
Edward berhasil ditenangkan meski Otniel harus tetap berada di atas brankar. Daddynya benar benar menangani putranya dengan baik.
Kondisinya mulai stabil namun seperti sebelumnya, Otniel harus terus berada di samping Edward yang bahkan tak melepas dirinya barang sekalipun, trauma bocah kecil itu selalu muncul jika dia sedang sakit entah itu demam, pilek atau sedang tidak enak badan dan akan semakin parah di saat seperti ini.
Edward memeluk Daddynya dengan erat, seolah takut kehilangan sang Daddy yang begitu menyayanginya.
Mereka semua turut sedih dengan kejadian tidak menyenangkan ini, tak ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya sebuah kemalangan.
" Nak makan dulu yuk, biar cepat sehat, Baby Bubu juga makan loh," ucap Otniel.
" Baby Bubu?" Mata Edward langsung menoleh ke arah Diandra yang berbaring di sebelahnya sambil menatap bocah kecil itu.
"Onty baik baik saja? Baby Bubu gimana?" Tanya Edward penasaran namun dia tidak turun dari brankar, tangannya masih menggenggam erat baju Otniel.
" Baik sayang, Baby Bubu baru aja makan, sekarang giliran Edward yang makan ya, biar cepat sehat sayang," ucap Diandra dengan lembut.
" He.. em... Daddy, Edward mau makan, biar cepat sehat biar bisa jagain kalian semua" ucap bocah kecil itu.
" Ya udah ,Daddy ambil makanan dulu ya," ucap Otniel.
"Nggak mau, biar sustel yang ambilkan, Edward gak Mau Daddy pergi!" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi katanya mau makan, masa Daddy tinggal nggak boleh sayang?" Tanya Otniel.
" Nggak boleh, nanti Daddy hilang, Nanti ada yang ambil Daddy dari Edward, Edward gak mau.." racau bocah itu.
"Niel kau tetap disitu, biar aku yang ambil, Anakmu butuh dirimu, jangan tinggalkan dia," ucap David.
"Iya kak, temani saja dulu Edward," Ucap Diandra.
"Baiklah baiklah, akhirnya setelah sekian lama David menjadi pelayanku hahahahha" Otniel Tertawa terbahak-bahak yang malah membuat David memutar malas kedua bola matanya.
"Hahahaha.... Sekali sekali nggak apalah kak Niel, pelayanan publik harus semakin digiatkan iya kan sayang," Diandra juga malah ikut memanaskan suasana.
"Hadehhh nasib nasib, ck... Banyak gaya kau Niel, " ketus David sambil beranjak dari posisinya.
" Ya sudah biar kuambil makan, kau mau apa kampret?" Ketus David.
" Sayang?" Diandra menatap suaminya sambil menaikkan sebelah alisnya.
" Haihh... Baiklah baik, " ucap David menundukkan kepalanya, tak bisa melawan pada si Mama Gorilla.
" hahahha suami takut istri hahhaha" ejek Otniel.
__ADS_1
" Kak Niel!" Ketus Diandra .
" Udah dibantuin juga, masih aja ngejek, benar benar kampret ya, dasar dokter badut, dokter gila!" Balas Diandra dengan wajah garang.
David tertawa terbahak-bahak," rasakan hahahahha" ejek David yang langsung menyelonong keluar dari ruangan itu.
" Heh maaf maaf dasar Mak Lampir tak punya hati," ketus Otniel.
" Cih... Dokter gadungan!" Balas Diandra.
Sementara itu David keluar dari ruangan, dia berpapasan dengan Ara yang baru dari luar.
" Hei darimana?" Ucap David yang sudah menganggap Ara sebagai adiknya sendiri.
" Dari depan tadi, " ucap Ara pelan sambil menundukkan kepalanya.
David bisa melihat tangan gadis itu gemetaran sambil menggenggam ponselnya. Mata jeli pria itu langsung tau pasti ada yang tidak beres sedang terjadi pada Ara.
" Ada apa?" Tanya David.
Ara menunduk, dia menggenggam erat ponselnya, dan David tau pasti barusan terjadi sesuatu pada gadis itu.
"Masuklah ke dalam, bicara pada kakak iparmu, kau harus tenang Ra, apa pun yang terjadi barusan akan segera dibereskan, jangan khawatir," ucap David sambil menepuk kepala Ara seperti seorang kakak yang menasihati adiknya sendiri.
David memijit pelipisnya, belum selesai masalah yang satu, sudah muncul lagi masalah yang lain, entah sampai kapan cobaan ini berakhir.
