Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Kisah Otniel


__ADS_3

Seperti hari hari biasanya , Otniel dan David berangkat bekerja menuju tempat kerja mereka masing masing sambil mengantar ketiga bocah kecil menggemaskan ke sekolah mereka.


Diandra sendiri memiliki usaha bersama Joy, mereka berdua membuka toko kue, uang mereka memang berkelimpahan tapi kedua wanita itu tentu merasa bosan jika di rumah terus.


Sehingga keduanya menyalurkan hobby memasak mereka, Joy tidak lagi bekerja sebagai asisten David karena pekerjaan itu benar benar akan menguras tenaga Joy belum lagi dia harus mengurus suami dan anaknya juga mengurus rumah.


David mengangkat adik iparnya Reva sebagai asistennya, sebab gadis itu benar benar berpotensi dan memang sejak lama dia sudah dinantikan sebagai pengganti Joy di perusahaan milik David.


Reva juga senang dengan pekerjaannya yang penuh tantangan.


Sementara itu, Otniel si pria yang betah menjomblo bekerja di rumah sakit milik Ken sebagai dokter yang selau ditawarkan untuk menjadi dokter di rumah sakit internasional di Amerika karena kemampuannya tetapi dia berkali kali menolak tawaran itu, dia sudah nyaman dengan kehidupannya saat ini bersama sang putra yang sudah beranjak besar dan semakin lama semakin pintar.


Otniel menjadi dokter favorit semua pasien karena kecerdasan dan dedikasinya sebagi seorang dokter benar benar membuat para pasien puas dengan pelayanan pria itu.


Pria itu melangkahkan kakinya dengan tegas dan berkharisma, meski dia pria ceroboh dan jenaka di rumah, dia adalah salah satu senior paling ditakuti oleh para dokter yang bekerja di rumah sakit yang sama.


Alasannya, Otniel tak akan segan segan membentak dokter dokter magang dan dokter fellow alias junior junior bahkan rekannya sendiri jika mereka melakukan kesalahan dalam pekerjaan.


Semua yang dilakukan pria itu adalah untuk menyelamatkan nyawa pasien, banyak wanita yang berminat padanya namun ketika mereka tau kalau Niel memiliki anak, mereka mundur satu satu karena tak ingin menikah dengan seorang duda, karena mereka berpikir kalau Otniel adaah duda anak satu padahal berkencan saja dia Cuma sekali.


Jika respon mereka sudah menunjukkan kebencian pada putranya, dia akan langsung membuang para wanita yang berusaha mendekatinya bahkan meneror mereka dengan cara yang menyeramkan.


Prinsip hidup pria itu, lebih baik dia menjomblo seumur hidup daripada putranya dihina dan dikucillkan oleh orang lain, tak akan dia biarkan hal itu terjadi pada Edward.


Seluruh mata tertuju pada pria tampan yang sangat berkharisma itu, pria yang dikenal sebagai putra bungsu di keluarga Park yang terkenal.


Meski dia memiliki banyak uang dari pembagian warisan, tidak membuatnya berleha leha dan malah justru terbeban karena begitu besar warisan yang diberikan padanya.


Dia memikirkan kehidupan putranya nanti, Meski Edward masih kecil dan umur Otniel masih muda, dia baru menginjak usia kepala tiga, dia menyiapkan semuanya untuk masa depan putra yang memberi warna baru bagi hidupnya.


"Wahh dokter Otniel,"


Para perawat jatuh hati pada ketampanan dan kharisma seorang Otniel, siapa yang tidak terpana dengan pria itu.


Semuanya hanya bisa melihat tanpa bisa memiliki pria tampan itu, namun ketika dia sudah marah tak ada yang berani berkutik padanya.


Para dokter yang berada di bawah bimbingan nya langsung menyambut kedatangan pria itu.

__ADS_1


Otniel menjadi salah satu dokter spesialis jantung, dia memiliki lisensi untuk itu, dia salah satu dokter paling muda dengan otak jenius yang bisa memiliki kemampuan dibeberapa bidang sekaligus dan memiliki ijin untuk itu.


" Laporan!" Ucap Otniel.


Mereka semua berjalan dengan cepat mengikuti langkah kaki Otniel, ketika dia sudah mengatakan hal itu, mereka tau apa yang harus dilakukan tanpa banyak bertanya.


" Pasien ruangan 15, seorang wanita berumur 45 tahun mengalami penyempitan jantung, prosedur operasi bypass telah dilakukan dan saya menangani sesuai dengan prosedur yang dokter katakan, kini Pasien tersebut di pindahkan ke ruangan perawatan untuk perawatan intensif, tak ada masalah selama operasi," jelas dokter wanita itu.


" lakukan pengecekan setiap saat dan lihat perkembangannya, mulai hari ini dia tanggung jawabmu sampai sembuh dari rumah sakit ini!" Ucap Otniel.


" Baik dok!"


" Pasien ruangan 31 didiagnosis mengalami penyempitan jantung, namun memiliki riwayat penyakit diabetes dan berisiko melakukan Angioplasti Koroner karena pembuluh darahnya lemah dan riwayat penyakit diabetes,"


" kami belum melakukan prosedur apa pun sesuai dengan permintaan dokter, hanya memberikan obat penurun gula darah dikarenakan peningkatan kadar gula yang terlalu tinggi," jelas dokter pria itu.


