Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Pernikahan (1)


__ADS_3

Acara lamaran pun dilanjutkan, Pak Putra tak bisa berkutik lagi, semuanya sudah dijelaskan dengan baik dan benar.


Saat acara berlangsung, seluruh hantaran untuk lamaran di bawa masuk ke dalam rumah. Mata Pak Putra dan Cindy sampai terbelalak saat melihat barang barang mahal yang jika dihitung harganya bisa sampai milyaran.


Ini hanya sebuah hantaran lamaran belum lagi hantaran pernikahan, sungguh sangat mewah.


Pak Putra yang awalnya menghina Vasko sebagai seorang pria tanpa masa depan menelan kasar kasar air ludahnya, dia menarik kembali kata katanya dengan semua barang mewah yang berjejer di dalam ruan itu.


Bahkan Joy sendiri sangat terkejut saat melihat apa yang dipersiapkan oleh Vasko, dia tak menyangka kalau kekasihnya rela merogoh kocek bernilai miliaran hanya untuk melamarnya.


"Ini sebagaimana bukti kalau saya bukan pria tanpa masa depan, dan ini juga sebagai ucapan terimakasih karena telah merawat Joy selama ini meski dia kekurangan kasih sayang,"ucap Vasko seraya menyindir Pak Putra.


"I...ini.. terlalu banyak nak," ucap Cindy, dia benar benar tak butuh hal seperti ini.


"Ini untuk Mama juga, terimakasih telah melahirkan seorang gadis baik dan cantik ke dunia ini," ucap Vasko sambil tersenyum, dia langsung mengubah panggilannya pada Cindy.


Akhirnya pada hari itu, Joy dan Vasko resmi bertunangan sebagai awal mereka untuk menuju pelaminan dan mengucapkan janji suci pernikahan mereka.


Pak Putra setidaknya menyesali perbuatannya selama ini pada Putrinya, sebentar lagi Joy akan menjadi tanggungjawab Vasko dan Pak Putra sendiri belum memenuhi tanggung jawab sebagai seorang Papa.


Dia menatap wajah bahagia putrinya, Joy Putri keduanya yang sangat baik dan manis tetapi selalu mendapat nilai negatif di mata Pak Putra karena Joy lebih dekat dengan keluarga Park dibandingkan dengan putri pertama nya.


"Joy," Pak Putra akhirnya angkat bicara setelah diam selama acara lamaran dilakukan.


Mereka semua menatap pada pria itu, Sir Justin dan Sir Petra tersenyum tipis saat melihat wajah si anak bawang tampak menyesal.


"Nyesal kan sekarang, dasar bibir lemes!" gumam Sir Justin.


Joy menatap Papanya, dijemari Joy kini tersemat cin cin pertunangan yang disiapkan oleh Vasko.


"Maafkan Papa nak," ucap Pria itu sambil menunduk sedih, mendengar kata maaf dari Papanya seketika membuat hati Joy penuh haru dia menatap tunangannya dengan mata berkaca-kaca, Vasko menggenggam tangan gadis itu sambil tersenyum lembut.


"Minta maaf buat apa bibir lemes hah? setelah kau menghina anak dan menantuku mau bilang apa kau hah? kau benar benar tidak berubah!" ketus Sir Justin.


"Sayang tenang dulu, biar mereka selesaikan ini," bisik Alena.


"Aku kesal loh sayang, kupikir dia sudah berubah, tau taunya malah jadi rubah tua!" ketus Sir Justin.


Pak Putra menatap kedua sahabatnya yang menatap nya dengan tatapan kesal.


Penyesalan selalu datang terlambat dan saat ini Pak Putra menyadari kesalahannya.

__ADS_1


"Aku minta maaf, terutama buatmu nak Vasko, maaf karena telah menghinamu di awal pertemuan kita, aku memang salah, seharusnya aku mendengar terlebih dahulu bukan langsung menghakimi kalian," ucap Pak Putra.


"Dan untuk kalian berdua," dia menatap Sir Justin dan Sir Petra.


"Maaf aku selalu membuat kalian kerepotan," ucapnya sambil memasang wajah menyesal.


"iya iya, kalua begitu jangan ulangi Putra, kau ini sudah tua, tak bisa jadi contoh yang baik pada anak anak, " ketus Sir Petra.


"Sudah sudah, jangan bahas lagi, Sekarang yang perlu kita bahas adalah pernikahan Vasko dan Joy," ucap Nyonya Alena.


