
Di Indonesia,
Joy sudah tiba di Indonesia, sudah dua hari sejak dia tiba disana. Dia sedang menunggu kedatangan suaminya yang rencananya akan tiba hari ini di Indonesia. Sejak dia tiba, wanita itu terus menangis, Otniel ingin memeriksa keadaannya tapi dia menolak.
Joy tak ingin diperiksa tanpa ada suaminya. Satu satunya yang bisa membuat Joy sedikit tenang adalah karena dia bersama dengan Diandra, jika tidak Joy mungkin hanya akan mengurung diri di dalam kamar.
“Sudahlah Joy jangan menangis terus, kak Vasko sebentar lagi pasti akan tiba, kau harus cek kondisi kesehatanmu, kita harus pastikan kalau kamu sehat,” ucap Diandra yang sedang menguatkan Joy.
Mereka berdua duduk di ruang santai bersama Edward kecil dan Ara yang sedang asik menonton serial film anak anak kesukaan Edward.
“Tapi aku mau diperiksa kalau ada Vasko hiks hiks hiks,” ucap Joy yang masih menangis, dia sangat cengeng dan manja di saat yang bersamaan.
“Onty jangan nangis telus dong, nanti suara serak loh,” celetuk edward.
“Onty sedih sayang,” ucap Joy sambil mengusap air matanya.
Mendengar Ontynya berkata demikian membuat Edward mendekati Joy dan memeluk wanita itu sambil mengusap air matanya.
“onty jangan sedih sedih ihh, nanti Edward dan baby Bubu juga sedih, jangan nangis, jelek tau,” ejek Edward.
“Ihhh kok Edward malah ngejek Onty sih, jahat mah kamu,” ucap Joy.
“Bukan ngejek Ontyku sayang tapi emang bener kok, lagian onty kok cengeng sih kan udah becal, malu dong nangis nangis terus,” celetuk bocah kecil itu yang malah mengundang gelak tawa diantara mereka.
“Edward benar Joy, jangan menangis terus, mata kamu sampai bengkak begini, dari nyampe di rumah sampai sekarang kamu nangis terus apa gak capek?” ucap Ara menghampiri Joy dan duduk di sisi Joy yang lain.
“Hiks hiks hiks aku gak tau kenapa Ra, aku pengen nangis melulu , apalagi kalau gak ada Vasko aku kangen banget,” lirih Joy.
“Tapi kamu mual dan muntah juga, udah berapa lama begitu?” tanya Diandra.
“Udah hampir seminggu terakhir, tapi dokter jelek itu bilang kalau aku kebanyakan makan huh, dia malah ngejek aku mandul,” ketus Joy dengan wajah masam.
“Siapa?” tanya Ara.
“Namanya Meri ikan Teri, dia dokter kepercayaan Vasko tapi aku sama sekali gak percaya sama dia, dia itu jahat ,” ucap Joy.
“Kamu gak dikasih makan apa apa kan sama dia?” tanya Ara.
“nggak sih, Cuma terakhir dia bawain kue nanas kayaknya asem banget dan aku pengen tapi Vasko ngelarang,” ucap Joy.
“Nanas?” gumam Diandra dan Ara yang kini saling menatap.
“Joy kamu udah datang bulan?” tanya Diandra.
Joy menggelengkan kepalanya, “ belum udah telat tiga minggu, kami periksa tapi katanya itu gangguan metabolisme tubuh,” jelas Joy.
“Apa jangan jangan aku emang mandul ya?” ucap wanita itu tiba tiba.
__ADS_1
“Hushhh... nggak baik ngomong begitu, kita pastikan sebaiknya kamu cek sama Niel,” celetuk Nyonya Maureer alias Mami Mikha mertuanya Diandra.
“Mami,” ucap Dian.
“Ini sayang minum dulu susu kamu,” ucap Mikha sambil memberikan susu hangat untuk Diandra.
“Terimakasih Ma,” ucap Diandra dengan senyuman sumringah.
“Edward cucu nenek, daddy kamu dimana nak?” tanya Mikha yang duduk di depan mereka.
“Daddy di kamar nek, lagi tidur,” jawab Edward.
“Boleh minta tolong kamu bangunin Daddy, bilang di panggil nenek Mikha ya sayang,” ucapnya
“Siap nenek,” seru si kecil Edward yang dengan aktifnya langsung berlari menuju kamar Daddynya yang kebetulan terletak di lantai satu.
Diandra meminum susu untuk ibu hamil itu, Joy terus menerus menatap Diandra yang meminum susu strawberry itu sambil menjilat bibirnya sendiri.
