
Otniel berjalan keluar dari rumah sakit, dia berpapasan dengan Jerry dan Andre dokter didikannya yang datang bersama seorang ibu yang sudah renta.
Tampak wajah ibu yang mendorong kursi roda seorang anak yang usianya sekita 12 tahun itu begitu lelah dan sembab.
" Dokter kami sudah membawa mereka," ucap Jerry.
Otniel menatap mereka, jika melihat pria kecil itu, dia langsung teringat dengan putranya.
Perlahan Otniel berjalan dan mendekati bocah kecil yang tampak kurus dengan kulit kebiruan Karena kelainan jantung yang dimilikinya sejak kecil.
" Halo ibu," sapa Otniel dengan benar benar lembut.
" Ha.. halo pak Dokter," sapa si Ibu.
" Kenapa anak ya langsung dibawa pulang ,kan belum selesai perawatan ibu, kasihan loh," ucap Otniel.
" Ka..kami tak punya uang untuk melanjutkan perawatan dok, dan.. sa..saya juga tidak memiliki apa apa lagi untuk merawat putra saya," ucap si Ibu sambil Menangis di depan Otniel.
Otniel menghela nafas berat," Bu, jangan bawa anak ibu kemana mana, biar saya yang tangani jagoan kecil ini, dia pasti bisa bertahan, serahkan semuanya pada saya, masalah biaya jangan khawatir saya bisa mengaturnya, ibu jangan takut, kita pasti akan menemukan jantung yang cocok untuk putra ibu," ucap Otniel.
" Tapi kami nggak punya uang dok," ucapnya lagi.
Otniel tersenyum lembut," tenang saja buk, tadi ada orang baik yang membayar semua perawatan anak ibu, jadi ibu gak usah takut dengan biayanya, anak ibu akan dirawat sampai sembuh, " ucap Otniel.
" Siapa dok? tapi saya tak mendengar apa-apa," ucapnya.masih menangis.
" Ada Bu, dia sedikit pemalu jadi dia tidak mau identitas nya diketahui," jelas Otniel.
"Sudah tak usah pusing kan itu, sekarang ibu masuk ke dalam dan Jagoan kecil ini akan dirawat lagi ," ucap Otniel sambil mengusap kepala bocah kecil itu.
" Apa saya bisa sembuh dok?" tanya anak kecil yang biasa disapa Bobby itu.
" Tentu bisa, kamu kan kuat, " ucap Otniel.
"Jer, Andre bawa mereka!" titah Otniel.
" Baik dok!"
" Terimakasih dokter, hiks hiks hiks... terimakasih atas bantuannya, terimakasih banyak Dok," ucap ibu Bobby sambil mengangkat tersedu sedu.
" Sudah Bu tak apa," ucap Otniel sambil membungkuk hormat pada si ibu.
Mereka masuk ke dalam rumah sakit, Otniel menatap mereka dengan senyuman bahagia senang rasanya mengetahui seseorang memiliki harapan hidup.
Pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
__ADS_1
" Halo kak Varrel" ucap Otniel.
" Ada apa Niel?" tanya Varrel anak Ken dan Rose yang menjadi direktur rumah sakit itu saat ini.
" aku ingin memberikan perawatan terbaik pada anak kecil bernama Bobby, usianya 12 tahun dan dia memiliki kelainan jantung bawaan, boleh kah aku menggunakan seluruh fasilitas?" tanya Otniel.
" Masalah biaya potong saja dari keseluruhan gajiku," ucap Otniel lagi.
" Jelaskan keadaannya dulu," ucap Varrel.
" Dia seorang anak laki laki berusia 12 tahun dengan kelainan jantung sejak lahir, kondisinya kian hari makin melemah, sesak nafas, jari-jari dan tubuhnya membiru, mudah lelah dan kondisi saat ini terlalu lemah bahkan hanya untuk berjalan sendiri," jelas Otniel.
" Dia harus segera melakukan operasi jantung dan mengganti jantungnya dengan donor jantung, dengan demikian hidup bocah ini bisa diselamatkan!" jelas Otniel lagi .
Pria itu duduk di taman rumah sakit sambil memandangi tanaman yang ada disana dan sesekali menyesap kopi yang diberikan dokter Chelsea tadi
"Keadaan keluarga?" tanya Varrel.
" Berasal dari keluarga Broken home, dia dirawat seorang Diri oleh ibunya yang dulunya adalah pengusaha namun usahanya bangkrut karena biaya berobat putranya, Ayahnya sendiri tidak lagi peduli dengan mereka, hidup berdua sudah tujuh tahun lamanya," jelas Otniel .
" Hmmm.... ini akan sangat baik," ucap Varrel.
