
Di sebuah ruangan penuh dengan cahaya, terlihat beberapa orang sedang duduk di atas lantai menikmati cahaya matahari yang begitu terik hinga membuat kulit mereka terbakar akibat panas dari matahari yang begitu menyengat bahkan sampai membuat pengikat karet berwarna hitam yang terlilit di tubuh mereka mengetat dan berhasil menembus kulit mereka hingga terluka dan mengeluarkan darah.
“Akhh,..... shhh sakit,” ringis mereka saat ketiga orang itu membuka mata mereka.
Sebentar mereka mengerjapkan mata mereka dan menyesuaikan pandangan mereka dengan cahaya yang begitu menyilaukan. Ada sebuah dinding besar yang melingkar bagai kubah yang menutupi mereka namun tak ada atap sehingga sinar matahari yang begitu terik menembus kulit mereka.
Belum lagi angin yang begitu kencang dapat mereka rasakan menyentuh kulit mereka, dedaunan yang terbang ke arah mereka tidak terasa lembut melainkan terasa sangat sakit dan perih, membuat kulit mereka tersiksa karena sayatan sayatan halus dari lembaran daun yang beterbangan itu..
“Arrkhhhh... apa ini? Dimana ini, kenapa aku ada disini....” pekik seorang pria yang bisa melihat di depannya pemandangan pepohonan yang sangat lebat, pohon pohon menjulang tinggi ke atas dan hanya ada satu bangunan di daerah yang lebih tepat jika disebut sebagai hutan itu
Suasana yang begitu mencekam, mereka ada di atas puncak bangunan yang menjulang tinggi ke atas langit, berada di lantai paling atas bangunan misterius yang bahkan tak diketahui lokasinya dimana.
" Siapa yang melakukan ini akhhhh... Kenapa aku ada di tempat sialan ini!!!!" Pekik pria yang tak lain adalah pria yang mengambil foto David dan Aurel saat di rumah sakit beberapa hari yang lalu.
" Akhhh sial, bukannya tadi aku sedang tidur di kamar? Kenapa sekarang aku berada di tempat tidak jelas ini!!!!" Pekik pria itu yang membuta dua orang wanita yang diikat di masing masing sisinya menyadari apa yang terjadi pada mereka.
" Erik! Apa yang terjadi!!! " Pekik wanita itu dengan mata terbelalak saat melihat kulitnya terbakar dengan karet pengikat yang mulai mengering dan melukis kulit putihnya.
"Akhhh... Shhhh sakit, apa yang terjadi, kenapa aku disini!!!!! " Pekik wanita itu.
"Aku tadi sedang menikmati perawatan di Spa tapi kenapa aku ada di tempat aneh ini!!!" Pekik wanita itu.
"Yakkk kau juga disini Vera, apa yang terjadi, kenapa kita berada di tempat aneh ini, akhhh... Sakit, ini sakit sekali ini melukai kulitku!!!" ucap pria itu.
" Mana kutahu, aku bahkan tak ingat apa yang terjadi padaku, kenapa aku disini dan tempat apa ini, kita...Kita berada di atas gedung, banyak pohon berarti kita di hutan, tidak.... Tidak kenapa bisa seperti ini!!!" Ucap wanita itu dengan wajah panik dan ketakutan.
Semakin banyak mereka bergerak, semakin banyak juga luka yang ditimbulkan karet yang semakin lama semakin mengikat tubuh mereka dengan kuat bahkan sampai membuat kulit mereka berdarah.
" Sialan!!! " Pekik perempuan yang satunya lagi dan langsung membuat mereka berdua menoleh ke arah wanita itu.
" Kenapa aku disini, akhh ikatannya sakit sekali, panas, ini terlalu panas, kulitku bisa rusak, sialan kalian, siapa yang membawaku kesini!!!" Pekikan yang sama seperti kedua orang tadi.
" Hei nona apa kau tau sesuatu? Kenapa kami juga ada disini!" Ketus wanita bernama Vera itu.
" Aku mana tau, kenapa kau menanyakan hal tidak berguna itu padaku dasar sampah!!" Umpat Nani dengan nada ketus dan marah.
__ADS_1
" Sialan, seandainya ikatan ini terlepas aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri bangsat!!!" Pekik Vera yang emosinya mudah dipancing jika harga dirinya terluka.
