
Vasko berjalan dengan pelan, di pikirannya saat ini adalah Joy serta bagaimana gadis itu menolak dirinya dan malah melemparkan tatapan kesal pada Vasko.
"Apa aku terlalu kejam padanya? ahhh jadi ini yang dirasakan Joy saat aku menolaknya dulu, ini karma untukmu Vasko, bagaimana bisa kau menolaknya dengan kasar waktu itu, Haihh mendapatkan seorang gadis saja sangat sulit ternyata, apalagi gadis yang sempat sakit hati,"gumam pria itu.
Hal yang selalu dilakukan pria itu adalah berjalan di tengah keramaian kota untuk menetralkan pikirannya.
"Kak Vassskoooo!!!" terdengar suara pekikan seorang wanita yang sangat dikenal oleh Vasko, suara adik kecilnya.
Pria itu menoleh ke arah sumber suara, matanya terbelalak saat melihat Van putih yang terbuka dan muncul kepala Diandra di balik jendela mobil Van besar itu.
"Loh Ngapain Dek? jangan keluarkan kepalamu seperti itu, astaga kau ini ada ada saja," Vasko terheran heran dengan kelakuan adiknya itu.
"Heheheh.... kakak mau kemana sih? bareng yuk, Diandra mau nonton, ayo cepat masuk!!" ucap wanita itu sambil membuka pintu dnegan cepat.
"Sayang hati hati," ucap David.
Diandra langsung menarik tangan Vasko untuk masuk ke dalam mobil Van itu, dia bisa melihat kalau Vasko sedang banyak pikiran saat ini.
"Kakak mau sendiri dulu Dek, kau sudah dengar kan dari Joel," ucap Vasko.
"Ck... jadi kakak gak mau temani Diandra... hiks hiks hiks.. kakak jahat padahal Dian mau jalan sama kak Vasko huaaa....." Diandra menggunakan jurus andalannya yaitu menangis di depan mereka semua.
"Sayang jangan nangis, " David mengusap punggung istrinya, "haishh kau ini bagaimana sih," gerutu David seraya menatap kesal ke arah Vasko.
"Iya iya jangan nangis, kakak temani, kau cengeng sekali!" celetuk Vasko sambil menekuk wajahnya.
Seketika wajah Diandra berubah, dia tersenyum lalu menghapus air matanya.
"Yeayyy... kalau begitu hari ini aku mau jalan sama kaka Vasko tanpa kalian," ucap Diandra seraya mendekati Vasko.
"Terus aku gimana yang? masa iya aku ditinggal sendiri?" gerutu David.
Joel dan Otniel merasa panas dengan sikap manja sahabat mereka itu, David seperti bukan dirinya sendiri.
Pria itu telah dimabukkan oleh cinta yang manis dari seorang Diandra.
"Kenapa aku jadi merasa aneh dengan sifat manja si kampret ini, ihhkk... aku jadi ngeri memikirkan kalau aku menikah apa akan jadi seperti pria gila ini," Joel bergidik ngeri, dia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya diri ya jika dia bersikap aneh seperti David.
Bughh...
"Kau pikir aku gila, kunyuk kau!" ketus David sambil memukul kepala Joel.
__ADS_1
"Shhhh... sakit kampret, ternyata kau tidak berubah sepenuhnya, kau... kau orang aneh sekarang, haishhh sial, kenapa juga kau selalu memukul kepalaku!" gerutu Joel sambil mengusap kepalanya.
"Hei jangan berdebat, kalian gak malu ya sama umur," ucap Diandra.
"Dia yang mulai!" ucap mereka berdua saling menunjuk satu sama lain.
"Kalian sama saja, dasar gila!" kali ini Otniel mengumpat.
"DIAAAMMM!!!" pekik Diandra dengan wajah kesal, ketiga pria itu benar benar seperti bocah kecil, berdebat tentang hal kecil, berkelahi saling mengumpat, apa mereka ini anak anak TK yang dewasa terlalu cepat ya?
"Pokoknya Dian mau jalan sama kak Vasko, kak David, kak Niel dan Kak Joel kita pisah, kalian pilih jalan kalian, " ucap Diandra dengan tegas.
"Yang tapi aku gak mau pisah dari kamu dann baby Bubu," ucap David lagi dnegan nada manja.
Ohh... Demi Dewa Athena ingin rasanya Otniel dan Joel mengumpat pria berkedok CEO itu, bagaimana bis dia mengeluarkan nada manja itu di depan mereka semua.
Diandra menghela nafas, dia tau kalau mereka baru bertemu satu malam, namun Dian ingin menyelesaikan masalah Vasko terlebih dahulu.
