
William kakak Joel, duduk di dalam ruangan VIP sendirian sambil menyesap sebatang cerutu, asapnya mengepul memenuhi ruangan itu.
Dia duduk sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa, mengingat kembali kata kata adiknya yang beberapa saat lalu berkunjung dan menemuinya.
"Jika kau sampai menyentuh orang orang ku maka dengan tanganku sendiri aku akan membunuhmu !!" ucapan Joel yang terngiang jelas di dalam kepala William.
"Jo kau sudah banyak berubah, kau semakin kuat, hhhh... ternyata monster gila itu benar benar mendidik Joel menjadi seorang monster seperti dirinya, akhhh..... apa jadinya kalau aku tidak merebut kepemimpinan Tiger? Joel akan berjalan di jalur yang salah," gumam William mengingat kejadian di masa lalu yang membuat Joel membenci kakaknya itu.
Kejadian lima tahun lalu yang menyebabkan keretakan hubungan antara Joel dan kakaknya.
Joel dan William adalah dua bersaudara yang dulunya tinggal di Inggris bersama keluarga mereka.
Papanya adalah pimpinan alias leader Mafia Yang dipimpin oleh William saat ini.
Pada hari dimana Joel memilih meninggalkan William adalah saat terjadi perkelahian antara Mama dan Papa mereka.
Ya perkelahian yang terjadi karena masalah kelompok mafia yang dipegang oleh Papa mereka sebagai leader Mafia di Inggris yang bersaing denagn Black Rose yang di pimpin oleh Vasko kala itu.
Mama dan Papa mereka berseteru karena untuk yang kesekian kalinya Mama Mereka meminta agar suaminya meninggalkan kehidupan mafianya, sebab mereka mulai mengalami berbagai teror dari musuh dan yang ditakutkan oleh Mama mereka , kedua anaknya terlibat dalam kelompok itu.
Papa mereka dikenal dengan sebutan Tuan Jack, pria berdarah dingin yang sangat kejam dan tegas bahkan dia mendidik kedua puteranya dengan sangat keras.
Istrinya nyonya Mia melihat kalau cara mendidik suaminya salah besar, dia menarik putera pertamanya dan selalu mengingatkan William agar tidak berubah menjadi monster seperti papa mereka.
William lebih dekat dengan nyonya Mia dan Joel lebih dekat dengan Tuan Jack lebih tepatnya terpaksa. William benar benar khawatir kalau sang adik akan mengikuti jejak tuan Jack menjadi seorang Mafia yang haus akan darah.
Pada masanya, kelompok itu memang benar benar membuat pemerintah kewalahan, mereka mengedarkan obat obatan terlarang, penjualan manusia, prostitusi, penjualan organ tubuh dan tindak pembunuhan berencana, tetapi selalu lolos dari kejaran polisi.
Waktu itu, tuan Jack dan Nyonya Mia bersitegang seperti hari hari sebelumnya, namun kali ini permasalahannya lebih kompleks, mereka berkelahi di depan Willian dan Joel.
__ADS_1
Bahkan tanpa perasaan Papa mereka memukuli Nyonya Mia di depan kedua anaknya. William tak tega melihat Mamanya dipukuli, dia melindungi Nyonya Mia habis habisan.
Joel selalu cemburu pada William karena kakaknya lebih dekat dengan Mamanya, sedangkan joel harus menanggung semua pelatihan keras yang diberikan papanya dan membuatnya benar benar depresi sejak kecil.
Dia tidak diijinkan dekat dengan Nyonya Mia dan William dengan alasan kalau mereka berdua tidak menyayangi Joel sama sekali dan Joel harus menurut pada tuan Jack, padahal tanpa dia ketahui, Nyonya Mia dan William berusaha sekuat tenaga melindungi Joel dari kerasnya pelatihan tuan Jack.
Merkea berdua diancam jika bertemu dengan Joel maka tuan Jack akan membunuh Joel di depan mata mereka berdua, hal ini membuat Nyonya Mia dan William tak bisa berkutik.
Namun Joel salah persepsi, dia berpikir kalau nyonya Mia memang tak pernah mencintainya sebagai seorang anak.
Hingga saat Tuan Jack memukuli nyonya Mia, Joel yang begitu menyayangi Mamnya melindungi wanita itu, namun tuan Jack malah menendang perut pria itu dan malah menghajar mereka semua.
William yang sudah memanas membalas perbuatan papanya, pria itu juga hebat dalam beladiri, dia menghajar Papanya habis hasbian. Joel dilema antara memilih Papanya atau mamanya yang tengah sekarat.
