
Mata Chelsea terbelalak saat melihat sosok pria yang ada di depannya, bahkan semua orang yang baru saja dia sadari.
Apalagi melihat tatapan si Mama Gorilla yang meledeknya sambil cekikikan bersama Emily dan David melihat reaksi Chelsea saat sadar kalau itu memang benar benar Otniel.
Rasanya gugup, malu dan salah tingkah saat tau kalau yang dia cubit barusan adalah pria yang dia sukai selama ini.
Tunggu dulu, jadi apakah perjodohan ini menjadi sebuah mimpi buruk atau awal kebahagiaan Chelsea setelah menderita selama ini?
Chelsea sampai tak berkedip melihat mereka atau persatu, di kembar yang kharismatik duduk dengan santai sambil menyapa Chelsea, Luna dan Gama yang anggun dan berkharisma duduk dengan tenang sambil menatap dirinya, Vasko, Joy, Jacob putra keduanya, Aurel dan Reva dan semua keluarga besar di bawa kesana untuk acara ini.
Semuanya sudah mereka persiapkan sejak beberapa waktu lalu.
"Chelsea duduk dengan tenang, Papa tidak pernah mengajarimu untuk berperilaku tidak sopa seperti itu pada tamu!" titah Tuan Shena.
"Cih... mengajari apanya, kau hanya menyiksanya," gumam Vernon yang sudah duduk di sisi lain ruangan itu bersama kembarannya, kata katanya itu sontak di dengar semua orang.
Tuan Shena benar benar geram, baru kali ini putranya melawannya seperti itu.
"Vernon jaga sopan santun, kita sedang kedatangan tamu besar!" tegas Tuan Shena sambil menatap Vernon dengan tatapan mengintimidasi.
"Heheh maaf pa bercanda, tunggu dulu!" Vernon sedikit berteriak, "tamu besar? bukannya satu satunya yang bertubuh besar disini cuma Papa? " celetuk Verno sambil menatap Papanya dari ujung kaki sampai ujung kepala, sama persis seperti yang biasa dilakukan tuan Shena pada orang lain.
"atau aku salah lihat ya heheh..."
pletak,
"ck.. kau jangan kasih tau faktanya, dasar adik laknat, lagian kan udah jelas jelas Papa yang paling besar, masih nanya juga, cih.." ketus Vero sambil menepuk kepala adiknya.
"pffthh... hahahaha...." para tamu tertawa cekikikan mendengar celetukan celetukan si kembar itu.
"Eh... maaf semuanya, adik saya memang agak gila, wajar saja, Papa dan Mama kami kan begitu," kekeh Vero yang Sama gila nya dengan Vernon.
Nyonya Maya tak bisa menahan malu begitu juga dengan Tuan Shena yang sudah geram dengan kedua anak kembarnya yang tiba tiba berulah setelah sekian lama selalu menurut dan baik baik saja tanpa ada perlakuan aneh.
"Ekhmmm... Vero, Vernon!" hardik tuan Shena seraya menatap mereka dengan mata melotot.
"eh heheh... ya maaf Pa, Papa kan sayang sama kita ya kan hihihi..." kikik Vero.
sungguh Tuan Shena dan Nyonya Maya kehilangan muka di hadapan seluruh tamu pentingnya malam ini.
__ADS_1
"Hahahaha... ternyata keluarga anda sangat humoris tuan, hahahah... tak kusangka akan menemukan calon besan sebaik ini hahaha..." Gama tertawa dan menghentikan ketegangan yang menguasai Tuan Shena dan nyonya Maya yang terlihat jelas kalau mereka sedang kalang kabut dengan tingkah anak anak mereka.
"Hihihi.. lihat wajah mereka sayang, lucu sekali hahhaha..." Diandra berbisik sambil cekikikan di belakang punggung suaminya, benar benar tak bisa menahan tawanya saat ini.
"Sshhh sayang, pelankan suaramu," bisik David.
Chelsea sendiri masih tak menyangka melihat Otniel dan keluarganya disini, dia masih terbujur kaku di tempatnya, membeku menatap mereka semua dengan mata terbelalak.
"Hei gadis buket bunga, apa kau tidak akan menutup mulutmu? apa kau sebegitu terkejutnya melihat kami disini heh?" celetuk Otniel sambil menjentakkan jarinya di depan wajah Chelsea.
Gadis itu terkejut, dia menatap Otniel sekali lagi, masih tak percaya," a.. aku tidak salah lihat kan? A.. aku tidak bermimpi kan?" celetuk gadis itu.
"Chelsea? kau belum sadar? dasar si buket bunga ini, sudah jelas aku di depanmu masih bilang ini mimpi dasar!" ketus Otniel seraya menyentil kening Chelsea.
"Awhs... " Chelsea hanya bisa meringis kesakitan.
