Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Kelahiran Baby Bubu


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tak terasa kini seluruh keluarga sedang bersiap siap menunggu kelahiran Baby Bubu.


Sebulan telah berlalu, Joel dan Ara menikmati masa masa baru mereka sebagai pengantin baru. Hobi baru Joel tentu sudah bisa di tebak, tidur di kamar di bawah selimut bersama sang istri yang membuatnya kecanduan.


Sebulan mereka menikmati bulan madu mereka dengan terbang ke berbagai negara, Joel sudah memantapkan hatinya untuk tidak memiliki anak selama beberapa tahun, dia ingin menikmati masa pacaran bersama sang istri.


Bagi Joel, hidup berdua dengan istrinya adalah sebuah anugerah yang sangat dia syukuri. Dia benar benar bahagia karena Ara sah menjadi miliknya seutuhnya.


Mereka menunda kehamilan karena Joel ingin Ara benar benar pulih dan benar benar siap menjadi seorang ibu.


Sebab dia tau bagaimana sulitnya menjadi orang tua saat melihat orang orag di luar sana apalagi dengan Ara yang memiliki latar belakang trauma di masa lalu.


Setelah bersenang senang selama sebulan lebih dan mengenalkan Ara ke semua teman teman dan karyawannya di Jerman, Joel dan Ara kembali ke Indonesia, mereka benar benar bersemangat mengingat betapa hari lagi, Diandra akan melahirkan anak pertama mereka.


William dan Bella juga di Indonesia, seluruh keluarga Diandra juga kembali ke negara itu, keluarga besar David juga tiba di Jakarta untuk menyambut kelahiran cucu pertama di keluarga Maureer.


Semuanya Antusias, benar benar bersemangat. Segala persiapan telah mereka lakukan.


Namun yang paling menarik perhatian adalah Edward yang selalu berada di dekat Diandra, entahlah pria kecil Sepertinya juga menantikan kelahiran Baby Bubu yang dia sayangi.


Atas permintaan David dan Diandra, Otniel yang akan memimpin proses kelahiran pewaris keluarga Maureer, dia diminta secara khusus oleh Diandra, sebab dia hanya yakin dengan pria itu juga Aurel yang turut mendampingi meski dia dokter spesialis jantung.


Kandungan Joy juga semakin membesar dan dia terlihat sehat, wajahnya berseri seri dan tak ada masalah pada rahimnya. Otniel benar benar memperhatikan perawatan mereka dan memberikan yang terbaik bagi kedua ibu hamil itu.


Seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah besar keluarga Park, mereka semua tak ikut ke rumah sakit karena pasti akan sangat ramai, yang mendampingi hanya Keluarga Park, keluarga Maureer dan keluarga Hares.


Rumah keluarga Park kembali ramai, semua anak anak bagian keluarga itu berkumpul lagi disana setelah sekian lama tak berjumpa.


Kelahiran Baby Bubu menjadi ajang untuk bertemu bagi keluarga besar yang diawali dengan jalinan persahabatan itu. Dan lucunya, satu satunya yang sudah menikah diantara mereka semua hanyalah Joy dan David.


Diandra mulai mengalami kontraksi sejak pagi tadi, rasanya sangat sakit dan tentu saja menyiksa namun Diandra berusaha untuk tenang dan menikmati semua proses yang harus dia lewati.


David dengan setia menemani istrinya, membantu Diandra mengurangi rasa sakit karena kontraksi, berbicara pada anaknya dan memperhatikan semua kebutuhan istrinya.


Jujur saja, jika melihat Diandra dalam kondisi itu, David benar benar tidak kuat, ingin rasanya dia menggantikan posisi istrinya.


Keringat bercucuran menahan sakit, kontraksi yang tiba tiba, benar benar membuat Diandra tersiksa, tapi tak sekalipun David mendengar keluhan dari mulut istrinya.


Yang Diandra ucapkan adalah,

__ADS_1


" Tahan nak, sabar sayang, kita pelan pelan, Mama akan berjuang buat kamu,"


"Mama tau kamu gak sabar melihat dunia ini, tapi kita harus pelan pelan sayang, Mama akan berjuang, kamu juga ya,"


Kata kata yang menguatkan dirinya, bahkan David menangis setiap dia mendengar Diandra mengucapakan kata kata itu.


Otniel mempersiapkan semua keperluan untuk kelahiran, Diandra akan melakukan kelahiran normal dan tidak ada masalah dengan kandungannya.


Setelah kontraksi berhenti, Diandra dibawa duduk di atas brankar, dia tampak lelah namun selalu tersenyum menatap perutnya.