Hingga William kalah karena tuan Jack menggunakan alat pukul, pria itu berdiri dan menarik peletuk pistolnya dan mengarahkan ke arah William.
Duar....
Joel terkejut, Mamanya melindungi Wiliam sampai akhir hayatnya, tatapan mata nyonya Mia begitu menyedihkan, dia menutup matanya sambil memberikan tatapan lembut pada Joel yang terduduk di atas lantai dengan keadaan masih syok.
“Jaga Joel,” kata kata itu yang diucapkan nyonya Mia sebelum dia akhirnya menghebuskan nafas terakhirnya di pelukan William.
Tuan Jack juga Syok, namun dia melarikan diri, dia ingin membawa Joel namun pria itu menolak dan malah memukuli tuan Jack.
Akhirnya Joel ditinggalkan bersama William dan Mamanya. Hari itu hati Joel benar benar hancur, belum sempat dia memeluk Mamanya dengan puas, belum sempat dia bercanda, bermanja manja dengan Mamanya tetapi Nyonya Mia telah meninggal.
Joel menyalahkan William atas kejadian itu, sejak saat itu kebenciannya pada William semakin menimbun, benci karena dia yang paling disayangi Mamanya, benci karena William paling dekat dengan Mamanya, benci karena bukan William yang dipilih Papanya untuk menjadi penerusnya, benci karena William lebih unggul dalam banyak hal dari dirinya, bahan dia membenci William karena Mama mereka meninggal karena melindungi pria itu.
Hingga saat pembalasan dendam terjadi, William merebut kekuasaan Jack di aliansi dan meluluhlantahkan seluruh organisasai gelap itu, semua yang dia lakukan adalah untuk melindungi Joel dari Tuan Jack yang berencana membuat Joel menjadi monster.
__ADS_1
William bukan orang yang jahat, tetapi kematian Mamanya untuk melindungi dirinya membuat dia jadi jahat, setelah mendapatkan kepemimpinan organisasi itu, Will menjadi pemimpin yang sama mengerikannya dengan tuan Jack, sebut saja dia sempat terhilang dari tujuan utamanya hingga dia ikut menjalankan bisnis gelap.
Papanya mereka asingkan ke pulau terpencil dan memotong kedua kaki pria itu sebagai balasan atas kematian Nyonya Mia. Karena kejahatan William semakin mengerikan bahkan sampai mengusik Black Rose, Vasko turun tangan secara langsung untuk menghajar kelompok itu.
Akhirnya pertempuran besar antara Tiger dan Black Rose terjadi, dan Tiger berhasil dilumpuhkan, Vasko memberi peringatan keras pada William. Saat itu William melihat tatapan mata adiknya, tatapan kekecewaan, dan Vasko sadar kalau kedua orang itu memiliki masalah pelik yang harus diselesaikan oleh mereka sendiri.
William melihat sorot kesedihan di mata Joel membuatnya sadar tujuan awalnya memimpin organisasi itu, akhirnya William sadar dan menjauh, dia tak ingin membuat adiknya kecewa dan sebisa mungkin melindungi Joel.
Kembali ke masa sekarang, William menatap langit langit ruangannya, matanya berkaca kaca, dia menangis mengingat semua kejadian itu, dia tidak ingin hubungannya rusak denagn Joel namun Adiknya adalah pria yang keras kepala.
“Akhhh... dasar bodoh, kau membuatku khawatir lagi,” ucap William sambil menenggak alkoholnya.
“Apa aku begitu buruk di matamu Joel? Apa tak ada kesempatan bagiku untuk menjadi kakakmu yang baik, Mama memintaku melindungimu, bahkan sampai akhir hidupnya dia begitu mencintaimu, apa kau tak bisa melihat itu?” gumam William yang terlarut dengan masa lalu mereka.
“Hem.... mendengar ucapan Joel tadi, sepertinya ada pengkhianat di dalam kelompok, ck..... berani kau bermain main denganku,” gumam William .
Seperti tebakan Vasko, pria itu tidak tau kalau anggotanya melakukan pekerjaan di luar perintahnya, dan di dalam aliansi sama saja hal ini adalah sebuah pengkhianatan.
Saat William sedang di dalam ruangannya, tiba tiba seseorang masuk dengan terengah engah.
“Tuan... ada kabar buruk, Brick mengkhianati kita, dia menerima perintah dari tuan Besara,” ucap Anak buahnya yang tampak terengah engah.
Deghh....
“Besara? Ayah kandung Bella?” batin William.
.
.
__ADS_1
.
Like, Vote dan Komen.