Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Vero, Vernon


__ADS_3

Chelsea berdiri menatap Mereka dengan tatapan marah, matanya merah dan wajahnya merah padam, lehernya berdarah Dnegan sebuah gunting dia pegang disana.


Nafasnya naik turun, tangannya dia kepal erat erat, menatap marah ke arah Nyonya Maya dan Monika.


Perbuatan Chelsea tak lantas membuat Nyonya Maya tersentuh relung hatinya, dia menatap datar pada putri kandungnya sendiri.


"Lepaskan itu!" tegas Nyonya Monika.


"tidak, lebih baik aku mati, kalian... kalian semua jahat!!!"pekik Gadis itu dengan air mata bercucuran membasahi pipinya. Tubuhnya gemetar, suaranya terdengar lirih, sakit di tubuhnya tak sebanding dengan sakit di hatinya.


Monika menatap Chelsea dengan tatapan mengejek, dia bagaikan parasit di rumah besar itu, menompang hidup dengan berkedok sebagai guru dan dengan sepuasnya menikmati fasilitas yang diberikan oleh keluarga besar Chelsea, keluarga besar Shena.


"Ck..ck..ck..apa anak tidak tau diri ini tidak menurutimu lagi Ma?" tukas seorang perempuan lainnya yang berpenampilan seba mewah dengan aura glamour dan elegan serta parfum yang begitu menengangkan.


"Vero, dia benar benar membuat Mama kesulitan, urus si udik itu, entah datang dari mana kau, tapi penampilan mu benar benar berbeda dengan kedua kakakmu, bahkan kau kalah dengan sepupumu!!"


"sungguh memalukan!" ucap Nyonya Maya.


"ck.. Ma,aku sudah cantik begini masa iya disuruh mengurus di jelek ini, yang ada dandananku rusak, Monika saja, toh dia cuma menumpang disini, iya kan Monika, kau harus sadar posisi Dong, bahkan Chelsea lebih berhak di rumah ini dibandingkan dengan dirimu!" ketus Vero sambil melemparkan tatapan kejam pada Monika.


"Ck... aku tidak mau kak, aku sudah ada janji dengan Bibi Maya, bukannya aku akan memberikan pijatan untuk Bibi hari ini?" goda Monika yang mulai memijit bahu nyonya Maya yang sudah renta tapi masih bersikap seolah dia adalah anak muda.


"jika tidak mau suruh saja Vernon, dia yang mengurus Chelsea kurasa dia akan lebih tegas dibandingkan dengan kalian berdua," ucap Nyonya Maya yang menikmati pijitan lembut dari Monika yang sangat pintar mencari muka.


"emm.. ya, disitu Monika, enak sekali, ke kiri sedikit," seloroh Nyonya Maya.


"Kalian mau apakan aku hah, tak cukup selama ini kalian mengasingkan aku? saat ada perlunya kalian datang mencariku, tapi saat saku butuh yang namanya keluarga, kalian semua diam!!!" pekik Chelsea yang semakin menekan gunting itu ke lehernya.


Mata Vero tak henti hentinya melirik gunting besar yang dipegang Chelsea, sejujurnya ada sedikit rasa takut dan kasihan di hati Vero, tetapi kedua orang tuanya sangat keras, kalau sampai dia memihak Chelsea dia bisa diusir dan semua fasilitasnya di cabut.


"Teruslah lakukan itu, maka..." Monika mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan sebuah foto dimana Chelsea bermain bersama Edward dan Emily kecil saat di rumah sakit.

__ADS_1


"Mereka berdua akan jadi tumbalnya!"ancam Monika, seketika tubuh Chelsea runtuh, dia jatuh ke atas lantai saat melihat dua bocah kecil yang selalu menghiburnya di kala sedih dan selalu memanggilnya dengan sebutan Mom, sungguh hangat.


"ja..jangan mereka, kau akan tau akibatnya kalau kau sampai menyentuh mereka Monika!!!" tegas Chelsea, dia membuang guntingnya dan duduk di atas lantai sambil menangis.


"siapa mereka?" tanya Nyonya Maya, demikian dengan Vero, dia penasaran dengan sosok kedua bocah itu.


"Mereka anak anak yang menyebut Chelsea dengan sebutan Mom anak konglomerat, tapi hanya yang gadisnya, aku berniat menyentuh anak pungut ini, anak lelaki ini hanya anak pungut, kalau gadis kecil ini adalah berlian, jangan sampai menyentuh dia," jelas Monika yang tampak bergidik ngeri sebanding membaca beberapa rumor tentang keluarga Maureer muda namun tak menemukan info tentang ganasnya keluarga Park.


"Keluarga siapa?" tanya Vero penasaran.


"Keluarga Maureer muda, gadis ini anak dari putra Keluarga Maureer dan Keluarga Hares yang terkenal di dunia bisnis dan mafia," jelas Monika.