"Sayang sini aku bisikin sesuatu," ucap Diandra seraya tersenyum.
David mendekatkan kepalanya ke arah Diandra.
"Kita pisah jalan aja kok, nanti malam aku kasih servis yang memuaskan, kamu bebas mau berapa kali, tapi aku harus selesaikan masalah Kak Vasko dulu oke," bisik Diandra yang langsung membuat mata David berbinar-binar.
Wohooohhh... kepala David langsung traveling kemana mana membayangkan servis seperti apa Yang akan diberikan oleh istrinya seketika senyum menyeringai muncul di wajah licik pria itu.
"Kamu udah janji loh, jadi aku bebas mau berapa kali," ucap David seraya mengerjapkan sebelah matanya.
"Iya iya terserah kamu," ucap Diandra yang akhirnya lega bisa mengatasi suaminya, ternyata kalau membahas masalah jatah David langsung bisa dikendalikan, sungguh pria itu sudah diperbudak oleh cinta nyonya muda Keluarga Maureer itu.
"Apa yang kalian bicarakan, kenapa bisik bisik?" tanya Otniel penasaran.
"Bukan urusan bocil, kau diam saja, ini urusan orang dewasa," ucap David dengan nada angkuhnya padahal hatinya kini sedang berbunga bunga menerka neraka servis macam apa yang akan diberikan istrinya pada dirinya.
"Ck... pelit!" ketus Otniel.
"Jadi kalian mau kemana Dian?" tanya Joel.
"Ummm tadinya aku mau nonton tapi sepertinya ai sekarang ingin ke taman bunga kak, apa ada tempat yang banyak bunga nya disini ? aku ingin melihat bunga," tanya Diandra.
"Ada kok yang, kebetulan lokasinya sekitar 300 meter dari tempat kita sekarang," ucap David.
__ADS_1
"Disana juga ada jual jajanan," ucap David.
"Wahh benarkah, aku memang mau jajan heheheh," Diandra terkekeh.
David tersenyum, dia bisa tau apa keinginan istrinya, ajaib memang tetapi itulah kenyataannya kalau ikatan mereka sangat kuat.
Mereka pun melaju menuju lokasi yang dimaksud oleh David, Otniel yang membawa mobil dan Joel seperti biasa, dia tertidur di dalam mobil.
Setibanya di taman itu Diandra langsung keluar bersama Vasko, dia menarik lengan kakaknya pergi membeli beberapa jajanan dan duduk di Gazebo yang disediakan di taman itu dengan berbagai jajanan di atas meja mereka.
David sendiri diam di dalam Van, dia memeriksa laporan anak buahnya mengenai keadaan Bessara dan Helen serta kehancuran Dark Horse.
Para tawanan di Dark Horse sudah di bebaskan dan semuanya di beri segel untuk mengenali mereka, hal ini dilakukan agar mereka bisa melacak keberadaan orang orang yang berpotensi menjadi orang jahat seperti Bessara itu.
Joel seperti biasa dia memilih terlelap di dalam mobil, tubuhnya terasa lelah, selama penerbangan semalam dia tidak tidur karena bermain main dnegan internet.
Otniel sendiri memilih keluar dari dalam mobil dan berjalan jalan di taman itu sambil melihat bunga.
Dokter tampan ini termasuk penikmat seni dia benar benar menikmati setiap lukisan alam dan menghayatinya, dan tentu saja dia selalu memandang ke atas langit, karena ketika dia melihat bunga dia akan mengingat mendiang kekasihnya yang sangat dia cintai itu.
Di Gazebo tempat Diandra duduk kedua kakak beradik itu tampak diam sejenak, mereka tampak merelaksasi pikiran mereka disana, menghirup udah segar dan harum Bu ga bunga yang sangat menenangkan.
"Kak, apa kau menyukai Joy?" Pertanyaan yang langsung membuat Vasko menoleh pada gadis itu.
"Jawab saja dengan jujur," ucap Diandra.
"ya, aku... aku jatuh cinta padanya sejak pertama kali kami bertemu," jawab Vasko Dengan jujur, berbicara dengan Diandra memaksanya untuk jujur.
"Lalu kenapa kau menolaknya saat dia menyatakan cintanya?" tanya Diandra.
Vasko terkejut, bagaimana Diandra bisa tau cerita itu pikirnya.
"Joy menceritakan nya padaku," ucap Dian yang paham dengan tatapan Vasko .
"Aku punya alasan Diandra, aku...."
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......
APA YA ALASAN BANG VASKO?????