Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Otniel Tiba


__ADS_3

Dokter muda dan tampan tiba di kota Berlin pagi tadi bersama asisten David.


Mereka berdua di sambut oleh beberapa anak buah Vasko. Seorang pria berjas putih tampak menyerahkan sebuah koper kecil pada Otniel.


"Sudah ada disini tuan, cukup jika Anda ingin membantu beberapa orang lainnya," ucap pria asing itu.


"Terimakasih, segera kirim bala bantuan ke rumah sakit itu, ada sekitar 20 orang yang harus diselamatkan," ucap Otniel.


"Baik Tuan!" ucapnya sambil menunduk hormat.


Joy menatap Otniel sambil menaikkan satu alisnya.


"Siapa sebenarnya orang di depan ku ini?" pikir Joy, namun Joy tetaplah Joy yang cuek, dia tak akan bertanya dan diam saja.


Otniel dan Joy langsung bergerak menuju rumah sakit dimana David di rawat.


"Joy ayo cepat !" ucap Otniel dengan langkah terburu buru.


langkah kaki pria itu terdengar tegas,dia menerobos rumah sakit dan mencari lokasi dimana David di rawat.


Sekilas pria itu menatap rumah sakit yan. pernah menjadi tempat prakteknya.


"Jesslyn,aku datang ke tempat dimana kau mati,aku akan menghancurkan orang orang itu!" batin Otniel sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah sakit itu.


Otniel dan Joy berjalan dengan capat menuju ruang perawatan David. Mereka berdua sangat panik saat ini .


Lama berjalan mereka pun tiba di ruangan David di rawat dengan penjagaan ketat. Sepanjang lorong menuju rumah sakit, 9 orang petugas medis yang bertanggungjawab untuk mengurus David tergeletak di atas lantai, dibiarkan begitu saja sambil merasakan efek obat yang disuntikkan ke dalam tubuh mereka.


Otniel menatap mereka satu persatu, matanya tertuju pada direktur rumah sakit dan rekan dokternya yang lain.


Pria itu berjalan mendekati dokter Pram yang menahan rasa sakit seperti terbakar di bagian perutnya, keringatnya bercucuran, sebenarnya mereka tadi pagi disuntikkan lagi dua dosis obat itu oleh Vasko dan Joel.


"Kau ternyata dalangnya Pram berengsek! sama halnya yang kau lakukan pada Jesslyn dan sahabatku, seluruh keluarga mu akan disuntikkan obat yang sama!" ucap Otniel seraya menunjukkan senyum menyeringai di depan Dokter Pram.


"Ja.. jangan keluargaku... jangan... kumohon ," ucap Dokter Pram dengan suara lemah.


"Kalau Keluarga mu tidak bisa, kenapa kau mengusik keluargaku hah? adikku yang sedang hamil stress hanya gara gara kalian mengusik suaminya, maka aku akan melakukan hal yang sama pada istrimu yang ku dengar sedang hamil tua!" ucap Otniel.


Dokter Pram menggelengkan kepalanya, tubuhnya bergetar, ingin rasanya dia bergerak memohon pengampunan namun kakinya sudah mati rasa karena obat itu.


"Kumohon.... jangan... aku.. aku akan memberikan penawarnya jika kau tidak melakukan itu, kumohon!!" ucap Dokter Pram.


"Penawarnya? Tak perlu, aku sudah memilikinya!" ucap Otniel sambil mengetuk koper hitam yang dia bawa sejak tadi.


Otniel menghubungi seseorang melalui ponselnya, " Seret anak anaknya ke aula rumah sakit, istrinya biarkan saja disana, katakan kalau suaminya ditangkap karena melakukan malpraktik, itu akan membuatnya sedikit terguncang," ucap Otniel.

__ADS_1


"Kejam... kau sangat kejam!!" Dokter Pram berteriak dengan sisa Suaranya.


"Kejam? lalu bagaimana dengan dokter Jesslyn yang kalian paksa untuk menjadi kelinci percobaan dengan mengancamnya hah!!!" Otniel berteriak sambil mencengkram leher pria itu.


Vasko dan Joel yang mendengar keributan di luar ruang perawatan keluar dan melihat keadaan disana.


Mereka berdua terkejut melihat sorot mata Otniel yang benar benar tajam, seakan akan bersiap untuk segera membinasakan orang di depannya itu.


Joel berjalan mendekat, dia menepuk bahu Otniel, "Heh cepat masuk, David menunggumu!" ucap Joel.


Otniel menoleh, seketika raut wajahnya berubah, dia tak pernah menunjukkan wajah seramnya pada yang lain karena tak ingin merepotkan takut pada dirinya.


Otniel menatap Joel, pria di depannya itu tersenyum," Ayo cepat !" ucap Joel seraya menepuk bahu Otniel.


