
Sesuai dengan apa yang sudah mereka bicarakan sebelumnya, acara singkat pemberkatan pernikahan pun telah dilakukan dengan sederhana, tanpa ada resepsi sesuai permintaan mereka.
Aiden dan Mikha bahkan sampai dipanggil untuk datang menghadiri acara singkat itu.
Beruntung Otniel adalah orang yang cekatan, dia sudah menebak ini sebelumnya, oleh kare itu Otniel menyiapkan semuanya tanpa sepengetahuan mereka.
Pernikahan sederhana tanpa resepsi telah dilaksanakan dan sepasang kekasih itu kini telah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah.
Acara singkat dilakukan, setelah itu mereka semua berkumpul di ruangan depan rumah Keluarga Joy.
"Selamat ya nak, kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri," ucap nyonya Alena yang menitikkan air mata.
"Mama kenapa nangis?" tanya Diandra.
"Mama bahagia karena mama pikir Mama gak akan bisa melihat kalian menikah, tau taunya Mama Sekarang sudah punya dua menantu dan sedang menunggu kelahiran cucu Mama, hiks hiks .." ucap wanita itu menangis haru.
Sir Justin menggenggam erat tangan Istrinya, dia juga tak menyangka kalau dirinya masih kuat dan bisa menyaksikan anak anaknya menikah.
"Sekali lagi selamat atas pernikahan dadakan kalian nak, semoga kalian bahagia, dan untukmu Vasko," Sir Justin menatap Vasko.
"Papa harap kau tidak mengikuti jejak Papa, pertahankan keluarga kecilmu, lindungi istrimu dan anak anakmu kelak, jadilah kuat untuk mereka, kau Sekarang bukan hanya seorang pimpinan aliansi tetapi sekarang telah bertambah tanggu jawabmu sebagai seorang kepala keluarga," ucap Sir Justin.
"Dan untukmu nak Joy, Papa harap kamu bahagia dan menjadi sosok istri yang sabar dan juga harus cerdas dalam menghadapi apa pun masalah rumah tangga yang akan melanda kalian nanti," ucap Sir Justin.
"Vasko janji akan menjaga keluarga Vasko dengan baik Pa, terimakasih atas nasehatnya, Vasko akan ingat dengan baik," ucap pria itu.
"Terimakasih Pa atas restunya, Joy harap Papa dan Mama sehat dan hidup bahagia," ucap Joy.
Mereka semuanya bahagia, ucapan selamat datang dari seluruh keluarga besar atas pernikahan dadakan itu.
Diandra sampai terharu melihat kakak laki lakinya kini telah menikah dengan seorang gadis yang dia juga sukai.
"Hisk hiks hiks... jadi Joy sekarang adalah kakak ipar ku huaaaaa.... ini lucu sekali hahah..."Diandra menghampiri mereka sambil menangis dan tertawa di waktu bersamaan.
"Hahahahah.... sayang kau menangis atau tertawa sih hahahah..." David meledek istrinya sendiri.
"Hahahah... aku benar benar terharu yang, baru beberapa bulan aku menikmati menjadi seorang kakak ipar ehh Sekarang aku malah jadi adik ipar di waktu bersamaan hahahah.... ini benar benar lucu," Diandra malah tertawa terbahak-bahak.
Mendengar itu, mereka semua turut tertawa, tentu saja membingungkan, beber saat lalu dia masih menjadi kakak ipar nya Joy sekarang dia malah menjadi adik ipar gadis yang beberapa waktu lalu memanggil nya kakak ipar.
"Kakak akan selalu jadi kakak ipar ku heheheh," Joy memeluk Diandra sambil menangis haru, berkat Diandra Joy tau seberapa besar cinta Vasko pada dirinya.
"Terimakasih sudah menerima kakakku yang seram itu Joy, kau membuat bunga tumbuh di kumisnya hahahaha.... dia banyak tersenyum setelah mengungkapkan perasaannya padamu," ucap Diandra.
"Aku yang berterimakasih pada Kakak, aku jadi tau seberapa besar pengorbanan nya selama ini," bisik Joy.
"Hmmm... ingat, jadi istri yang cerdas, jangan mau ditindas apalagi kalah sama pelakor heheheh," kekeh Diandra sambil melepaskan pelukannya.
"Selamat untuk kalian berdua, selamat kakak ipar hahhaha..." ucap David.
__ADS_1
"Semoga kalian cepat menyusul, yuhuuuu..." ucap Joel dan Otniel seraya mengusap perut mereka seperti ibu hamil sambil bergoyang di depan mereka, ada ada saja mereka ini.
"Bwahahahahah... iya semoga kalian cepat menyusul hahahah," Kekeh Diandra dan David.
Vasko dan Joy malah tersipu malu karena ulah mereka semua, bena benar keluarga yang lucu.
" Onty rambut pendek, uncle kumis selamat ya atas pelnikahannya," seru Edward sambi memberikan coklat pada mereka masing masing.
"Hahahaha terimakasih sayang, uncle Kumis dan Onty rambut pendek seneng liat Edward hahahah..." celetuk Joy sambil tertawa mendengar ucapan Edward.