"Ekhmm... Chelsea!" suara mendominasi tuan Shena kembali terdengar, dia malu jika anak anaknya terlihat tidak teratur.
"ma..maaf Pa, maaf semuanya!" ucap Chelsea sambil membungkuk minta maaf lalu duduk di kursi di dekat nyonya Maya.
Otniel menatap tak suka pada tuan Shena dan Nyonya Maya, "dasar orang orang munafik!" batin Otniel.
"Maaf atas kejadian barusan tuan dan Nyonya Park, kami tak bermaksud berperilaku tak sopan," ucap Nyonya Maya dengan lidah penjilatnya.
"Ahhh tak apa nyonya Mayat...
"Mah??" panggil si kembar Gama dan Niel.
"pffthh... hihih..." terdengar suara yang lain cekikikan.
"aduh... nyonya Maya, maaf maaf habisnya nama anda terlalu sulit hehehe..." kekeh Luna.
nyonya Maya hanya mampu menahan dirinya dan memberikan senyuman palsu meski dia kesal karena namanya diplesetkan seperti itu.
"heheh... tak apa nyonya Park, sudah biasa," ucap Nyonya Maya.
"Baiklah, sesuai dengan pembicaraan kita sebelumnya tuan Shena," Gama menatap Tuan Shena dengan tatapan mengintimidasi.
"Kami berniat baik melamar putri anda dan menjodohkannya dengan putra bungsu kami," ucap Gama dengan tegas.
__ADS_1
"Ahhahah... tentu saja tuan, semua kita laksanakan sesuai dengan pembicaraan sebelumnya, kami sangat senang dengan kabar baik ini," ucap tuan Shena tanpa tau malu.
"Putri kami yang cantik ini, kami rawat sebaik mungkin, kami beri kasih sayang dan kami perhatikan sejak dia kecil, sehingga dia tumbuh menjadi gadis yang mampu menarik perhatian calon menantu kami, dokter Otniel," ucap Tuan Shena dengan kebohongan di bibirnya.
"merawat apanya sih, jelas jelas tanaman itu tak dia perhatikan, tapi pas butuh langsung dikasih baju cantik untuk dapat uang, memang ya orang orang sekarang tak ada moralnya," celetuk Vero yang sedang anteng menatap ponselnya seolah dia mengomentari sebuah postingan meski nyatanya kata kata itu ditujukan pada kedua orangtuanya.
"Ekhmmm..Vero, jaga sopan santun nak!" ucap tuan Shena yang sudah benar benar geram, seandainya tak ada tamu, mungkin Vero akan dipukul saat itu juga.
"eh.. maaf Pa, Vero cuma bicara sama postingan ini kok, lanjut aja," ucap Vero.
"Ekhmm...maaf atas ketidaknyamanannya," ucap nyonya Maya.
" Baiklah jadi sesuai kesepakatan, mulai hari ini status Otniel dan Chelsea adalah tunangan, bukan kah itu benar?" tanya Tuan Shena.
"Ya... sesuai kesepakatan," ucap Gama dengan nada datar.
"Ekhmmm... tapi bagaimana dengan perjanjian itu? bukankah ada syarat yang sudah saya ajukan agar kalian bisa mendapatkan Putri kami yang berharga ini, kami sudah merawat nya dengan banyak dana, kami tak rela jika Putri kami diambil begitu saja, kalain pasti tau maksud kami bukan?" tanya Tuan Shena.
Chelsea melirik Papanya dengan tatapan sedih," gila harta!" batin gadis itu.
"Ahahahah... boleh diperjelas syarat syaratnya?" tanya Luna dengan segala rencana liciknya.
"Ekhmmm..." nyonya Maya yang tak tau apa apa mengenai syarat syarat itu berdeham cukup keras sambil mengikuti lengan suaminya," kenapa aku tidak tau apa apa?" bisiknya di telinga tuan Shena.
Tuan Shena gugup, dia memasang senyum palsunya," Ekhmm agar kau tak repot," bisiknya.
"Bagaimana? bisa kami tau apa saja syaratnya?" tanya Luna lagi dengan nada datar dan dingin.
"Ekhmm... seperti kesepakatan sebelumnya, kalian boleh mengambil putri kami asalkan kalian memberikan 10% saham di perusahaan kami, dan memberikan uang senilai 5M, kurasa itu akan cukup meski uang yang kami keluarkan lebih banyak dari itu," ucap tuan Shena.
Mendengar itu membuat Chelsea terbelalak bagaimana bisa Papanya menjadikan dirinya sebagai barang yang bisa dibeli dengan harga itu.
"Apa maksudnya ini Pa!!!" pekik Chelsea yang tak tahan dengan pembicaraan Papanya, dia berdiri dan menatap Papanya dengan tatapan kesal, marah dan kecewa.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