“Boleh minta?” tanya Joy dengan mata berbinar binar.
“Emmm? Kamu mau?” tanya Diandra.
“He.. em.. mau banget,” seru Joy sambil menatap gelas susu itu.
“ Ya udah biar aku buatkan yang baru Joy,” ucap Ara.
Mereka semua di buat heran oleh wanita itu, “ini pasti bawaan janinnya nih, “ gumam Mikha yang mengawasi perilaku Joy.
Diandra menatap ibu mertuanya dengan wajah bingung. Mikha mengangguk seraya mengijinkan Diandra untuk memberikan susu miliknya pada Joy.
“Ya udah nih kamu minum, masih ada setengah lagi,” ucap diandra sambil menyodorkan gelas susunya pada Joy.
“Uwahhhh benarkah, makasih kakak ipar,” seru Joy dengan mata berbinar binar, dengan cepat dia menerima gelas susu itu dan menenggak semuanya tanpa sisa.
“Positif hamil ni anak, ternyata si Joy kecil kami bisa juga bikin anak hahahhaha,” Mikha tertawa terbahak bahak di dalam hatinya .
“Kamu aneh,” ucap Ara.
“Heheh aku juga gak tau kenapa, tapi aku pengen banget heheh,” Joy hanya bisa cengengesan menatap mereka semua.
Tak lama kemudian Otniel datang dengan wajah bantalnya yang acak acakan, dia masih memakai piyama tidurnya, rambutnya terlihat acak acakan seperti sarang burung, belum lagi wajahnya warna warni karena ulah Edward yang kesal pada Otniel.
“Prfftttt bwahahahahha ada badut dadakan,” mereka semua tertawa terbahak bahak menatap wajah Otniel yang benar benar kacau.
“Astaga kak Niel, kau habis berperang dari mana hahahhaha... aduduh perutku jadi kram hahhahahahh.... huuhhh... huuuhhh...” Diandra tertawa terbahak bahak bahkan sampai kram karena terlalu lucu.
“Edward yang buat, dia malah ngerjain aku, haisshhh... mulai nakal ya kamu sama Daddy,” ucap otniel pada Edward yang menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Daddynya.
__ADS_1
“Loh Edward kenapa sembunyi?” tanya Ara.
“Huaaaa.... Daddy jahat, lihat muka Edward sekarang Ontyyy...” seru Edward sambil menangis menatap mereka.
Tak ayal ternyata si Edward malah mengalami hal yang sama dengan Daddynya, karena dia jahil mencoret coret wajah Otniel, akhirnya Otniel membalas perbuatan putranya dan mencoret coret wajah Edward.
“Bwahhahahahhahahah...... “ mereka semua tertawa terbahak bahak melihat wajah Edward yang acak acakan. Semakin lama kedua orang ini malah semakin terlihat persis seperti ayah dan anak kandung.
“Hhahhahah kalian sama saja, dasar anak anak nakal,” celetuk Mikha yang juga menikmati drama ini.
“Daddy sih susah dibanguninnya, ya edward coret coret dong wajahnya hehehhe,” kekeh bocah kecil itu.
“Cihhh kamu juga nakal, ya Daddy balas dong,” bala Otniel.
“haihhh kalian ini, sudah duduk dulu, Niel kamu perlu melakukan sesuatu,” ucap Mikha.
“Melakukan apa Mami cantik?” tanya Otniel.
“Kamu cek kesehatan Joy, cek semuanya, kamu punya peralatannya kan? Kalau gak punya kamu boleh pakai milik Mom Rose di ruang perawatan,” ucap Mikha.
“Punya kok, ya udah kita cek di ruang perawatan ayo,” ajak Otniel.
Mereka semua masuk ke ruang perawatan di rumah besar itu. Joy menuruti semua perkataan mereka sebelum si bawel Diandra memarahinya.
Joy melewati serangkaian pemeriksaan dari si dokter badut, mulai dari tes urine, serta cek kesehatan secara menyeluruh menggunakan fasilitas lengkap yang ada di rumah itu.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Otniel membawa mereka semua kembali ke ruang santai untuk berbicara dengan mereka terkait hasil pemeriksaannya.
“Bagaimana?” tanya Diandra tak sabaran.
“Bagaimana apa nya mak lampir?” celetuk Otniel.
“Hihsshhh kak Niel aku serius ihhkkk bikin kesel aja,” ketus Diandra.
“Kak niel aku serius neyyeyenyeneyeney wleeekkk penasaran ye hahahhahahah....” ejek Otniel.
“Kak Niel huh.... sebel ahhkkk,” Diandra mendengus kesal.
" Hahahahahahah....
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1