Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Mix


__ADS_3

Di rumah sakit,


Terdengar suara tawa bahagia di ruangan perawatan Ara. Rumah sakit bagi mereka sekarang ini sudah seperti rumah kedua. Ara sudah bisa menerima teman teman barunya tanpa merasa ketakutan seperti saat mereka bertemu.


Satu bulan di rawat secara fisik dan mental membuat perubahan besar bagi Ara meski terkadang dia masih sering tiba tiba shock jika sebuah kejadian mengingatkan nya pada kejadian saat dia di bully.


Perkembangan yang sangat Bagus, namun Ara belum diijinkan untuk bertemu dengan orang lain karena sejauh ini orang yang bisa di terima Ara hanya sampai pada taraf sahabat sahabat kekasihnya.


" Ra makan obat yuk, ini udah jam satu," ucap Joel sambil membawa mangkuk berisi bubur hangat dengan obat yang sudah disiapkan.


" Tapi makan dulu ya," ucap Joel yang langsung duduk di atas brankar Ara.


" Kamu udah makan?" tanya Ara pelan, menjalin hubungan dengan pria tampan di depannya itu dan menerima perhatian Joel terus menerus membuat Ara mulai merasakan getaran aneh dalam hatinya, rasa nyaman dan aman jika dia berada di dekat Joel.


" Udah tadi, kamu makan yuk, biar cepat sehat,"ucap Joel sambil mulai menyendok bubur itu.


" Biar aku aja, kamu pasti lelah merawatku terus, kamu Istirahat aja dulu, belum lagi kamu kerja sambil ngerawat aku," ucap Ara yang merasa tak enak pada Joel.


" Gak mau aku tuh, udah cepet makan, jangan bawel, kalau bawel aku cium loh!" ancam Joel.


" Cihh... iya iya makan nih," ketus Ara.


Joel tersenyum, hobi barunya adalah membuat kesal gadis manis yang rambutnya mulai tubuh itu.


" Uluhh si botak udah punya rambut aja hahahh," celetuk Joel seraya mengusap kepala Ara.


Ara tersipu malu, Joel benar benar manis padanya.


" Cieee malu nieee hahaha.... gemes banget aku sayang hahah," celetuk Joel lagi sambil mengusap pipi Ara.


" Kasih makan aja dulu kak, entar kalau obatnya telat awas loh!" suara tajam Diandra menusuk telinga Joel.


Wajah Joel kusut, " iya iya mak lampir, dasar nyobes, datang datang main nyindir aja," celetuk Joel dengan wajah kesal..


Diandra tak peduli, dia membawa makanan untuk suaminya yang masih membutuhkan pemulihan untuk luka di tangannya.


" Kak makan yuk," ajak Diandra.


" Sini aku aja yang, kamu capek banget bolak balik begitu," ucap David yang tak tega melihat istrinya dengan perut bulatnya mondar mandir kesana kemari untuk menyiapkan keperluan suaminya.


" Gak apa apa, kamu lagi sakit, biar aku yang urus, lagian sok jagoan sih, main berantem sama Kakek Kakek kenap pisau kan tangan kamu, dasar, bikin khawatir aja huh!!" gerutu Diandra.

__ADS_1


Meski menggerutu, dapat David pahami kalau Diandra benar benar khawatir pada dirinya. David menarik tangan Diandra namun Diandra tak menoleh, dia malah menunduk.


" Yang," panggil David namun Diandra tak menoleh.


" Sayang lihat aku!" ucap David namun Dian tak menoleh.


David menarik pelan wajah Diandra, betapa terkejutnya David saat melihat istrinya menangis dengan air mata mengalir deras dari kedua pelupuk matanya.


" Dian sayang," David langsung memeluk istri yang menangis.


" Sayang maaf bikin kamu khawatir, maafin aku, jangan nangis aku janji gak lagi deh," ucap David panik.


" Aku khawatir kamu kenapa kenapa sayang, hiks hiks hiks... jujur aku takut kalau kamu sampai terluka, aku takut yang," tangis Diandra sambil menatap suaminya.


" Aku gak akan terluka lagi kalau itu membuat kamu khawatir, maafin aku, gak akan terulang lagi, maafkan aku," ucap David.


" Jangan terluka, aku dan Baby gak suka lihat kau sakit, gak suka lihat kamu menderita bahkan sedih, jadi please jaga diri kamu sebisa mungkin kak," ucap Diandra.


