Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Mesra


__ADS_3

Diandra dan David duduk di dalam kamar di dekat balkon, tangan Diandra meraba luka bekas operasi di tubuh kekar suaminya yang sedang bertelanjang dada.


"Apa ini masih sakit?" Tanya Diandra.


"Tidak lagi sayang, lukanya sudah sembuh," jawab David.


Beberapa saat lalu, Diandra menangis tersedu-sedu saat mendengar penjelasan suaminya tentang bagaimana dia mendapatkan semua luka luka itu.


David menceritakan yang sejujurnya pada Diandra, tak ingin menutupi apa pun dari istrinya. Dia menceritakan semua detail penyerangan itu dan bagaimana nasib Brandon, Bessara dan Helen saat ini.


Meski sempat panik, David menenangkan istrinya dengan mudah sehingga Diandra tidak terlalu memikirkan semua kejadian itu, bahkan kejadian tak terduga di rumah sakit yang hampir saja merenggut nyawa David.


"Jangan sakit, aku tak suka kalau kau sakit, aku bisa tau kalau kau mengalami hal bahaya, " ucap Diandra sambil meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya, tempat paling nyaman bagi ibu hamil itu.


"Ini kejadian tak terduga sayang, maaf aku tak memberitahukanmu sebelumnya, aku tak mau kau stress, belum kuberitahu saja kau sudah malas makan apalagi kalau ku beritahu, aku takut kalian berdua dalam bahaya "ucap David sambil membelai rambut Istrinya.


"Darimana kau tau aku malas makan hmm?" Tanya Diandra.


"Aku selalu mengawasimu sayang, aku tak melewatkan sehari pun tanpa tau keadaanmu bagaimana, " ucap David.


Diandra menatap wajah suaminya...


Tukk


Diandra menyentil kening suaminya dengan wajah kesal," Kau tau kan kalau aku menderita, kenapa tidak bilang apa apa padaku, haishhh aku menangisimu tiap malam!" Ketus Diandra.


"Ya maaf sayang, kan sudah ku jelaskan.... sini ku peluk dulu, rasanya aku masih merindukanmu," ucap David memeluk Diandra dengan erat.


"Bagaimana dengan obatmu Sayang?" Tanya Diandra yang mengubah panggilannya pada David.


"Tunggu kau memanggilku apa hmm?" Tanya David sambil menatap Diandra.


"Sayang, suamiku, Baby... My husband sayangkuuu... Heheheh" ucap Diandra sambil tertawa dengan semburat merah mewarnai pipinya yang cantik.


"Kau nakal ya sayang, tapi aku suka hahahhaa... Lalu kau mau memanggilku dengan panggilan apa hmm? Jangan kakak, aku seperti kakak mu," ucap David.


"Babe? Sayang, Honey, Ummm... Pilih yang mana kau suka," ucap Diandra.


"Sayang, panggil sayang aja, aku menyukainya," ucap David sambil memainkan rambut panjang istrinya.


"Hmmm baiklah ayang David hahahaha...." Goda Diandra.


David Tertawa terbahak-bahak mendengar panggilan Diandra pada dirinya rasanya geli walaupun menyenangkan mendengar itu.

__ADS_1


"Kau mulai nakal ya sayang," ucap David sambil menggelitik istrinya.


"Hahahha ampun jangan digelitik sayang, ini geli sekali hahahaha" Diandra tertawa terbahak-bahak dalam dekapan suaminya, mesra sekali mereka membuat para jomblo iri dengan kemesraan mereka berdua.


"Kalau begitu bagaimana dengan obatmu Sayang?" Tanya Diandra.


"Ahh iya ini waktunya makan obat, tapi harus makan pagi dulu, kita makan ya babe, kamu dan baby perlu makan, ayo" ucap David sambil bangkit berdiri.


"Pakai bajumu," ucap Diandra sambil memberikan sebuah kaos yang sudah dia siapkan di atas meja.


"Terimakasih baby hehehe" ucap David.


Diandra tersenyum, tetapi tiba tiba hidungnya menangkap bau sesuatu yang sangat diinginkannya sejak semalam, harum buah mangga muda yang menggugah seleranya.


Diandra perlahan mendekati kresek hitam yang terletak di atas meja dekat pintu kamar mereka, dia membuka plastik berisi buah itu.


Mata Diandra berbinar-binar saat melihat buah itu disana, air liurnya bahkan sampai menetes melihat buah segar itu di dalam kantong plastik.


"Yang... Ini ... Aku mau ini!!" Teriak Diandra sambil mengangkat buah mangga yang cukup banyak itu dengan wajah berbinar binar.


"Mangga? Aku juga mau, aku bawa sebelum pulang semalam, kamu ngidam yang?" Tanya David yang di jawab anggukan kepala oleh Diandra.


