
Pagi kembali menyapa seluruh umat manusia penghuni bumi. Aroma pagi hari yang khas di temani semilir angin sepoi sepoi menemani langkah ringan tiga orang pria tampan yang sedang melakukan olah raga pagi ini.
Joel, Otniel dan si kecil Edward yang menaiki sepeda. Joel dan Otniel lari pagi dengan Edward yang menaiki sepeda di depan mereka.
"Ayo Daddy, Uncle kejar Edward hahhaha.... " teriak bocah kecil itu, mereka sudah keliling sejak tadi dan Edward tampaknya tak ada capeknya.
"Nak Daddy capek!" teriak Otniel yang kelelahan mengejar Edward.
"Jiahhh Ternyata kau lemah!" ucap Joel yang masih punya banyak tenaga untuk mengejar Edward, tentu saja dia punya banyak tenaga, dia istirahat dengan cukup beberapa hari sebelumnya.
"Hahh.... haahhh... haiihhh capekhh!!" ucap Otniel yang sudah ngos-ngosan.
"Edward tunggu Daddy, kaki Daddy sakit!" teriak Otniel.
Mendengar panggilan Daddynya, Edward langsung berbalik arah saat mendengar kalau kaki Otniel sakit.
Dengan cepat bocah kecil itu turun dari sepedanya dan menghampiri Otniel dengan raut wajah khawatir, Joel bahkan terkejut saat melihat raut wajah Edward begitu khawatir.
"Daddy sakit? udah duduk aja dulu, maafin Edward terlalu cepat padahal kita udah jauh keliling nya," ucap Edward sambil menarik Daddynya duduk di trotoar jalan.
Otniel duduk disana sambil mengambil nafas, sebenarnya dia kelelahan setelah acara pernikahan dadakan semalam.
"Haihhh... Daddy kecapekan nak, maaf ya gak bisa ngejar kamu," ucap Otniel.
"Daddy capek banget ya, maafin Edward bikin Daddy capek, kita gak usah olahraga lagi kalau bikin Daddy jadi capek, " ucap bocah kecil dengan tatapan Merasa bersalah.
"Hei bukan salah Anak Daddy, kamu malah hebat ngalahin Daddy," ucap Otniel sambil menepuk pucuk kepala putranya dengan gemas.
"Biar Edward pijitin kakinya, maaf ya Daddy," Celetuk bocah kecil itu sambil memijit kaki Otniel dengan tangan kecilnya itu.
"Niel sebaiknya kita duduk di supermarket sana saja, kita istirahat disana, kau masih bisa jalan kan?" tanya Joel.
"ahhh beruntung sekali ada supermarket, baiklah kita kesana aku masih kuat hanya untuk jalan kesana," ucap Otniel sambil bangkit berdiri.
"Edward ayo Uncle gendong, biar Daddy jalan sendiri, Kakinya pasti capek karena semalam bantuin nikahan uncle Vasko," ucap Joel.
Sebenarnya Otniel sampai ikut turun tangan memasang perlengkapan untuk nikahan Vasko dan Joy, dia manjat kesana kemari untuk mempercepat acara.
Joel menggendong Edward dan membawa sepeda bocah kecil itu diikuti oleh Otniel di belakang mereka. Ketiganya berjalan menuju supermarket di persimpangan jalan itu, supermarket yang sama yang mereka kunjungi beberapa waktu lalu.
Setelah sampai, Otniel dan Edward duduk di bawah gazebo yang disediakan supermarket disana.
"kalian disini dulu, aku akan membeli minuman, Edward mau makan apa sayang?" tanya Joel.
"aummm... apa ya? Daddy mau makan apa?" Edward malah bertanya pada Daddynya.
Joel tersenyum sambil geleng-geleng kepala dengan tingkah bocah kecil itu.
"Daddy makan apa aja boleh," ucap Otniel.
__ADS_1
"Ummm kalau begitu, Uncle Edward ikut ya ke dalam biar Edward pilih buat Daddy," ucapnya.
"Baiklah jagoan, ayo naik kesini," Joel mengangkat Edward dan mendudukkan nya di bahunya.
"Tunggu disini, istirahatkan kakimu, dasar LEMAH!" Joel sempat sempatnya mengejek Otniel saat ini.
"Ck... dasar si kunyuk ini, ini juga karena ulah kalian, bisa bisanya kalian naik ke atas bahuku untuk memanjat dinding rumah itu," ketus Otniel.
"Hahaha nasib anak bontot !" celetuk Joel sambil melenggang masuk ke dalam supermarket itu.
Joel masuk ke dalam supermarket, tujuan utamanya ke supermarket itu bukan hanya membeli Snack tetapi menjalankan misi kemanusiaan untuk menangkap dan memenjarakan si pujaan hati dalam penjara cinta sang Joel.
