Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Berseteru


__ADS_3


Joel tampak berlari keluar setelah membayar roti dan minuman untuk Otniel.


"Bro ini roti dari Edward, aku ke dalam dulu," ucap Joel yang menghampiri Otniel dengan langkah kaki terburu-buru.


"Eh anak ku mana kampret?" tanya Otniel sambil bangkit berdiri mencari keberadaan anaknya.


"Aman, dia ku tutup sama calon bini," ucap Joel sambil tersenyum.


Otniel terbelalak, bisa bisanya Joel memanfaatkan anaknya untuk ngemodusin cewek, ada ada saja pria itu.


"Jangan sampai anakku kenapa kenapa kampret, ku panggang kau di atas menara Eiffel!" ucap Otniel.


"Yokes bro, tenang aja, Edward aman!" seru Joel yang sudah melarikan diri ke dalam supermarket dengan senyum licik di wajahnya.


"Ck... ada ada saja si kampret ini, bisa bisanya dia melakukan itu pada putraku," gumam Otniel sambil membuka bungkusan roti yang dipilihkan oleh Edward.


Saat dia membuka bungkus itu, Otniel seketika tertegun melihat roti yang dipilih Edward untuknya, roti bluberi kesukaan nya," ahhh anakku memang yang terbaik," gumam Otniel sambil membuka bungkusan itu.


Sementara itu di dalam supermarket, Joel tampak berlari kembali menuju rak dimana Edward dia titip pada gadis karyawan Supermarket itu.


"Edward uncle da..." Seketika mata Joel terbelalak saat tidak mendapati Edward disana.


"Loh kemana? Edward? Edward? nak dimana kamu?" Joel jadi panik, dia takut kalau terjadi apa apa pada Edward.


Pria itu mencari ke barisan rak lainnya yang mungkin didatangi oleh Edward.


Seketika Matanya tertuju pada kerumunan orang, terdengar keributan disana.


"Dasar anak nakal, beraninya kau menyiram susu ke wajah anakku!" bentak seorang wanita sambil mengangkat tangannya ingin memukul Edward hingga....


Plakkk


Satu tamparan keras mendarat di punggung seorang gadis yang tak lain adalah Ara.


"Apa yang kau lakukan Nyonya!!" Kali Ini Ara marah, dia menatap wanita berambut keriting dengan tahu lalat di ujung bibir kanan bawahnya, eyeliner yang memanjang membuat wajahnya tampak galak.


"Heh gadis, kau itu hanya pelayan disini, ini urusanku, lagi pula ngapain kau bawa bawa anak ke tempat kerja, dia sudah merusak pakaian putraku, dia harus dipukul!" pekik wanita itu.


"Dia yang mulai nenek penyihir, dia ejek Ejek Onty cantik, jadi orang nggak boleh ejek ejek, nggak baik!" teriak Edward membela dirinya.


"Memang dia miskin kan, cihh kalian sama sama orag miskin aja bangga wleekkk... kau akan dihukum polisi nanti wleekkkk..." ucap bocah laki laki yang usianya dua tahun di atas Edward tapi tinggi badan mereka sama karena Edward cukup gizi saat di rawat Mama Seannya dulu.


"Percuma punya uang banyak kalau nggak tau cara menghormati orang lain!" teriak bocah itu sambil menatap marah pada anak laki laki di depannya.


"eh... eh... eh... jangan sembarang kamu ya, siapa orangtuamu hah? mau kuadukan ke polisi?" ucap Wanita keriting itu.

__ADS_1


"Adukan saja, kakek ku polisi, Pamanku superhero, Onty ontyku bahkan lebih jago, coba kalau kalian berani!" ucap Edward dengan nada ketus.


Joel terus memperhatikan perdebatan mereka, menurutnya ini seru, jadi dia merekam saja, hadeh ada ada saja pria ini.


"Hahahahah.... lanjutkan Edward, ternyata mendiang Mamamu mengajarimu banyak hal, lanjutkan nak, Basmi orang orang bodoh itu!" gumam Joel sambil tertawa menatap wanita keriting yang kalah telak dengan ocehan bocah yang hampir menginjak usia 5 tahun itu.


"Edward, gak baik ngomong begitu, udah ku minta maaf sama Tante itu sama kakak itu, kan kamu yang siram tadi," ucap Ara yang tak ingin permasalahan ini berlanjut.