" Cihhh, kebanyakan ngoceh, sebaiknya kau pikirkan cara untuk keluar dari tempat sialan ini, jika tidak kita semua akan mati di makan burung burung itu! " Ucapnya sambil menatap beberapa ekor burung yang terbang di atas kepala mereka dan bersiap mengambil daging mereka jika mereka sudah mati.
Erik dan Vera ketakutan, mereka tidak menyadari di atas mereka ada deretan Burung elang yang siap untuk mencabik cabik tubuh mereka semua.
" Kenapa sampai seperti ini, padahal aku tidak melakukan apa apa!!" Pekik Vera sambil menangis kesakitan seiring semakin teriknya matahari dan semakin kencang pula ikatan karet itu.
Drap... Drap... Drap...
Terdengar suara langkah kaki dari bawah gedung dan suara orang tertawa yang sedang naik ke atas gedung ke tempat mereka berada.
Mereka bertiga saling menatap, lama kelamaan langkah kaki itu semakin dekat dan terdengar bukan hanya satu atau dua orang melainkan ada beberapa orang yang naik kesana.
" Hahahah.... Ternyata kau lebih psikopat dari yang kupikirkan, bisa bisanya kau terpikir melakukan hal itu pada adik mantanmu itu hahahah" tawa keras Otniel terdengar menggelegar di ruangan itu.
David dan Otniel berjalan naik ke atas gedung bersama beberapa orang anak buah mereka sambil membawa benda benda aneh.
Kenapa aneh? Karena mereka membawa minyak goreng, tepung dan garam, apakah mereka sedang berniat membuat gorengan di atas sana? Mereka yang tau.
"Haihh apa mereka tidak tau kalau mereka sama gilanya?" Pikir salah satu anak buah.
" Psikopat ejek psikopat,"
" Mereka memang psiko, tapi mereka juga orag paling baik yang pernah ku kenal, apa ini sebuah keberuntungan atau?"
Para pengawal bergidik ngeri melihat kepribadian bos mereka, benar benar berbeda di setiap sisi dan tidak bisa di tebak sama sekali.
Yang terpenting adalah jangan sampai membuat mereka kecewa dan yang pasti akan berakhir seperti mereka bertiga dan korban korban lainnya.
" Heh bukan kah itu menyenangkan, apalagi saat teror Cilukba itu bwahahahahah..... Kau tidak lihat wajah kedua wanita sialan itu, mereka menangis ketakutan, bukankah itu sebuah pencapaian terbaik hahahahah" tambah Otniel.
" Tak ku sangka si tampan Buruk rupa ini memiliki bakat menjadi seorang psikopat, aku yakin anakmu nanti akan lebih kejam darimu," ucap Otniel lagi.
" Heh kenapa bawa bawa anakku? Dia akan lembut seperti Mamanya," ucap David.
__ADS_1
" Jiahhh lembut sih lembut tapi kalau udah marah persis kayak Gorilla hahahaha" tawa Otniel.
" Awas kau diomeli nanti,"
"Lebih baik mendengar ocehan adikku itu daripada mendengar umpatan orang orang tak berperikemanusiaan ini!" Ucap Otniel saat mereka sampai di atas gedung.
Mereka berjalan mendekati ketiga orang yang diikat di sebuah kayu yang menjulang ke atas.
"Cilukba! "
"Ahahahahahahhaah......."
David dan Otniel tertawa seolah oleh hal ini adalah hal yang menggelikan padahal begitu menegangkan.
Ketiga orang itu menatap ngeri pada Otniel dan David. Pasalnya penampilan mereka tidak seperti orang normal pada umumnya.
David memakai topeng keloid nya dipadukan dengan jaket dan celana Denim, Otniel memakai Outfit merah menyala dengan motif lidah lidah api yang menyala.
" Hey kunyuk, coba lihat apa penampilan kakak iparmu ini sudah sempurna?" Tanya David seolah memasang pose di depan mereka.
" Hhmmmm... Perfect, cocok jadi psiko tampan hahahhaah,"
" Bagaimana denganku?" Ucap Otniel seraya berputar di hadapan David.
" Iblis yang bangkit dari neraka, keren!" Ucap David mengacungkan kedua jari jempolnya.
Mereka bertiga benar benar tak habis pikir dengan apa yang mereka lihat saat ini, tapi yang jelas mereka mengingat tawa dan senyuman menyeramkan kedua orang itu saat sebelum mereka kehilangan kesadaran mereka.
" Saatnya bermain masak masakan!" Seru keduanya dengan senyuman yang sama seperti saat mereka menculik ketiganya.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 😉😊