Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Kepulangan Vasko


__ADS_3

Vasko telah kembali ke Indonesia dengan membawa Papanya, dia sudah mempersiapkan semua ini untuk kejutan bagi keluarganya di Indonesia.


Sean, Vasko dan Sir Justin dan seorang pria tua lainnya yang tak lain adalah Sir Petra Papa angkat Otniel tampak keluar dari bandara, seorang gadis yang tak lain adalah Joy menyambut kedatangan Vasko yang membawa seorang pria yang duduk di kursi roda.


Joy tersenyum bahagia menyambut kedatangan kekasihnya. Vasko juga membalas senyuman calon istrinya .


"Son apa dia gadis yang kamu maksud!" Bisik Sir Justin.


"yes Pa, dia calon istri Vasko," balas Vasko sambil tersenyum.


"Kau memilih gadis yang tepat nak, seleranya sama dengan Papa, hebat hahhaah," sir Justin tertawa di depan anaknya.


"Heheh tentu saja Pa," ucap Vasko.


Sejujurnya Vasko belum memberitahukan perihal kedatangan sir Justin ke Indonesia. Bahkan Sir Justin belum tau kalau Vasko sudah bertemu dengan Alena dan putrinya Diandra, bahkan dia tidak tau kalau dia memiliki seorang putri lagi yang sangat mirip dengannya yaitu Reva.


Sean juga diminta untuk tidak bicara apa apa.


"Selamat datang, halo Om!" Sapa Joy sambil menghampiri mereka sambil tersenyum ramah dan membungkuk hormat pada Sir Justin.


"Halo nak, siapa nama kamu?" tanya Sir Justin.


"Saya Joy om," ucap gadis itu sambil tersenyum ramah menyapa mereka semua.


"Wah gadis cantik, hohoho... Justin, putramu pintar memilih gadis," ucap Sir Petra sambil tertawa.


"Halo Om," sapa Joy.


"Ahh salam kenal, saya Papanya Otniel," ucap Sir Petra.


Sir Petra juga belum tau tentang keluarga kandung Otniel, semuanya direncanakan oleh Vasko, dia ingin membuat kejutan bagi mereka.


"Ahh ya sudah, ayo kita berangkat," ucap Mereka semua.


Mereka berangkat bersama sama menuju rumah besar keluarga Park.


"Pa, Vasko punya kejutan besar buat Papa," ucap pria itu, dia duduk di samping Sir Justin dan Joy di sisi yang lain. Sir Petra sendiri duduk di samping Sean yang mengemudikan mobil.


"Kejutan apa nak? kau selalu saja membuat Papa penasaran," ucap Sir Justin.


"Ada deh, nanti Papa tau," ucap Vasko, tampak dari matanya dia sangat menyayangi Papanya.


Joy tersenyum melihat kedekatan mereka berdua, sungguh dia tak menyangka kalau pria yang dia kenal seorang leader Mafia itu adalah seorang pria yang kaku.


Ternyata Vasko adalah pria bertanggung jawab dan penuh dengan kasih sayang, sungguh menjadi idaman semua pria.


drrrtt... drrrttt...


Ponsel Sir Petra berbunyi, dia menatap ponselnya dan melihat nama seseorang disana.


"Ahh... halo, "


"..."


"Hahahah iya sudah lama, aku akan ke tempat mu, aku sudah tiba di Indonesia,"


"..."

__ADS_1


" Hahahaha baiklah, kau ternyata masih ingat janji itu, Justin juga disini,"


"..."


"Nanti kutanyakan, baiklah"


"Aduhh maaf itu teman Lama, " ucap Sir Petra.


"Siapa?" tanya Sir Justin.


"Si anak bawang hahhaha.. dia menghubungiku, dia meminta kita ke tempatnya," ucap Sir Petra.


"Kau saja, aku belakangan Petra, kaki ini sedikit sakit, aku butuh istirahat," ucap Sir Justin.


"Hahahah baiklah, setelah kau sehat kita kesana, aku saja nanti yang mengunjungi nya," ucap Sir Petra.


"Apa kalian dulu pernah tinggal di Indonesia?" tanya Vasko yang merasa bingung dengan topik pembicaraan mereka.


"Ahhh sewaktu kami muda seperti kalian kami adalah sahabat di masa lalu, Papamu menikah dan si anak bawang juga menikah, hanya aku yang memilih menyendiri hahah..." jelas pria tua itu mengenang masa lalu.


"Kenapa om memilih tidak menikah?" tanya Joy.


"Aku tidak menemukan wanita yang bisa menerima Otniel, bagiku Niel adalah segalanya waktu itu heheh... hidup begini juga tak masalah," ucap Sir Justin.


"Wahh om hebat ya," ucap Joy.


"Sama persis seperti kak Niel, tapi apa kak Niel akan berakhir seperti om om" pikir Joy.


