
Jerry menarik tangan Chelsea keluar dari ruangan itu dan membawanya ke kantin rumah sakit.
"Ada apa Jer? kenapa pakai acara tarik tarik sih?" tanya Chelsea heran.
"heheh sebelumnya maaf neng, ada duit gak?" tanya Jerry.
"Hmm ada," ucap Chelsea sambil mengeluarkan uang dari kantongnya.
Sleepp...
Jerry mengambil satu lembar uang merah," pinjem ya, dompetku ketinggalan besok kukembalikan heheh, udah terlanjur ngajak makan cewek heheheh..." kekeh pria itu sambil melirik seorang perawat yang sedang duduk di dalam kantor rumah sakit.
Chelsea terbelalak, dikira ada urusan urgent apa, tau taunya nyariin Chelsea buat pinjam uang untuk bayarin makanan bareng gebetan, miris banget kehidupan Chelsea.
" astaga, kamu ada ada aja ya, percuma wajah ganteng otak keren kalau dompet sampai ketinggalan, dasar, kupikir ada hal urgent tau taunya mau ngutang, dasar si kunyuk ini!!!" gerutu Chelsea dengan wajah kesal.
"hehehe ya maaf, habisnya Andre gak bawa uang, Friska lagi di ruang operasi dan tersisa kamu ,jadi ya heheheh pinjem ya neng besok dibalikin," kekeh pria itu sambil garuk garuk kepala.
"haih dasar kamu, ya udah sana bawa, sukses dating nya, cepetan ditembak keburu diambil orang," ucap Chelsea.
"Hahaha Yoi neng, kamu juga, Pepet terus dokter Niel, jangan kasih kendor ciayoo kau bisa hahahah..." celetuk Jerry sambil tertawa terbahak bahak.
"Yaaakkk.. jangan keras keras!" teriak Chelsea sambil melihat ke kiri dan kanan takut kalau ada yang mendengar mereka.
"pffthh hahahahha... acieee...." seru Jerry sambil menyelonong masuk ke dalam kantin.
"haih dasar orang itu," gumam Chelsea sambil memijit pelipisnya sendiri.
Sementara itu, di perjalanan tampak David senyum senyum sendiri di dalam mobilnya, dia menatap foto keluarga yang dia pajang di dalam mobil.
"Hahahah... aktingku sukses, aku akan beri kejutan buat Sayangku hari ini, ini anniversary ke enam kita sayang," gumamnya.
Senyuman indah tak hilang dari wajah pria itu. Sebenarnya kejadian saat di rumah sakit hanya akal akalan David saja untuk mengerjai istrinya namun dia yang tak tau kondisi Diandra saat ini malah membuat Diandra drop .
Dia terus menerus tersenyum sambil menatap buket bunga mawar putih yang dia beli untuk dibawa ke rumah sakit, serta beberapa makanan kesukaan istrinya.
"Ponselku dimana ya?" gumamnya sambil mencari cari benda pipi itu namun tak ketemu.
"ck... ketinggalan," gumam David.
Pria itu berkeliling untuk mencari berbagai makanan yang tiba tiba ingin dia makan, entahlah dia memiliki selera makan yang berubah ubah atau mungkin dia mengalami syndrom kehamilan yang juga dialami istrinya?
"Hmmm.... sebentar lagi sampai, langit juga sudah mulai gelap, ini akan jadi waktu yang pas hehehe... maaf kalau aku membuatmu sedih tadi sayang," batin pria itu.
Dia benar benar bahagia saat ini.
__ADS_1
David tiba di rumah sakit, seharian dia tidak memberi kabar pada yang lain karena ponselnya ketinggalan dan dia sibuk memilih makanan dan minuman yang dia inginkan.
David tampak keluar dari dalam mobil sambil menenteng beberapa tas belanja dan sebuah buket bunga besar nan indah.
Tentu saja Hot Daddy ini menjadi pusat perhatian semua orang termasuk para ulet keket yang tergiur memilik pria hot seperti David.
Dia berjalan dengan senyuman bahagia, mengingat ini adalah anniversary ke enam tahun baginya dan sang istri.
Dia berjalan dengan cepat hingga tiba di lantai khusus untuk keluarga besar mereka.
"David kemana saja kau!!" suara bariton seseorang yang tak lain adalah kakak ipar David terdengar menggema di lorong rumah sakit itu.
"Vasko? ada apa? kenapa kau marah seperti itu?" tanya David dengan wajah bingung.
Vasko tampak marah, dia sudah mengetahui kabar kehamilan adiknya dan mendapati David tak ada disana, belum lagi saat dia mendengar kalau David dan Diandra sedang cek Cok, hal ini membuatnya kesal.