"Apa!!" pekik mereka berdua sambil menatap Monika dengan tatapan terkejut, tak ada yang berani bermain main dengan Keluarga itu, belum lagi Keluarga Hares, Keluarga Mafia yang jaya dan terkenal pada Masanya.


"ke..kenapa kalian seperti ini?" tanya Monika heran, pasalnya dia hanya tau kulit luarnya saja, tetapi bagi pebisnis seorang Nyonya Maya dan Vero, nama keluarga besar itu sama menyeramkannya dengan nama nama lain, baik keluarga besar Park, keluarga besar Ken, Lee, Dan keluarga konglomerat kelas Jet set lainnya.


"Kau tidak tau apa apa tentang mereka Monika, sebaiknya tidak kau sentuh kedua bocah ini kalau kau masih ingin nyawamu selamat," bisik Vero.


"Ka..kau mengusiknya?" Vero terbelalak.


"Wahhh kalau ada apa apa jangan libatkan kami Monika, kami tidak pernah menyuruhmu menyentuh keluarga besar di lingkungan keluarga Park, kau tanggung sendiri akibatnya," ucap Nyonya Maya sambil melangkah meninggalkan mereka disana.


"Bodoh," ejek Vero yang kini masuk ke dalam kamar Chelsea dan menutup pintu.


Monika berdiri dengan mata terbelalak saat mereka mengatakan hal itu, bagaimana bisa hanya menyentuh seroang anak pungut akan mempengaruhi hidupnya? hah lelucon apa itu?


"cihh...tak ada yang seperti itu, buktinya aku masih baik baik saja saat ini," ucap Monika yang masih saja belum paham dengan situasi yang akan segera dia hadapi.


Monika pergi dari sana dan mengikuti Nyonya Maya, sementara itu di dalam kamar Chelsea, Vero segera menopang tubuh gadis itu. Terlihat kalau Vero benar benar khawatir hanya saja gengsinya terlalu tinggi.


"Duduk disini, kau sih susah dibilangin, kenapa gak nurut aja sih sama Mama Chel, kan kamu jadi begini, terus ini apa lagi kok main main gunting, bahaya tau!!!" gerutu Vero sambil menyingkirkan gunting itu dari tangan Chelsea.

__ADS_1


Chelsea diam sambil menangis, dia menatap kakak perempuannya, meski Vero terkesan tidak peduli dan cuek, dia masih memiliki rasa sayang pada adiknya itu, benar kata orang darah lebih kental dari minyak.


"kenapa kalian melakukan ini padaku kak? demi apa? demi harta? demi uang, jabatan tahta? kenapa harus aku yang diperlakukan begini hiks hiks hiks... aku sudah tenang di luar sana menjalani semua yang ku impikan, tapi kenapa kalian menyeretku lagi kesini!" tangis gadis itu.


Vero tak tega,dia menahan air matanya," ck.. jangan membuatku menangis El, foundationku 100 dolar hishhh... kau ini bagaimana sih!!" gerutu Vero sambil menatap ke langit langit untuk menahan air matanya agr tidak terjatuh.


"Kak Vero... tolong bantu El hiks hiks hiks... El gak mau, El sudah punya orang yang El suka, El mohon bantu El keluar dari sini!!" pinta gadis itu sambil memeluk El dengan erat.


"Haissshh... aku bisa apa El, kau tau kan Papa dan Mama sangat keras, seperti batu, bena benar kejam, aku bisa di usir El, kalau di usir aku kemana? kau tidak lihat situasi? apalagi ada Monika, dia akan memperburuk semuanya, kakak mohon..." Vero menatap Chelsea sambil memegang bahunya.


"bertahanlah kali ini, kau pasti bisa, setelah kau menerima perjodohan itu, kakak akan bantu kamu melarikan diri, setidaknya kamu harus keluar dari rumah ini dulu, kakak juga gak mau kamu tersiksa terus,' ucapnya meyakinkan Chelsea.


"Benar kak? kakak akan membantuku?" tanya Chelsea penuh harap.


"Kakak janji!" ucap Vero.


"Aku juga Janji El, setidaknya ini yang bisa kulakukan padamu adik kecilku!" seseorang masuk dari jendela dan dia adalah Vernon, kakak laki laki Chelsea.


"Kak Vernon?"


"Vernon? kenapa kau masuk kesini, Papa akan menghukummu nanti!" ucap Vero dengan suara pelan, Vernon adalah kembaran Vero, dan Vero yang tertua.


"Tak masalah, adik kecilku sedang kesulitan, maaf membuatmu keluar dari rumah El, sebenarnya itu yang kami inginkan, maaf atas sikap kasar kami, semua itu agar kamu jauh dari neraka ini," jelas Vernon sambil menepuk pucuk kepala adiknya.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉

__ADS_1


__ADS_2