki saraf di bagian tangan Otniel, kedengarannya cukup sepele dan mudah, namun nyatanya ini sangat sulit, apalagi untuk menemukan bagian saraf yang bermasalah.


Chelsea membuka bagian tangan Otniel dan berhasil menemukan saraf yang bermasalah lalu memperbaikinya sesuai dengan prosedur yang sudah dia pelajari dan kembangkan.


Operasi pada bagian tangan sukses dan Otniel tidak menunjukkan tanda tanda vital yang bermasalah, semuanya tampak stabil.


Paramedis yang turut serta tercengang dengan ketenangan Chelsea selama di ruangan Operasi, yang terdengar di dalam sana hanya suara alat alat operasi yang bekerja, hening tak ada yang mengganggu konsentrasi.


Dia luar ruangan operasi, tampak seluruh keluarga besar Otniel menunggu operasi, pasnagan Park juga stay disana begitupun dengan Sir Petra ayah angkatnya Otniel yang sudah pensiun dari kepolisian dan memilih tinggal di Indonesia.


"Apa dia gadis yang dimaksud Otniel?"Tanya Luna pada Diandra yang duduk menempel pada mertuanya Mikha.


"Iya Ma, dia Chelsea gadis yang disukai kak Niel, gadis buket bunga sewaktu di acara pernikahan kak Joel dan Ara" jelas Diandra.


"Wahh jadi kita akan segera mendapatkan menantu sayang, hahaha tak kusangka menantu pertamaku ternyata dibawa oleh putra bungsuku, tidak seperti dua manusia bebal itu, cihh... Punya gebetan tapi entah bagaiman nasibnya," Ketus Luna yang menyindir si kembar yang duduk di pojokan sambil memperhatikan Otniel dioperasi oleh gadis cantik itu.


Keduanya saling menatap sambil tersenyum tipis, entah apa yang dipikirkan kedua manusia aneh itu.


Kembali ke ruangan Operasi, Chelsea melakukan semuanya dengan lancar dan percaya diri, Opera yang dipimpinnya berhasil dan Otniel tidak menunjukkan gejala beresiko apa pun.


Seluruh petugas bernafas lega, mereka seolah melihat jelmaan Otniel mengoperasi dirinya sendiri di atas meja, aura yang dikeluarkan Chelsea, cara dia bicara dan memimpin Operasi sama seperti Aura yang dipancarkan oleh Otniel.


Prokk... Prok... Prokk


Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan itu.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2