Mereka pun melaju menuju rumah besar Park.


Sementara itu di rumah besar Park, seluruh keluarga di minta berkumpul oleh David, dan tidak diperkenankan untuk pergi kemana pun sampai Vasko tiba bersama rombongannya.


Keluarga Maureer lengkap, keluarga Park juga demikian, bersama juga dengan keluarga Hares keluarga kandung Diandra.


Semuanya duduk di ruang santai sambil bercengkrama. Diandra dan Otniel serta si kecil Edward menjadi kombinasi yang sempurna di kumpulan itu.


"Onty, pelut onty semakin becal ya, kayak ada bola di dalamnya," celetuk Edward sambil memegang perut Diandra.


"Heheh tentu saja makin besar sayang, Baby Bubu udah mau tiga bulan heheh," Diandra tersenyum sambil mengusap pucuk kepala bocah itu.


"Baby Bubu perempuan atau laki laki Onty?" tanya Edward.


"Kita belum tau sayang, belum pernah tanya sama dokter, biar aja begitu, biar waktu baby Bubu lahir nanti, jadi kejutan," ucap Diandra sambil menirukan suara anak bayi.


"Ohh... begitu toh, kalua baby Bubu laki laki, baby Bubu jadi sahabat baik Edward, tapi kalau pelempuan, baby Bubu Edward yang lindungi,cepelti uncle David lindungi Onty heheh," celetuk bocah kecil itu dengan senyum menggemaskan.


"Aduh anak Daddy bakal calon playboy gari keras nih hahahaha..." Otniel tergelak mendengar celetukan anaknya.


"No Daddy," seru Edward sambil menggoyangkan jarinya.


"Ndak boleh banyak pelempuan cukup satu, bial bahagia Ndak kaya mom Sean, kasian, huh!" ucap pria kecil itu.


Mereka semua tertegun dengan ucapan Edward, pria kecil itu benar benar berpikiran dewasa, anak yang benar benar menggemaskan.


"Nah Edward benar, cukup satu perempuan sebagai ibu, satu perempuan sebagai istri, jangan lebih, pintar kamu nak!" ucap David sambil menepuk kepala Edward dengan penuh kasih sayang.


"Edward pinter banget, siapa yang ajarin sih?" tanya Aurel sambil tersenyum.

__ADS_1


"Daddy Niel, Onty Dian, Uncle David sama uncle Joel hehehhe," jawab bocah kecil itu.


"Ehh sama Kakek nenek juga," celetuknya.


"Hahahahahah.... "mereka semua tertawa bahagia sebuah keluarga yang sangat kompak.


"Ma gimana kaki Mama, udah mendingan?" tanya Diandra pada Alena.


"Masih sama sayang, Mama emang gak bisa jalan lagi sayang, gak apa lah, biar nanti bisa gendong cucu dengan nyaman hahahah... iya kan Edward sayang" ucap Alen.


"Kaki Nenek kenapa?" tanya Edward.


"Kecelakaan sayang, tapi sekarang udah gak apa apa kok," ucap Alena.


"Ohhh... Kalau begitu... ehh... sebentar Daddy, Edward mau sama nenek Alena," ucap Edward sambil turun dari pangkuan Otniel.


Mereka semua menatap bocah kecil itu, entah apa lagi aksinya kali ini.


Edward berjalan mendekati Nyonya Alena, dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya, sebuah plester bergambar bintang .


"Eghh... Ini Nenek pakai, semoga cepat sembuh kakinya nek," ucap Edward sambil memasang plester itu di kaki Alena.


"Hahahahahaha...." Mereka semua tertawa melihat tingkah Edward, dikira luka biasa kali ya , ada ada aja kamu Edward.


"Hahahah... terimakasih cucu Nenek, peluk dulu sini," ucap Alena.


Edward memeluk Alena sambil tersenyum dan...


Cup..


"Cepat sembuh nenek," seru Edward dengan senyuman manisnya.


Saat mereka berbincang bincang tiba tiba suara bariton seseorang menggema di ruangan itu.


"Halo semuanya, kami sampai!" seru Vasko dengan suara ruang gembira.


Mereka semua menoleh ke arah kedatangan mereka.


Mata Otniel terbelalak saat melihat Papanya tiba disana.


"Monyet tua! eh... ups heheh!" Otniel terkejut sampai dia berdiri.


Alena menatap mereka, matanya tertuju pada sosok pria yang juga duduk di kursi roda seperti dirinya.


Diandra dan Reva juga menatap pria yang memiliki paras yang mirip dengan mereka berdua.


"Ju..Justin?" gumam Alena dengan mata terbelalak, jantungnya berdegup kencang, begitu pun dengan Sir Justin.


Pria tua itu terkejut b main, seketika dia diam membisu melihat siapa yang ada di hadapannya.


Degh...


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2