"Heheheh..."
Pak Putra dan Cindy Tampak mendekati kedua pengantin baru itu.
Cindy memeluk putrinya dengan erat sambil menangis haru" selamat ya sayang, semoga kamu bahagia," ucap Cindy.
"Ekhmm... Selamat atas pernikahan kalian Joy, semoga kalian bahagia, Papa.." Pak Putra berhenti bicara saat Joy memeluk dirinya sambil menangis.
" terimakasih Pa, Joy sayang sama Papa maaf kalau Joy bicara kasar pada Papa hiks hiks hiks," Joy menangis sambil memeluk Papanya.
Pak Putra menyadari kesalahannya, dia benar benar tidak memperhatikan anaknya selama ini.
"Papa yang minta maaf, maaf sayang, Papa gak bermaksud menyakiti hatimu,"ucap Pak putra sambil memeluk anaknya dengan erat.
"Sudahlah kenapa kalian jadi menangis, asal jangan diulangi lagi!" ucap Cindy.
Vasko hanya mengangguk seraya tersenyum.
Setelah acara selesai mereka semua berkumpul.
Suasana tampaknya hening.
"Bisa kau beritahu keadaan Amel padaku? kenapa dia belum bangun juga? sedari tadi aku terus memikirkannya!" ucap Pak Putra yang pikirannya tak lepas dari putri kesayangannya.
Joy menatap Papanya," Sampai akhir pun Papa tak akan pernah seperhatian itu padaku," gumamnya yang masih bisa di dengar oleh Vasko.
Dengan lembut Vasko merangkul istrinya," Aku disini jangan bersedih," ucap Vasko.
Otniel menatap mereka semua, Si kembar, Gama dan Luna yang sudah tau keadaan Amel tampak tenang, mereka ingin melihat Apa yang akan dilakukan oleh putra termuda di keluarga mereka.
"Apa Pak tua benar benar ingin tau?" ucap Otniel seraya menyeringai membuat mereka semua menatap bingung pada Otniel.
"Ck... sial, pernikahan sudah selesai cepatlah katakan, aku ingin melihat putriku, hanya karena acara tak berguna ini kita membiarkan dia tidur sendirian disana!" ketus pak Putra yang ternyata penyesalan nya hanya semenit saja.
"Seharusnya kau merawatnya dengan benar ! sialan hanya karena acara ini aku tak memperhatikan putriku," ucapnya lagi.
Sempurna sudah sakit hati Joy. Kali ini gadis itu benar benar diam tak peduli, Diandra yang duduk di sampingnya menggenggam erat tangan Joy begitu pun dengan Vasko dari sisi yang lain.
Sir Justin dan Sir Petra memutar malas kedua bola mata mereka, sifat Pak Putra memang semakin parah.
__ADS_1
"Cihh... buat apa aku mengurus anak tak bergunamu itu!" umpat Otniel yang masih menyimpan dendam pada Amelia yang menghina Diandra dan Joy tadi.
"Apa kau bilang hah!! dia itu anak yang paling penurut dan baik, tidak seperti...
Pak Putra terdiam saat mendapat tatapan tajam dari Vasko, Sir Petra, Sir Justin, David dan yang lainnya.
"Ck...sial, jelaskan saja keadaan nya jika tidak aku akan membawanya ke rumah sakit!" ketus Pak Putra.
Otniel tersenyum tipis," apa Pak tua punya penyakit jantung Tan?" tanya Otniel pada Cindy.
"Tidak, dia sangat sehat," ucap Cindy.
Otniel mengangguk," setelah ini pak tua akan mendapatkan penyakit jantung," ucapnya.
"Sebenarnya ada apa kak?" tanya Joy.
"Panggil suami Amelia, dia sedang mengandung dari diagnosaku mungkin usia kandungannya hampir satu bulan," ucap Otniel dengan sengaja.
Deghh....
Mata Pak Putra terbelalak begitupun dengan Cindy, Bahkan yang belum atau hal ini sangat terkejut.
"Kak... Amel belum menikah," ucap Joy pelan.
Seketika itu Pak Putra bagai disambar petir di sore hari, benar kata Otniel, Pak Putra mendapatkan serangan jantung ringan yang membuatnya sesak nafas dan tak bisa berbicara saat mengetahui anak kesayangannya justru hamil di luar nikah.
"Tidak... itu tidak mungkin, kau berbohong!!" pekik Pak Putra.
"Maaf tapi saya adalah dokter terbaik dalam segala bidang, bisa dipastikan hasil pemeriksaan saya tidak meleset, selain itu...
Srakkk
Otniel melemparkan Plano test dan obat penggugur kandungan ke atas lantai.
"Ini buktinya!" ucap Otniel.
Pak Putra syok, dia ambruk ke atas lantai, Cindy sendiri di topang oleh Luna. Mereka sama sama tak menyangka kalau ini akan terjadi.
"Tiiiiidaaaakkkkk!!!!!!" pekik pria itu sambil menangis.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉😊
gak enak kalau Pak Putra gak dibuat senam jantung
__ADS_1