" Iya, aku janji, udah jangan nangis, Mama kok cengeng banget sih, Mama jangan nangis ya, maafin Papa," ucap David sambil mengusap perut istrinya.


" iya, ayo makan, kamu harus minum obat, biar cepat sembuh," ucap Diandra.


David menatap istrinya," Terimakasih selalu bersamaku sayang, aku juga gak bisa melihat kamu dan calon anak kita menderita, aku kagak mau itu terjadi," ucap David dalam hatinya.


Namun tampak ada yang baru, Vasko menggendong Edward yang tiba tiba menempel pada dirinya. Jarang jarang Edward dekat dengan paman nya yang menurutnya seperti bos preman itu.


" Uncle Vasko nanti kalau Edward udah becal, Edward mau jadi kuat sepelti uncle Vasko!" celetuk bocah kecil itu.


" Wah benar? hmmm kalau begitu Edward harus makan yang kuat dan sehat supaya bisa lebih kuat dari uncle, Uncle Joel, Uncle David dan Daddy!" ucap Vasko yang tampaknya sangat menyukai anak kecil.


" Hahha benar Uncle, tapi bukan sepelti Daddy," ucap Edward.


mereka terbelalak bahkan yang lain juga turut mendengar celetukan bocah kecil tampan itu.


" Dasar anak edan, " ketus Otniel.


" Dinistakan Anak sendiri, emang enak kak ahhahah," Bisik Joy.


" Ck.... ajaran si Diandra nih," ketus Otniel.


" Emang Daddy kenapa?" tanya Vasko seraya membawa Edward duduk di sofa, dengan bocah itu masih tetap duduk di atas pangkuannya.

__ADS_1


" Daddy mah Lemah uncle!" celetuk Edward.


" Pffftthhh hahahhahaha..." Joel, Diandra, Ara dan David tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Edward lain halnya dengan Otniel, dia.malah memasang wajah geram.


" Daddy kalah terus kalau debat sama Onty Diandra, kan lemah hahaha," ejek Edward.


" Hahahah... kamu ada ada aja," ucap Vasko sambil mencolek pipi Edward.


" Emangnya kamu mau jadi kuat untuk apa?" tanya Vasko.


" Ummm aku mau jagain Daddy Sampai Daddy tua, jagain Uncle Vasko, Uncle David, Uncle Joel, Onty Dian, Onty Joy, Onty cantik," ucap Edward yang membuat mereka tertegun.


" Dan telakhir jagain Baby Bubu heheh, makanya Edward harus kuat, biar sanggup jagain kalian semua!"celetuk bocah kecil itu.


"Pinter banget sih kamu gak kayak Daddy hahaha," Vasko tertawa lepas sambil menggendong Edward.


Mereka semua tersenyum melihat kedekatan Edward dengan Vasko. Tapi lain halnya dengan Otniel yang selalu saja dijadikan tumbal untuk bahan ejekan, ada ada saja sahabatnya itu.


" Ck... kalian sih tidak mengijinkan ku ikut bertempur, jika kalian ijinkan aku akan menunjukkan sifatku, kalian malah mengejekku huh!" Otniel kesal dia memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Kalau kau ikut, kau pasti akan menunjukkan sifat aslimu yang persis seperti kedua kakak Kembarmu dan Papa dan Mama Park, aku takut kau menggila Otniel," batin David yang pernah melihat bagaimana gilanya Otniel jika menghajar seseorang.


"Bocil diam saja, tak perlu banyak tindakan ,cukup pastikan keamanan Nyobes dan putramu saja sudah cukup," celetuk David.


" Heh kalau itu aku pasti akan melakukannya, kalian memang tidak percaya padaku!" ketus Otniel.


" Aku percaya pada kak Niel, aku yakin kakak itu orang hebat meski kalah kalau debat heheh, Kak Niel semua ada waktunya, untuk saat ini bantu Diandra dulu ya, kalau udah lahiran sih Dian bisa jaga Baby sama Edward sekaligus tapi kalau kondisi sekarang, kakak tau sendiri lah heheh," ucap Diandra.


" Emang ya yang paling ngertiin aku tuh cuma Diandra, uhh makin sayang deh sama adikku yang cantik ini,gemes" ucap Otniel .


" Hahahaha....


Mereka tertawa bahagia di dalam ruangan itu.


Joy tampak terus mengamati suaminya yang begitu bahagia bersama Edward, dia tersenyum menatap suaminya.


" Aku akan memberikan keinginanmu sayang, kau berhak untuk bahagia, " batin Joy.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2