"Haihh... Akan ku selesaikan pembuat masalah Yang menyinggu Diandra dan Edward setelah itu membereskan masalah Ara, kenapa ada saja masalah yang muncul di saat saat seperti ini!" Gerutu pria itu sambil mengacak acak rambutnya dengan Wajak kesal.
" Heh, ada apa denganmu!?" Ucap seseorang yang tak lain adalah Aurel, kakak perempuan David.
" Kak Aurel? Haihh... Kak Aurel aku capek huaaa... Masalah ku banyak sekali, " rengek David.
Meski dia sudah dewasa, baginya Aurel adalah tempat pengaduannya, kakaknya yang paling dia sayangi adalah tempatnya berkeluh kesah meski sering dimarahi oleh wanita cantik yang masih nyaman menjomblo di usia kepala tiga itu.
" Apa kau lelah, memang begitu kalau menjadi dewasa dek, kau harus kuat, sudah mau jadi bapak ya haris begitu!" Ucap Aurel sambil menepuk punggung adiknya.
"Tapi aku lelah kak, kenapa ada saja yang mengincar istri dan anakku, aku takut mereka seperti saya kemarin, kalau sampai terjadi apa apa pada mereka, aku mungkin akan ikut mati kak," ucap David yang memeluk kakaknya dengan erat.
"Uhh adikku yang tampan ternyata sudah dewasa, sudah punya beban sendiri gak beban orangtua lagi heheh" kekeh Aurel.
" Ck... Kak aku serius tau," ucap David.
" Heheheh iya iya, adikku sayang, kamu harus kuat, semua akan baik baik saja, David kan pria terhebat yang bisa bisanya lari dari rumah saat usianya masih sangat muda dan malah membuka bisnisnya sendiri sampai membuat seluruh keluarga panik !" Ucap Aurel..
__ADS_1
" Hehehe jangan diingatkan kak, aku kan jadi malu," ucap David sambil menatap kakaknya.
" Cihh dasar anak tengil!" Celetuk Aurel sambil mengacak acak rambut adiknya.
" Hahahaha, oh iya kak," David melepas pelukannya.
" Kakak kapan nikah, terus kok pendek ? Hahahahahhahaha" Ejek David yang langsung lari terbirit-birit sebelum terkena Bogeman mentah dari kakaknya.
"Sial! Aku kena lagi, dasar kau adik laknat kemari kau!!!" Pekik Aurel sambil mengejar David yang sudah lari terbirit-birit meninggalkan Aurel disana.
Sementara itu, ada seseorang yang tampak mengawasi Aurel dan David dari kejauhan, dia memakai kacamata, penutup kepala dan jaket hitam.
Memotret David dan Aurel hingga beberapa kali.
" Apa wanita itu juga berhubungan dengannya? Apa dia berselingkuh? Siapa wanita itu? Aku tak dengar percakapan mereka, kenapa mereka terlihat sangat dekat?" Batin orang itu sambil menatap mereka.
" Ahh terserahlah, sekarang aku harus menemukan wanita sialan dan anak itu, anak itu harus mati di tanganku, gara gara dia keluarga ku hancur berantakan!" Ucap orang misterius itu sambil beranjak dari posisinya menuju kamar perawatan Diandra.
" Dia harus mati, kalau perlu mereka semua harus mati!!" Gumamnya sambil berjalan menuju lantai dimana Diandra dan Edward di rawat.
Sementara itu di rumah besar Park terjadi ketegangan yang benar benar serius.
Vasko dan Joel serta si kembar sedang melacak orang yang menjadi dalang kecelakaan Diandra dan Edward, namun mereka menemukan sesuatu yang sangat aneh.
" Vasko apa kalian kena orang ini?" Ucap Christan sambil menunjukkan foto seorang wanita.
Mata Vasko dan Joel terbelalak saat melihat wajah wanita itu, wanita yang beberapa waktu lalu dipermalukan oleh Diandra yang tak lain adalah adik mantan kekasih David di masa lalu.
" Itu Nani, apa dia pelakunya?" Tanya Joel.
Namun si kembar menggelengkan kepalanya," Dia hampir menjadi pelaku sesungguhnya tetapi dibatalkan oleh orang asing ini," ucap Christo menunjukkan foto seorang wanita lainnya yang mengendarai mobil yang menabrak mobil David.
" Siapa dia? " Ucap mereka berdua dengan wajah bingung.
.
.
.
Like, vote dan komen 😊 😉
Jadi ucapan Edward itu bukan tanpa alasan guys, uhh penasaran aku 🤣🤣
__ADS_1