
Otniel tiba di rumah sakit setelah menerima panggilan dari rumah sakit. Bobby yang tiba tiba mencarinya membuat pria itu tidak tega untuk tidak memenuhi keinginan bocah kecil itu.
Pada akhirnya acara jalan jalan Otniel dan kedua anak itu di cancel. Dengan penjelasan detail, Otniel memberitahukan apa yang terjadi pada kedua anak perfeksionis yang dia bawa keluar itu.
Beruntung Edward dan Emily termasuk anak yang penurut, keduanya setuju untuk pulang dan melanjutkan jalan jalan di lain waktu.
Setelah mengantar Emily dan Edward, Otniel langsung melaju menuju rumah sakit. Dia belum tau apa yang terjadi, sebab saat sedang mengawasi Richard tadi, perhatiannya teralihkan oleh kedua anak yang merengek meminta film diganti karena cerita yang tidak sesuai dengan selera mereka.
Hal itu menyebabkan Otniel tidak tau apa yang terjadi pada gadis yang dimanfaatkan dirinya untuk membuat panas Richard.
Pria itu berlari memasuki rumah sakit, semua petugas medis langsung terdiam saat Otniel masuk ke rumah sakit tanpa pakaian kerjanya, pria itu berlari dengan kencang.
Semua orang yang sudah mengetahui kebenaran tentang Otniel menunduk hormat secara otomatis saat melihat kedatangan dokter muda berbakat itu.
Ada rasa bangga dan ada rasa bersalah,btapi Otniel terlalu cuek untuk memperhatikan penghormatan mereka pada dirinya.
Dia fokus pada tujuannya yaitu Bobby kecil yang mencarinya.
Dengan cepat Otniel naik ke lantai tiga, dia memasuki ruangan inap Bobby dengan tergesa gesa terlihat bagaimana nafasnya tidak beraturan.
"Hah.... aku tiba!" seru Otniel sambil menarik nafas dalam dalam dan membuangnya dalam sekali hembusan.
"hahhh...capek!!" ucap pria itu sambil menghamburkan tubuhnya di atas kursi.
"Selamat datang Dok," sapa Jerry yang dianggukkan oleh Otniel.
"Dokter!" panggil Bobby dengan suara yang terdengar lirih. Tentu saja suara itu membuat relung hati Otniel bergetar.
Setelah mendapatkan kendali atas nafasnya, dia berdiri dan mendekati Bobby sambil tersenyum ramah, hal yang selalu dia tunjukkan pada anak anak.
"Ada apa Bobby? kenapa mencari dokter?" tanya Otniel dengan ramah sambil duduk di samping tempa tidur Bobby.
Bobby menatap Otniel dengan mata berkaca-kaca, dia mengeluarkan botol kosong cairan injeksi yang dijatuhkan oleh Richard saat melancarkan aksinya tadi.
"Dokter pria berambut keriting pirang ingin menyuntikkan ini pada Bobby hiks hiks hiks..."
"Dokter Chelsea dibawa oleh dokter jahat itu karena melihat apa yang dilakukannya pada Bobby!" ucap anak itu sambil menangis tersedu-sedu.
Jerry dan Otniel kompak saling Menatap, mereka terkejut dengan penjelasan Bobby.
"Apa dia menyuntikkan padamu?" tanya Otniel panik.
"nggak jadi Dok, karena dokter perempuan itu menggagalkannya, kalau tidak salah naman dokter Richard," ucap Bobby.
Jerry dan Otniel terbelalak kaget. Dokter muda itu mengambil botol cairan injeksi yang kosong dan membaca apa isinya. Betapa terkejutnya Otniel saat mengetahui kalau obat itu adalah obat yang sangat beresiko jika disuntikkan pada pasien dengan penyakit jantung.
Jika obat itu disuntikkan, perlahan jantung pasien akan semakin lemah, ketika dilakukan operasi akan menyebab mati otot pada jantung yang artinya akibat obat itu, pasien akan mati di meja operasi.
"Astaga manusia berengsek itu, beraninya dia melakukan ini, dan mengancam temannya sendiri!" ucap Otniel .
__ADS_1
"Sialan, kenapa juga aku tidak mengawasinya dengan lebih detail tadi!" kesal Otniel.
Jerry terkejut bukan main, pantas saja perilaku Richard dan Chelsea tadi sangat mencurigakan. Dan ini berarti Chelsea dalam bahaya.
"Dok kalau itu benar, maka Chelsea dalam bahaya!" ucap Jerry.
Otniel menatap Jerry, masalah apa lagi yang akan timbul saat ini.
"Sial!!" kesal Otniel.
"coba hubungi Chelsea!" titah Otniel.
"Sebenarnya tadi saya melihat Richard membawa Chelsea, saya pikir mereka sedang ada urusan, tapi Dokter Richard mengatai kalau mereka akan pergi ke rumah Ibunya Chelsea, tetapi seingat saya Chelse sudah lama tidak tinggal dengan keluarga kandungnya, dan lagi pula rumah keluarganya jauh dari kota ini," jelas Jerry.