" Satu jam lagi siapakan ruangan operasi, beritahu keluarga Pasien, kita akan melakukan operasi bypass jantung!" Titah Otniel.


" tapi apa itu tidak terlalu berisiko dok?" Tanya mereka.


" Pasien memiliki riwayat penyakit gula, dan pembuluh darahnya lemah, bypass jantung akan dilakukan dengan mengganti pembuluh darah yang lemah, kita tidak bisa melakukan Angioplasti Koroner karena kondisinya oleh karena itu bypass lebih tepat dalam kondisi saat ini!" Jelas Otniel.


"Bagaimana dengan Pasian gagal jantung itu? Apa pendonor nya sudah ada? Katakan pada keluarganya untuk segera cari pendonor, jika tidak, pria itu bisa mati karena gagal jantung, dia sudah berada di stadium akhir!" Jelas Otniel.


" Pendonor sudah ditemukan, mereka mendapatkan jantung seorang pria yang meninggal karena tabrak lari, jantungnya sehat dan akan datang dua hari lagi," jelas mereka.


" Dua hari? Huh... Katakan pada mereka untuk mempercepat jika ingin nyawa pria itu selamat, ck... Dua hari? Apa mereka pikir dia akan bertahan selama itu!?" Otniel menggerutu yang membuat tiga dokter fellow yang berada dalam bimbingannya terdiam.


" lanjutkan!" Ucap Otniel sambil masuk ke dalam ruangannya.


" eh... Hanya itu dok," jawab mereka.


" Lalu pasien anak kecil yang mengalami kelainan jantung itu bagaimana? Kenapa kalian tidak miliki laporan apa pun tentang anak itu?" Tanya Otniel sambil memakai jas dokternya.


" Maaf dok, anak itu sudah di ambil oleh orangtuanya kemarin sore saat dokter cuti, mereka tak mampu membayar jadi kami persilahkan saja mereka pergi, lagi pula anak itu hanya akan membuat kita repot, masih ada pasien lain yang punya uang," ucap salah satu dokter wanita.


Kedua rekannya langsung menatap wanita itu dia memang baru menjadi anggota dalam tim itu sehingga dia tidak tau bagaimana sikap Otniel.

__ADS_1


Brak....


" apa kau bilang Dokter Friska!!!!" Otniel berteriak sambil memukul meja dengan sangat keras yang berhasil membuat mereka semua terkejut.


" mampus!" Batin kedua pria yang merupakan anak didik Otniel.


" Sa..saya...


Otniel menatap tajam ke arah Friska," KELUAR KAU DARI RUANGANKU DOKTER BODOH, KAU TIDAK PANTAS MENJADI SEORANG DOKTER!!!!" Pekik Otniel dari dalam ruangannya yang sontak membuat semua orang yang lewat ruangan pria itu bergidik ngeri mendengar teriakan pria itu.


" mampus dokter Otniel mengamuk lagi, astaga siapa yang berani membuatnya marah seperti itu, bisa mampus kita semua!!" Gerutu para dokter yang meski mereka tidak berada di bawah bimbingan dokter Otniel mereka terkadang terkena imbas dari perilaku junior yang dididik Otniel.


Di dalam ruangan kerja Otniel seketika suasana menjadi tegang, Otniel memang tidak memiliki banyak anak didik karena dia terkenal kejam tetapi siapa pun yang mau dididik oleh dokter muda dengan segudang prestasi itu pasti akan menjadi dokter yang hebat.


" Ma...maafkan saya Dok, saya hanya..


" hanya apa hah? Apa nyawa seseorang bagimu hanya seukuran segempok uang tak berguna itu? Apa yang ada di otak udang tak bergunamu itu hanya uang? Apa kau pikir nyawa anak itu akan selamat jika kau melepaskan nya bahkan tanpa bertanya padaku hah? Dia bisa mati karena gagal jantung dan itu akan menjadi kesalahanmu dokter Friska!!" Ucap Otniel, dia benar benar marah mendengar laporan Friska yang bertanggung jawab untuk hal itu.


" Dokter Jerry dan dokter Andre segera cari keberanian anak itu, jika dua jam lagi kalian tidak mendapatkan posisi dimana dia dan membawanya kesini maka jangan harap aku akan menerima kalian sebagai anak didik di bawah bimbinganku!" Tegas Otniel.


"Ba..baik dok!!" Ucap mereka berdua langsung berlari keluar dari ruangan itu dengan wajah pucat.


Sementara itu Friska tampak ketakutan, Kau pergi dari ruanganku, kau bukan anak didikku!" Ucap Otniel.


" dok .. ma..maaf, tolong beri saya satu kesempatan, maafkan saya, tak akan saya ulangi!" Ucap nya dengan penuh penyesalan.


" maaf? Cih... Belajar menghargai orang lain dulu baru kau kembali menjadi siswaku, belajar dulu punya etika sebagai seorang dokter dan ganti otak uang mu itu!" Ucap Otniel dengan wajah kesal.


" Ba..baik dok!" Ucapnya.


"Keluar!" Titah Otniel dengan nada dingin..


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉


uhhh dokter Otniel 🤣


__ADS_2