"Selamat datang di HaluMart selamat berbelanja," sapa petugas yang melayani disana.
Mata Joel langsung mencari keberadaan gadis yang membuatnya penasaran bahkan wajah gadis itu terus menerus terbayang di pikirannya.
"Hmmm apa dia tidak masuk?" gumam Joel.
"Uncle kita beli roti boleh?" tanya Edward yang duduk anteng di bahu Joel sambil memandang ke seluruh supermarket itu.
"Hmmm? roti boleh, Edward mau makan roti?" tanya Joel sambil berjalan menuju tak roti.
"He em... Edward mau makan roti, buat Daddy juga, biar nggak sakit," ucap bocah kecil itu.
"Baiklah, kita cari roti, mau rasa apa?" tanya Joel.
"Ummm... rasa Stlobeli sama rasa blubeli yang ada beli belinya hehehe..." ucapnya sambil tersenyum.
"Yuhuuuu... Let's go!!" seru bocah kecil itu.
Keduanya asik memilih Snack untuk mereka makan dan juga untuk dibawa pulang.
"Uncle, Edward turun sebentar, "
"Ahh baiklah, jangan jauh jauh dari uncle," ucap Joel yang di balas anggukan kepala oleh Edward.
Joel dan Edward berkeliling mencari cemilan, Mata Joel tertuju pada Ara, gadis yang dia incar dan harus menjadi milik nya.
"Ehh dia ternyata masuk," batin Joel saat melihat Ara sedang menyusun barang di rak dekat mereka.
"Akhirnya aku menemukanmu," pikir Joel dengan senyum sumringah.
Edward kecil melihat lihat cemilan di sepanjang rak itu, namun tak mengambil satu pun.
Joel menatap bocah kecil itu, dari kecil saja sudah kelihatan kalau Edward adalah anak yang berhati hati dalam bertindak.
"Nak kamu ambil yang kamu mau, kenapa diam aja?" tanya Joel.
"Ummm... Edward gak tau itu sehat atau nggak uncle, dulu Mom Sean yang pilihin buat Edward, nggak boleh makan sembarangan karena pelut Edward masih kecil," ucapnya dengan wajah bingung.
"Ohh... begitu," ucap Joel sambil mengangguk padahal matanya terus tertuju pada Ara.
__ADS_1
Edward menatap kesal ke arah Joel yang tidak memperhatikan dirinya.
" Uncle dengar Edward gak sih?" ketus bocah kecil itu.
"Ehh... I..iya dengar kok, kamu mau cari yang aman buat kamu kan?" tanya Joel.
"Iya loh Uncle, masa Edward harus ulang ulang sih? Daddy juga udah nungguin itu di luar," ucap Edward.
"Heheheh... kamu minta bantuan sama Onty cantik itu yuk, Uncle juga kurang paham yang begituan," ucap Joel sambil menunjuk Ara.
Edward menatap Ara, dia seketika mengingat kasir cantik yang melayani mereka beberapa waktu lalu.
"Oh iya, itu kan Onty cantik yang waktu itu," ucap Edward.
"Ho...oh... kamu minta bantuan sama Onty itu dulu, " ucap Joel.
"Ahh baiklah, pasti Onty itu lebih paham," ucap Edward.
"Nah benar nak, sudah ayo kita samperin ontynya," ucap Joel sambil tersenyum senang mengingat rencananya untuk pendekatan pertama akan berhasil.
"hahahahah... langkah pertama akan sukses, aku akan menjadikanmu milikku Gadis manis heheheh, " batin Joel.
Mereka berdua berjalan mendekati Ara yang sibuk menyusun barang.
"Halo Onty cantik!" seru Edward sambil menyentuh lengan gadis itu.
"Eh... siapa?" ucapnya sambil menoleh, dia melihat wajah Edward dan Joel si manusia aneh yang dia temui di lampu merah waktu itu.
"Eh halo ganteng, ada apa nih?" tanya Ara sambil menyapa Edward dengan ramah tetapi terkesan cuek dengan Joel.
"Emmm... Edward minta tolong pilihin makanan yang sehat buat Edward, Uncle Joel nggak paham katanya," ucap bocah itu.
"Ahhh... masa iya gak paham?" ucap gadis itu.
"Ya memang nggak paham nona, saya mohon bantuannya ya, ahh dan tolong jaga dia sebentar, saya ingin mengantar roti untuk Daddynya," ucap Joel yang langsung pergi dari sana.
"Eh... tuan anaknya!" teriak Ara namun tak digubris oleh Joel yang berlari secepat kilat mengantarkan roti dan minuman untuk Otniel.
"Onty ayo bantu Edward," Ajak bocah itu.
"Ehh iya iya sebentar," ucap Ara yang malah jadi kebingungan.
.
.
.
like, vote dan komen 😊😉
Strategi mu bang Jo 🤣
__ADS_1