Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Perkenalan


__ADS_3

Mereka masuk ke dalam rumah besar itu dan disambut hangat oleh seluruh keluarga besar yang menantikan kedatangan mereka.


Diandra begitu takjub melihat keluarga besar suaminya, David sama sekali belum memperkenalkan mereka pada Diandra, tetapi mereka semua sudah mengenal Diandra, tentu saja ada Joy yang siap sedia melaporkan seluruh keadaan di Jerman.


“Ayo sayang kita masuk, selamat datang di rumah besar Park, ini rumah Papa Gama dan Mama Luna, mereka orangtua kakak kembar itu,” ucap David memperkenalkan keluarga Park pada Diandra.


“Nah beliau Mom Rose dan Daddy Ken, anak mereka kak Varrel yang lagi ngintilin Mom Rose heheh,” ucap David menunjuk Keluarga Ken.


“ Mereka keluarga Lee tapi bukan dari konoha heheh, Mami Andin dan Papi Mark, anak mereka itu Joan dan Jesika,” ucap David.


“Nah mereka keluarga Daddy Bima dan Mom Celine, anak mereka itu noh yang lagi molor di bahu Mom Celine si Gara,” ucap David memperkenalkan Keluarga Bima.


“Nah yang disana Papa Alex dan Mama Vanya, anak mereka namanya Bianca dan Heru, tapi kedua bocah tengil itu sedang kuliah di London, Papa Alex menghukum mereka karena bolos kuliah hihihih,” kekeh David mengingat kedua adik dari keluarga Alex.


“Nah untuk kedua bocah itu,” ucap David menunjuk Kiel dan Karina yang menempel di bahu Luna.


“Ck... kami bukan bocah kak David,” gerutu mereka berdua dengan wajah kesal.


“Tcihh... jadi perkenalkan kakak ipar yang super duper cantik,” ucap kiel berdiri di depan Diandra yang menatap mereka dengan tatapan penasaran.


“Dan dia Karina,” seru Kiel sambil menunjuk adik perempuannya.


“Dan kami anak Mami Anna dan Papi Ferdi, tapi sekarang jadi anak mereka semua heheeh,” seru keduanya sambil tersenyum manis di hadapan Diandra.


Luna menatap kedua anak itu, hampir saja air matanya menetes saat mengingat kedua orang yang sangat disayamginya itu.


Gama memeluk istrinya dari samping, Si kembar Christan dan Christo juga melakukan hal yang sama, mereka tau Mama mereka menghadapi masa sulit, kehilangan anak lelakinya dan kehilangan dua orang penting dalam hidupnya.


“Jangan bersedih Ma,” ucap Christan.


“Ini hari bahagia,” tambah Christo.


“Mereka sudah bahagia disana,” imbuh Gama.

__ADS_1


“Nah mereka anak mendiang Mami Anna dan Papi Ferdi,” ucap David yang membuat Diandra menoleh pada pria itu, ingin dia bertanya namun diurungkan.


“Nah dan Joy adalah anak bibi Cindy, ummm? Ngomong ngomong Bibi tidak ikut?” tanya David.


“Hohohoh.... Bibi disini nak, Bibi baru saja tiba,” ucap seorang wanita yang baru saja tiba, seorang perempuan dengan tubuh berisi, jika dilihat lihat wajahnya mirip dengan Joy khususnya di bagian mata, datang dengan pakaian nyentrik seperti biasa dengan gambar bunga bunga di ujung pakaiannya.


“Haihhh... ma kenapa bawa bawa si Miku sih?” gerutu Joy yang langsung menghampiri Mamanya dan mengambil alih seekor kucing yang dibawa bawa oleh Cindy lalu memasukkannya ke dalam kandang yang di letak di sudut ruangan itu.


“Astaga Cindy, kamu ini ya kemana mana pasti bawa si Miku terus, bawa suami kamu dong bukan Miku doang yang di bawa,” omel Luna.


“heheh, ya maaf kak, kalau suamiku lagi molor kak, tensinya naik pas denger Nak David pulang sama Joy, kangen berat katanya sama Joy tau tau pas mau ikut malas pening, hahahah” kekeh Cindy sambil tersenyum.


Mereka terkekeh dengan sifat mantan pelayan di rumah besar itu, pelayan yang sangat setia persis seperti mendiang Bi Eni.