"Akhirnya kita akan jadi besan, dan janji di masa lalu sudah terpenuhi," ucap Sir Justin.


"Sebenarnya kami sejak dulu sudah menjodohkan kalian berdua, dan takdir ternyata memang sudah menyatukan kalian," ucap Sir Petra.


Mereka semua cukup terkejut dengan kenyataan itu.


"Tapi aku dijodohkan dengan Joy kan?" tanya Vasko.


"Ya sejak awal, saat Joy masih dalam kandungan kau sudah dijodohkan pada tunanganmu, " ucap Sir Justin.


"Syukurlah," ucap pria itu menghela nafas lega.


Mereka menatap Vasko yang tampak lega mendengar penjelasan Papanya.


"Kupikir aku dijodohkan dengan... Ekhmm.... yah begitulah, intinya aku bersyukur karena dijodohkan pada gadis manis ini," ucap Vasko.


"Kalau begitu kapan pernikahan akan dilaksanakan?" tanya Cindy.


"Hari ini!" Otniel tiba tiba berbicara, membuat mereka semua terkejut, ada apa gerangan dengan pria itu pikir mereka.


"Heh kau ini jangan bercanda Otniel, kau pikir itu tidak butuh persiapan?" tanya Joel.


"Kak Niel benar, hari ini saja, kumohon," Diandra ikut memelas seraya mengusap perutnya memohon agar pernikahan dilaksanakan hari ini.


"Sayang apa kau mengidam?" tanya David .


"he.. em. aku benar benar ingin melihat kak Vasko dan Joy menikah saat ini, kumohon," ucap wanita itu dengan mata berkaca-kaca, tentu saja dia mengeluarkan jurus andalannya di hadapan mereka semua.


"Hanya pemberkatan pernikahan saja, untuk resepsi bisa kita lakukan nanti," tambah Otniel.


"Heh ada apa dengan kalian berdua hari ini?"tanya Joel heran.

__ADS_1


"ini hanya permintaan kecil dari keponakan kalian kak, kumohon hiks hiks hiks..." Diandra mengeluarkan air mata palsunya.


"Sayang ini gak bisa dibuat buru buru, kita butuh tempat dan persiapan," ucap David.


Mereka semuanya tampak terkejut dengan permainan kedua orang itu, bagaimana bisa mereka meminta Joy dan Vasko menikah sekarang padahal baru saja bertunangan.


Vasko tampak berpikir keras, sejak Otniel keluar dari kamar Amel, pria itu menunjukkan gelagat aneh apalagi saat Otniel memberikan ponselnya pada Diandra saat acara dilaksanakan, raut wajah keduanya tiba tiba berubah.


Vasko melirik tangan Otniel, jari jempol pria itu tampak baik turun, David dan Joel juga menyadari nya.


Seketika mereka teringat dengan sebuah kode yang mereka bicarakan beberapa hari lalu.


"jika terjadi hal urgen maka kita akan menggunakan jari jempol kita sebagai simbol kalau hal urgen tersebut perlu segera dilaksanakan, ini untuk menghindari kekacauan yang mungkin datang di kemudian hari!" ucap Otniel sambil menaik turunkan jari jempolnya.


Mereka bertiga menyadari apa maksud Otniel dan Diandra mengatakan hal tersebut bahkan terdengar terkesan mendesak.


Sepertinya ada hal genting yang akan mereka hadapi.


Vasko berdiri sambil menggandeng tangan Joy, dia tau harus melakukan apa sekarang.


"Joy kumohon ikuti arahanku ya," bisik Vasko yang dianggukkan oleh Joy.


"Kami akan menikah hari ini sesuai keinginan Diandra, aku tak ingin permintaan adik dan keponakanku tidak terpenuhi," ucap Vasko.


Mereka semua bingung sekaligus terkejut, tapi terlepas dari itu, semua keputusan ada di tangan kedua calon pengantin.


"Lalu persiapannya bagaimana?" tanya Pak Putra.


"Anda tida perlu khawatir om, saya sudah menyiapkan semuanya," ucap Otniel dengan senyuman manis di wajahnya.


Bersamaan dengan itu beberapa pihak WO langsung masuk ke dalam rumah, ternyata Otniel sudah mempersiapkan semuanya.


"Syukurlah aku menaruh obat tidur pada wanita itu tadi, setidaknya dia tak akan mengganggu selama acara," batin Otniel.


"Benar benar penuh kejutan," pikir Pak Putra.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2