Dokter yang mendapat julukan Mafia gila itu hanya akan luluh di hadapan sahabat sahabat dan keluarga dekat nya terutama di hadapan Vasko, Joel, David dan Diandra.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Otniel seraya menggandeng tangan Joy, pria ini sempat sempatnya memanas manasi Vasko di saat seperti ini, ada ada saja.


Vasko melirik tangan Otniel yang menggandeng tangan Joy, Joy sendiri biasa biasa saja, dia tak merasa Otniel berlebihan atau ada niatan lain.


"Sial... kenapa si bodoh ini sempat sempatnya mencuri kesempatan di saat seperti ini," batin Vasko.


"Hihihi.... ini sangat menyenangkan," batin Otniel tertawa melihat reaksi Vasko yang memasang wajah muram.


Mereka semua masuk ke dalam ruangan dimana David dirawat.


"Kau sudah tiba?" ucap Arthur sambil menatap Otniel dan melirik Joy yang digandeng oleh Otniel.


"Keadaannya cukup baik, hanya saja belum sadarkan diri, kita butuh penawar, cairan injeksi itu bereaksi seperti racun yang merusak organ tubuhnya," ucap Arthur.


"Aku sudah membawanya, bagaimana dengan ginjalnya? tak ada yang salah kan?" tanya Otniel.


"Sejauh ini baik baik saja, meski sempat mengalami pendarahan, " ucap Arthur.


Otniel mengeluarkan serum penawar obat itu dan menyuntikkannya ke tubuh David yang terlihat pucat.


"Cepatlah sembuh, Diandra mencarimu bro, dia sangat sedih, aku tak bisa menghadapinya kalau dia sudah menanyakan tentang dirimu," ucap Otniel seraya menatap tubuh David yang terbaring lemah di atas tempat tidur.


"Joy kau tau kan pekerjaan mu, urus selama David belum bangun, aku akan membantu," ucap David yang dianggukkan oleh Joy.


Vasko menatap Joy dan Otniel, ada rasa sesak di hatinya saat melihat mereka berdua tampak dekat.


"Jo dimana para bajingan itu? biar aku yang tangani," ucap Otniel.


Joel menggelengkan kepalanya, "Jangan, ini urusan kami, kau fokuslah mengurus David, usahakan agar dia cepat pulih, Diandra terus mimpi buruk, aku takut dia kenapa kenapa di Indonesia, belum lagi kau pergi dari Indonesia, dia pasti kesepian," ucap Joel.

__ADS_1


"Tapi aku..."


"Sudah kau urus David dan bantu Joy mengurus perusahaan, kusarankan kalian mencabut saham dari rumah sakit ini," ucap Vasko.


"Hmmm baiklah, aku hanya ingin membalas kematian seseorang, tapi... kalian lakukanlah," ucap Otniel.


"Jesslyn sudah tenang Otniel, jangan menyesali apa yang terjadi, kami sudah tau semuanya, mereka akan mendapatkan pembalasan yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan," ucap Joel yang membuat Otniel sedikit terkejut.


"Darimana kalian tau?" tanya Otniel dengan Mata terbelalak.


"Heh ayolah, apa kau meragukan kemampuan kakak laki lakimu ini ?" ucap Joel sambil tersenyum dan menaikkan satu alisnya.


"Heh... ternyata kalian sudah tau, kalau begitu pergilah selesaikan untuk ku," ucap Otniel.


"Kau tidak menggila?" ucap Vasko seraya melirik Arthur.


"Kalian lihat saja nanti," ucap Otniel dengan seringai di wajahnya.


Pletak...


"Jangan menyeringai di depan kami bodoh!" ketus kedua orang itu sambil memukul lengan Otniel.


"Haishhh.... kampret, sana kalian pergi dasar manusia kampret!" ketus Otniel.


Otniel menarik Joy dan merangkul bahunya sambil menatap Vasko," kami sedang banyak urusan iya kan Joy," ucap Otniel.


"iya, tapi tak usah pegang pegang kak Niel, kau ini aneh, kau suka ya padaku!" ketus Joy sambil melepas tangan Otniel.


"Tentu saja," ucap Otniel.


"Ck... diamlah," ketus Joy saat dia menangkap hawa suram dari wajah seorang Vasko.


"Apa apaan ekspresinya itu," batin Joy melirik Vasko yang sejak tadi memasang wajah muram saat melihat Otniel merangkul bahu Joy.


"Ayo Joel, cepat!" ucap Vasko yang tak bisa menahan rasa cemburunya.


"Heh, dia cemburu hahahhaha...." Joel terkikik geli begitu juga dengan Otniel.


"Apa benar ?" batin Joy sambil menatap punggung Vasko.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉


__ADS_2