"Nah yang tampan dan cantik itu, Papi Aiden dan Mami Mikha, orangtua kandungku mertua kamu, " ucap David memperkenalkan orangtuanya pada Diandra.


"Halo semuanya, saya Diandra," sapa Dian sambil menunduk hormat, dia merasa gugup sekaligus takut, wajar saja dia bertemu banyak orang baru, dan hebatnya seluruh keluarga besar menyambutnya padahal dia hanya orang baru disana.


"Selamat bergabung di rumah ini nak, jangan sungkan sungkan ya, kita sekarang keluarga," ucap Mikha sambil memeluk menantunya.


"No, panggil Mami, kamu panggil kita semua seperti yang suami kamu bilang tadi, kita semua keluarga sayang," ucap Mikha sambil mengusap punggung wanita itu.


"Dia mirip dengan Alena, hmmm..... Apa ini hanya kebetulan?" Batin Luna sambil menatap Diandra,sekilas dia juga melihat Ke arah Vasko, instingnya mengatakan kalau mereka memiliki hubungan dekat, tentu saja sebab sorot mata, garis wajah dan beberapa bagian tubuh mereka terlihat mirip.


"Ba..baik Mami," ucap Diandra Gugup.


David tersenyum melihat istrinya,dia mengusap punggung Dian agar wanita itu tidak terlalu gugup, dan pria itu paham karena ini pertama kalinya bagi Dian bertemu dengan keluarga besarnya.


"Halo menantu, maaf kalau anak tengil ini menyusahkanmu ya, dia memang seperti itu hahahha"ucap Aiden sambil ternyata mendekati Menantunya.


Diandra mwncium bau parfum yang begitu menyengat, seketika itu perutnya bagai diaduk aduk, seketika itu juga dia ingin muntah karena bau menyengat yang sangat menusuk di hidung itu.


Tiba tiba....

__ADS_1


"Huwekkk.... Huwekkk.... Kak.. aku.. huwekk," Diandra memegang perutnya, dia menutup mulutnya, wajahnya kembali pucat dan kepalanya pusing.


"Astaga Papi kenapa pakai parfum, kan David udah bilang kalau Dian lagi hamil," gerutu David, dengan cepat dia membawa istrinya menuju kamar mandi dari rumah itu.


Diandra benar Benar pusing dan mual, Otniel dengan segera mengikuti mereka berdua.


"Aideeeennnnn..... (Kak Aiiii.....) (Papiiiiii)" teriak mereka semua dengan wajah kesal ke arah calon kakek itu, padahal niat Aiden adalah untuk menyambut kedatangan menantunya, tau taunya dia malah di tolak secara tidak langsung hanya gara gara parfum yang dipakai olehnya.


"Hehehe.... Maaf," jawab Aiden sambil nyengir kuda, dia menggaruk tengkuknya sambil menatap mereka.


"Kak Ai ada ada aja ahh, kan kasihan Diandra, cepat gih ganti baju, masa iya baru pertama ketemu menantu malah bikin menantunya mualual, ada ada aja kak," seperti biasa si cerewet Luna akan mengomel jika mereka melakukan kesalahan.


"Huh... Iya iya bawel," jawab Aiden.


"Ck... Ck... Ck... Udah tua sok jadi anak muda," ejek Mikha sambil menarik lengan suaminya dan membawanya ke kamar.


"Ayo cepat ganti baju, kalau perlu mandi lagi," ucap Mikha.


Mereka semua geleng-geleng kepala, hanya usia mereka yang bertambah, kalau sifat tengil dan kocaknya tak akan pernah berubah.


"Nah Joy pria tampan di sampingmu tidak diperkenalkan pada kami hmm?" Ucap Rose sambil menatap Joy.


"Ohh iya, ini kak Joel dan yang dua tadi yang paling sangar itu kak Vasko dan yang paling muda itu Otniel, mereka sahabat kak David yang sering Joy ceritakan," jelas gadis itu.


"Halo om, Tante, semuanya salam kenal saya Joel," sapa Joel sambil membungkuk hormat.


"Selamat bergabung Joel," ucap mereka.


Mereka semua kini berkumpul di ruang santai, seperti biasa hari hari mereka di penuhi dengan canda tawa.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2