"Apa kau tidak tau apa yang tejadi pada istrimu bodoh!!" kesal Vasko.
"Kenapa kau tidak membawa ponsel, bahkan kau tidak ada di kantor, kemana saja kau hah? bahkan Reva tak tau kau kemana!!" kesal Vasko.
"Ck... bicara yang jelas ada apa? aku baru tiba dan kau marah marah seperti ini? ada apa!!" balas David tak kalah kesal.
"Diandra pingsan David dan kau tak bisa dihubungi!!!" Vasko mendengus kesal sambil menyampaikan hal itu.
Mata David terbelalak, rahangnya jatuh, dia tak menyangka kalau terjadi kejadian itu beberapa saat lalu.
"Di ruangan yang sama dengan Otniel, dasar bodoh!" umpat Vasko.
David langsung berlari ke ruangan itu sambil membawa masuk semua barang barang nya dan menjatuhkannya begitu saja di atas lantai saat dia sudah masuk ke dalam ruangan itu.
"Sayang... sayang ada apa? kenapa kau pingsan, ada denganmu!!" Cerocos David yang panik , " ini apa? kenapa kau diinfus, kenapa wajah mu pucat, Ma, Pa ada apa dengan istriku, ada apa dengan dia Niel ada apa??" David panik semua yang terdengar dari mulutnya adalah suara panik dan ketakukan.
Dia menatap wajah Diandra yang tak bersemangat, Diandra menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca, efek kehamilan membuatnya sensitif.
" Kak hiks hiks..." Diandra menangis tersedu-sedu.
" ada apa sayang??? kenapa kau disini??" David benar benar panik, tampak dari wajahnya kalau dia benar benar khawatir saat ini, dia memeluk Diandra dengan erat sambil mengusap punggung wanitanya.
"Dia pingsan karena beban pikiran Vid, kau membuatnya sakit," celetuk Otniel.
"Kamu sih nah, pakai acara ngambek sama istri, dengerin dulu baru ambil keputusan, jangan langsung marah," tukas Gama.
"Maaf, soal yang tadi maaf, aku hanya mengerjaimu, aku ingin memberikan kejutan, maafkan aku sayang, " ucap David yang menyesali perbuatannya.
"Ini anniversary ke enam tahun kami, aku ingin beri kejutan, aku tak tau kalau efek ya akan jadi seperti ini," ucap David dengan jujur.
__ADS_1
Mereka semua hanya bisa geleng-geleng kepala.
"ohh iya benar juga ini anniversary ke enam tahun kalian, ck..ck.. ck.. kau membuatnya berantakan David," ejek Otniel.
"ck.. diam kau, dasar dokter badut!" ketus David.
"pffth bwahahhaahah....." mereka semua tertawa terbahak-bahak, dikira ada masalah tau taunya hanya kesalahan teknis.
"Maaf ya sayang ya," ucap David sambil mengusap wajah istrinya dengan lembut.
"Kupikir kakak marah, huaa.. kupikir kakak pergi dan nggak mau dengar penjelasan ku," tangis Diandra semakin kencang.
"Hei, aku hanya ingin beri kejutan maaf, kenapa kau sampai syok sayang, ada apa? jangan buat aku khawatir," ucap David yang merasa kalau tingkah istrinya benar benar berbeda.
"Maaf ya, maaf gak akan ulangi lagi, maaf," ucap David sambil memeluk Diandra lagi.
"iya dimaafin," ucap wanita itu.
"Sekarang katakan kenapa kamu sampai diinfus begini? ada apa?" tanya David sambil menatap istrinya dengan intens.
Diandra membalas tatapan suaminya, dia tersenyum lembut dengan wajah sembab sambil mengusap waja suaminya.
"Ada seorang malaikat kecil yang hadir lagi disini sayang, kamu punya dua baby sekarang," ucap Diandra sambil meletakkan tangan suaminya di perutnya.
Mata David terbelalak kaget, mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang dikatakan istri.
"Ka..kamu hamil sayang? benar? kamu hamil?" tanya David.
Diandra mengangguk sambil tersenyum. David benar benar terkejut, ini sebuah sukacita yang luar biasa, dia berdiri sambil menutup mulut dengan ekspresi tak percaya, syok dan terharu.
"A..aku punya anak lagi... wah.. ahahahah... Yeesss!!!"teriak pria itu.
semuanya terkikik melihat tingkah David yang benar benar bahagia dengan berita itu.
"A..aku punya baby lagi.. a..aku... bahagia... aku...
Brukkk
"Daviiid!!!" pekik mereka saat melihat David pingsan di dekat Brankar Diandra.
hedehh...
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😊😉