"Saya mengejar mereka, tapi sayang sudah terlambat, Richard membawa paksa Chelsea dok," ucap Jerry dengan wajah penuh penyesalan.
Mendengar hal itu membuat Otniel kesal dan marah.
"Tapi bukannya mere berteman? setahuku si pirang itu menyukai Chelsea! "
"tak mungkin dia menyakiti orang yang dia sukai,"
"entahlah dok, kita tidak bisa asal menebak, bisa saja Richard memiliki sifat yang berlawanan"
"Ck... merepotkan!" kesal Otniel.
"Dokter, disana!" ucap Bobby sambil menunjuk Ventilasi udara ke ruangan itu.
Matanya menangkap sebuah ponsel yang diletakkan secara horizontal di bagian ventilasi udara pintu kamar itu.
Otniel Berdiri, dia mendekati pintu dan mengambil ponsel yang masih merekam itu.
"Tadi Bobby lihat Dokter Chelsea menaruh ponsel disana," jelas anak kecil itu.
Otniel mengangguk paham, dia membuka ponsel itu dan menghentikan rekaman, ponsel dokter Chelsea ternyata tidak menggunakan pin pengaman.
"Ada ya manusia langka yang nggak pakai pin pengaman ponsel," batin Otniel sambil memutar ulang video tadi.
Dia menonton dan mendengarkan semua isi rekaman dengan jelas. Dia benar benar terkejut mendengar semua ucapan Richard yang ternyata menargetkan dirinya dan anaknya.
Karena dendam di masa lalu membuat Richard memilih jalan yang buruk dan mengancam keselamatan orang lain.
"Sialan, jadi targetnya dari awal adalah aku, tetapi dia sampai mengancam keamanan anakku, Bobby dan Chelsea? kurang ajar kau Richard!" geram Otniel dengan wajah masam.
"Aku harus menyela gadis itu, dia sudah membantuku menyelamatkan Bobby, ck.. nekat sekali kau Richard, berusaha sekuat tenan untuk menghancurkan aku ya? hah lihat apa yang akan kulakukan bangsat!!" gumam Otniel.
Auranya benar benar berubah menjadi lebih menyeramkan, bahkan Jerry sampai merinding ketakutan dibuat pria itu.
"Apa itu dokter Otniel ? dia lebih menyeramkan saat ini," batin Jerry yang enggan menatap Otniel yang sedang marah.
__ADS_1
Otniel merogoh ponsel dan menghubungi Vasko.
"Vasko aku butuh bantuanmu," ucap Otniel.
"Ada apa? katakanlah, "
"Tolong kirimkan anak buahnya untuk mengkawal rumah sakit, ada yang berani berbuat masalah disini, dan aku butuh tim untuk menemukan seseorang, ini darurat,"
"Apa ini masalah yang kau ceritakan itu?"
"Ya,"
"Baik akan segera meluncurkan," ucap Vasko.
Mereka mengakhiri panggilan. Otniel kembali mendekati Bobby dan menatap bocah kecil itu seraya membelai kepala anak lelaki itu.
"Kamu akan baik baik saja, Dokter sudah menyiapkan pengawal untuk rumah sakit, nggak akan ada yang sakitin kamu lagi, setelah dokter selesai dengan urusan ini, kamu akan dokter sembuhkan," ucap Otniel dengan lembut.
" Tapi dokter jahat bilang, Bobby nggak layak untuk hidup hiks hiks hiks... Bobby penyakitan, Bobby gak berguna, Bobby....
"Shhhh... jangan bicara yang tidak tidak!" hardik Otniel.
"Siapa bilang kamu gak berguna? cihh... dia yang gak berguna, dia otak ya udah kotor, gak berguna perlu di cuci biar sadar, dia bukan dokter yang hebat!" ketus Otniel.
"Coba, Bobby cita citanya apa?" tanya Otniel.
"Bobby ingin jadi dokter juga seperti dokter Otniel," ucap anak itu.
"wahh hebat!" ucap Otniel.
"Kamu pasti bisa, Dokter akan bantu kamu, tapi sebelum itu, berjuang dulu untuk sembuh, kami tenang saja, kamu akan menjadi seorang dokter yang hebat, Aku akan membimbimmu!" ucap Otniel.
"Terimakasih Dokter!" ucap Bobby sambil tersenyum.
"baik Bobby, "
Otniel menatap Jerry, "Pantau terus dia, kau harus berada di sampingnya 24 jam penuh, apa kau bisa?" tanya Otniel.
"Saya bisa dok!" jawab Jerry.
"Bagus, aku akan menyelesaikan masalah ini, segala kebutuhan kalian akan dibawa kesini, sampai aku datang, kau harus mendampingi Bobby!" ucap Otniel dengan tegas.
"Baik, saya paham Dok!" ucapnya.
Otniel mengurus semuanya dengan baik, dia pergi dari sana untuk mencari Chelsea.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