Otniel menyerngitkan keningnya," maksud mu apa kak? apa menurutmu kemiskinan dan kebangkrutan seseorang adalah hal yang baik? sejak kapan kau jadi aneh seperti itu?" celetuk Otniel.
" Ck... telinga ku,"
" Maaf maaf kak, habisnya kau berbicara seperti seekor tikus pengerat yang bersiap menghabisi seluruh lumbung padi yang kau temukan, makanya ngomong itu yang jelas kak Ver," celetuk Otniel.
" Diam kau, bikin moodku rusak saja, pengobatan mereka akan dikomersilkan kehadapan publik untuk membantu anak anak yang memiliki penyakit yang sama atau penyakit penyakit lain, aku ingin lebih banyak pasien dan pendonor yang datang ke rumah sakit ini, supaya semuanya bisa hidup dengan damai," jelas Varrel.
" Kau bosan kaya ya kak?" ejek Niel.
" Sedikit, uang uang ini membuatku panas sendiri, aku takut dihinggapi setan dan malah menghabiskan Semua, jadi selagi bisa bantu orang lain yang lebih membutuhkan kenapa tidak," jelas Varrel sambil tertawa.
" Hmmm kau benar kak, pantas saja istrimu jatuh cinta pada dirimu, kau ternyata cukup bijak, tapi jangan sampai putramu mengikuti sikap kekanak kananakanmu itu," ejek Otniel.
" Jiahh hahahah.... aku tak peduli, yang penting kita semua bahagia, sudahlah, aku ada janji makan siang bersama kakak iparmu, dan juga si kecil Felix, kapan kapan kita berkumpul di rumah keluarga Park," ucap Varrel.
" Baiklah kak, titip salam pada Kakak ipar dan Felix!"ucapnya.
" Oke, kututup ya,"
Varrel anak Ken dan Rose sudah menikah dua tahun yang lalu dengan seorang wanita cantik yang tak lain adalah Jessica Lee anak dari pasangan Mark dan Andin.
Sebenarnya mereka berdua di jodohkan karena sama sama tak ada niat untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis.
__ADS_1
Namun ternyata keduanya sudah saling suka sejak lama, tetapi karena kepribadian mereka yang tertutup tak ada yang berani mengungkapkan rasa cinta itu.
Ketika ada kabar kalau mereka akan dijodohkan keduanya langsung setuju dan malah membuat seluruh keluarga heran tapi tidak dengan Luna, dia tau mereka berdua saling menyukai.
Kembali ke rumah sakit , Otniel tampak kembali masuk ke dalam gedung rumah sakit itu.
drrt... drrrt... drrrt
Ponsel Otniel berbunyi, dia langsung mengangkat panggilan yang notifikasinya berbeda dengan notifikasi panggilan orag lain..
" Ada apa nak?" Sura Otniel terdengar khawatir,.
" Daddy kok suaranya begitu, Overthinking lagi ya, ihh udah dibilangin juga jangan Overthinking masih bandel aja," gerutu Edward dari balik telepon di seberang sana.
" Ya maaf nak, Daddy khawatir saja," jawab Otniel sambil menggaruk-garuk kepalanya.
" iya iya, "
" Ummm.. Daddy, tiga hari lagi hari orang tua dan Anak, apa Daddy bisa datang? Jadwal Daddy gimana? kalau nggak bisa biar Edward minta tolong uncle saja, " ucap bocah kecil itu.
Mendengar ucapan putranya sukses membuat Otniel terharu,"Jangan begitu, Daddy akan datang bersama uncle dan Onty kamu, emmm kegiatan apa disana nak?" tanya Otniel sambil duduk di ruang tunggu .
" Banyak Daddy, nanti Edward ke rumah sakit ya, mau ngasih kegiatannya sama Daddy, sambil keliling keliling, Edward mau lihat lihat rumah sakit, boleh kah?" tanya Putranya dengan sopan dan lembut, dia selalu meminta ijin pada Otniel.
" Wahhh boleh sayang, kamu sama siapa?" tanya Otniel.
" Sama Baby Bubu dan Baby Star," seru Edward dengan penuh semangat.
" Ahh Emely dan Jacob? baiklah, Daddy tunggu ya nak," ucap Otniel.
" Siap Daddy!" seru bocah kecil itu.
Senyuman Otniel tak pernah lepas dari wajahnya, dia bena benar bahagia memiliki Edward untuk mengisi kekosongan besar yang ditinggalkan mendiang kekasihnya dulu.
" Jesslyn, aku merindukanmu, Haihh... aku masih saja mencintaimu padahal sudah bertahun tahun kau pergi," gumam Otniel sambil menatap foto mendiang kekasihnya di layar ponselnya.
"Wahhh Momnya Edward ya Dok!?" ucap seseorang.
.
.
.
like, vote dan komen 😊😉
__ADS_1