Edward kecil yang menolak keluar dari ruangan itu langsung menghampiri Diandra setiap kali dia tau ada kesempatan untuk berbicara dengan baby Bubu.


" Baby Bubu sabar ya, kasihan Onty, benar lagi baby Bubu ketemu sama Abang Edward, " ucap bocah kecil itu sambil mengusap perut Diandra.


David dan Dian tersenyum, bisa dikatakan sejak Baby Bubu masih dalam usia rentan, Edward selalu mendampinginya, mereka.yakin Babay Bubu dan Edward akan menjadi lebih dari sekedar saudara.


Setiap Edward berbicara Baby Bubu pasti akan merespon.


Hingga saatnya pembukaan sudah genap, Diandra dibawa ke ruang operasi, Davi mendampingi Diandra bersama dokter dokter dan perawat yang bertugas.


Edward kecil menunggu bersama Yang lainnya, pria kecil itu menempel pada Joy yang juga sedang mengandung, dia menyebut janin dalam.kandungan Joy sebagai Baby Winter.


" Iya Abang Edward," seru Joy sambil menirukan suara anak kecil.


Joy dan Vasko sangat senang dengan kehadiran Edward disisi mereka semua, begitu juga dengan yang lainnya mereka sangat bahagia dengan adanya si Edward kecil yang cerewet.


Diandra dan David sudah berada di ruang Opera, Otniel, Aurel dan semua tim dikerahkan untuk mendampingi kelahiran Baby Bubu.


" Diandra kamu tenang, lakukan dengan perlahan, tarik nafas dan buang pelan, rileks jangan takut, semua akan baik baik saja," ucap Otniel.


Diandra mengangguk, David terus mendampingi istrinya.


Proses melahirkan dimulai, Diandra mengikuti semua arahan dokter, dia mengejan sekuat tenaga, semampunya untuk melahirkan anaknya ke dunia.


Dia mencengkram kuat tangan David, sakit sungguh rasa sakit yang luar biasa dia rasakan saat ini.


" Kamu bisa sayang, kamu kuat, kamu bisa..." David memberi semangat pada istrinya, dia berusaha kuat untuk melihat Diandra yang kesakitan.


Hingga beberapa kali mengejan akhirnya Babay Bubu keluar dari tempatnya bertumbuh selama sembilan bulan ini.

__ADS_1


" Arrrhhkkkk....." Diandra memekik,


" Berhasil!!" teriak Otniel yang membuat David dan Diandra bernafas lega. David memeluk dan mencium wajah istrinya, dia menangis begitu juga dengan Diandra yang tampak lemas.


Namun semua dokter panik saat tak mendengar tangisan ketika baby Bubu dilahirkan.


Otniel tegang, " tangani Diandra!" ucapnya pada rekannya sementara itu, dia memeriksa Baby Bubu yang tidak menangis bahak. tak bersuara dan tak bergerak sedikit pun.


" Ada apa Niel!" David ikutan Panik.


" Ada apa kak? kenapa Baby Bubu tidak menangis?" Diandra juga panik dan khawatir.


" Tenang dulu, biar Otniel menanganinya!" ucap Aurel yang membantu menangani Diandra.


Otniel memukul mukul tubuh baby Bubu yang baru lahir itu, dia memeriksa, tak ada denyut jantung, tak ada suara tak bernafas. Semakin panik Otniel, berusaha semampunya untuk membuat bayi itu bernafas di dunia barunya.


Plak... plakk...


Beberapa pukulan terdengar di ruangan itu namun Baby Bubu tak juga merespon, hingga beberapa menit Otniel melakukannya, tak ada respon sama sekali.


Dia menekan bagian dada berusaha sekuat mungkin namun tak ada respon dari baby Bubu.


" Baby Bubu bertahan lah nak, kumohon, bangunlah, bernafas lah!!!" pekik Otniel, dia benar benar takut saat ini.


" Kumohon.... kumohon jangan begini, " ucap Otniel, dia menangis, melakukan segala cara untuk menyelamatkan baby Bubu yang bahkan masih belum bernafas.


" Arhhhkkk... tidak... tidak... kumohon, Diandra... Daviiid... maafkan aku!!!!" teriak Otniel, dia menangis menatap Baby Bubu yang mulai memburu karena selama setengah jam berlalu dia tidak juga menunjukkan tanda tanda kehidupan.


Jantung David dan Diandra berdegup kencang mereka berdua menangis, Diandra memegang tangan suaminya dengan erat, dia menangis menatap suaminya, ingin rasanya dia berlari dan membangunkan anaknya.


" anakku... kak... anak kita ... tidak... tidak mungkin!!!!....


.


.


.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2