"Pengen... Please," ucap ya dengan mata berbinar-binar menatap buah itu.


"Setelah sarapan pagi ya sayang, dan kamu makan vitamin dulu, ayo kita ke bawah ini sudah jam 9 pagi," ucap David.


"Makan pagi dulu sayang, oke? Nanti aku buatkan bumbu untuk mangganya, semalam di ajarin sama nenek nenek yang jual," ucap David.


"Ada resep bumbunya ya, baiklah ayo cepat makan pagi, ehh obatmu di mana Yang? Di bawa juga, aku juga bawa vitamin dan obat mualku," ucap Diandra sambil meraih kotak obatnya.


David mengambil obatnya yang sudah diresepkan oleh Otniel, dia masih harus mengonsumsi obat dan beberapa vitamin agar kondisinya benar benar pulih.


"Ini," ucap David sambil mengangkat kapsul obat yang sudah diresep sesuai jadwal makan obat David.


"Buset banyak banget Yang, itu obat atau biji tanaman, kok segitu banyak, aku aja cuma dua macam," ucap Diandra sambil menunjukkan obat dalam kapsul obat miliknya.


"Kan aku sakit sayang, kalau kamu hamil bukan sakit," ucap Davi seraya menepuk pucuk kepala istrinya.


"Huhh kenapa juga kamu harus makan obat, cepat sembuh ya, jangan buat suamiku sakit," ucap Diandra sambil mengusap perut suaminya.


"Ayo makan!" Seru Diandra dengan penuh semangat.


Wajahnya tak lagi pucat, dia berseri seri, tak ada drama mual dan muntah yang dialami ibu hamil itu pagi ini, sebab suaminya sudah di sampingnya.

__ADS_1


Keduanya turun dari lantai dua dnegan Diandra menempel di lengan David dengan begitu manja, tak sekalipun dia lepaskan tangan suaminya.


Semua orang sudah berangkat bekerja dan melakukan kesibukan mereka masing-masing, hanya mertua Diandra dan Nyonya Alena yang ada di ruangan santai sedang berbincang bincang.


"Kalian sudah bangun? Kenapa lama sekali?apa kau membuat menantuku menangis lagi anak tengil?" Tanya Aiden dengan nada sarkas sambil menatap David dengan tajam.


"Aku membuatnya menikmati surga dunia Papi," celetuk David yang gesreknya mulai kumat.


Plakkk


"Kau ini kenapa bilang begitu sih," ketus Diandra yang sudah malu di hadapan Mama dan kedua mertuanya.


"Jangan terlalu lelah nak, kau juga baru sembuh, nanti kalau terlalu bersemangat menjelajahnya bisa bisa lukamu terbuka hahaha," ucap Mami Mikha yang tak kalah gesrek dengan suami dan anaknya.


Nyonya Alena sampai geleng geleng kepala dengan topik pembicaraan mereka, memang keluarga aneh yang menyenangkan.


"Tenang saja Mami, Papi, Mama Alena, aku ahli membuatnya terbuai dengan sentuhan sentuhan....awhh... Awh... Sakit sayang kenapa di cubit??" David meringis kesakitan saat mendapat cubitan dari istrinya.


Aiden, Mikha dan Alena tergelak melihat kelakuan mereka berdua yang sangat menggemaskan, benar benar menghibur pagi mereka di usia mereka yang tak lagi muda.


"Hahahahah sudahlah, jangan menggoda Istrimu terus nak, lihat wajahnya sudah Semerah tomat, sana makan pagilah," ucap Nyonya Alena yang merasa bahagia melihat putrinya akhirnya bisa mendapatkan kembali semangatnya setelah David kembali.


"Kalau begitu kami makan dulu ya, mami, Papi dan Mama," ucap David sambil merangkul istrinya dengan mesra.


Mereka semua tersenyum melihat Diandra dan David kembali bersatu, setidaknya David sudah dalam keadaan baik baik saja saat ini.


"Ku harap mereka terus hidup bahagia," ucap Alena.


"Aku juga begitu Alena, Diandra dan David harus hidup bahagia, aku tak sabar menunggu kelahiran cucu pertama di rumah ini, dan tak kusangka kalau kita yang akan memiliki cucu terlebih dahulu," ucap Mikha.


"Ya aku juga tak menyangka, anak anak di rumah ini betah menjomblo semua," ucap Aiden.


"Tapi yakinlah sayang, kalau sebentar lagi kita akan mendengar berita mereka akan menikah seperti kita dulu hahhaah," ucap Mikha mengingat kenangan masa lalu mereka.


"Sepertinya anak anakku juga akan segera menikah," ucap nyonya Alena.


"Bisa saja," ucap Mikha dan Aiden.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 😊


""


__ADS_2