"Ck... Onty gak seru, kan udah Edward bilang kalau dia yang salah, dia ejek ejek Edward juga, dia juga ejek Onty," ucap bocah itu sambil memasang wajah sedih.


"Ck... dasar anak nakal kau mau dipukul ya!!" pekik wanita keriting itu lagi.


"Sekali kau sentuh tubuh putraku, maka habis kau di tanganku, bahkan anakmu itu bisa kucincang cincang hari ini!!" suara bariton Joel memenuhi ruangan itu, sudah cukup dia menonton, saatnya menjadi pahlawan.


Semua orang terbelalak, suara datar dan dingin itu begitu tegas bahkan membuat siapa pun merinding ketakutan.


Tatapan mata datar, langkah yang tegas dan wajah yang dingin membuat semuanya terdiam.


"Uncle!" teriak Edward sambil berlari menghampiri Joel .


Pria itu berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya,"Kau baik baik saja nak?" tanya Joel, jujur saja dia panik saat tidak menemukan Edward tadi.


"He emm... baik, tapi mereka tidak baik!" ucap Edward sambil menunjuk wanita keriting dan anaknya.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Joel pada mereka.


Si wanita keriting tadi langsung berubah raut wajahnya saat dia melihat di tubuh Joel tergantung kaos Gucci seharga 5 juta, jaket LV seharga 25 juta bahkan semua yang dia kenakan adalah barang mahal meski terlihat sederhana namun harganya luar biasa mahal.


"Hehehe maaf tuan, ini hanya masalah anak kecil, putra saya tadi mengganggu putra Anda karena tidak tau," ucap Wanita itu sambil menarik putranya.


"Cepat minta maaf, mereka lebih kaya dari kita," bisik wanita itu pada putranya.


"Jika kau masih ingin main PS maka ikutin permainan Mama," bisiknya lagi.


Ara menatap wanita itu dengan tatapan kesal, bisa bisanya nada bicara langsung berubah saat melihat Joel.


"Dia minta maaf karena sudah mengganggu anak Anda tuan," ucap wanita itu sambil memasang senyum palsu.


"Cihh... penjilat!" umpat Joel yang malah membuat wanita itu dan orang orang disana terbelalak.


"Kau pikir aku tidak lihat semuanya? cepat minta maaf padanya!" ucap Joel sambil menunjuk Ara .


Yang ditunjuk malah terkejut, dia tak menyangka kalau Joel akan membelanya.


"Ta... tapi dia tidak pantas mendapatkan permintaan maaf, dia tidak becus bekerja dia hanya seorang rendah!" ucap wanita keriting itu.


"Seorang rendah? seberapa banyak kekayaan mu sampai kau bisa menilai orang seenaknya hah? apa seluruh lemari pakaianmu sudah di penuhi dengan barang barang mahal?" ketus Joel.

__ADS_1


"Orang terkaya sedunia saja tidak sesombong mulutmu itu!" umpat Joel, jujur saja dia kesal dengan wanita itu.


"A.. aku...


"Cepat minta maaf!" bentak Joel.


Wanita keriting itu ketakutan,belum lagi tatapan orang orang pada dirinya.


"Ka... kami minta maaf," ucapnya membungkuk sambil menarik anaknya dan berlari pergi dari tempat itu karena sudah tak tahan dengan rasa malu yang menyerang mereka.


Semuanya selesai dalam sekejap, orang orang juga bubar kini tinggal Joel, Edward dan si gadis supermarket.


"Siapa namamu?" tanya Joel dengan tatapan datar, dia tida menyukai sifat pengecut wanita itu.


"A.. Ara tuan," jawabnya dengan gugup.


"Kau pengecut!" ucap Joel yang membuat Gadis itu tersentak kaget.


"Bagaimana bisa kau meminta anak kecil ini meminta maaf padahal jelas jelas dia membelai dirimu, cih.... kurasa kau pasti sering ditindas dan tidak bisa melawan," ucap Joel dengan nada kesal.


"Jangan jadi pengecut nona, aku tidak tau jalan ceritanya tapi aku tau anak sekecil ini tidak mungkin berbohong!" ucap Joel.


"Kau benar benar pengecut, kau akan kalah dengan orang orang yang merisakmu jika kau terus menerus seperti itu!" ucap Joel dengan nada tegas.


"Ayo pulang nak, Daddy sudah menunggu Onty Diandra juga mencarimu," ucap Joel pada Edward.


" Onty cantik bagaimana?" tanya Edward.


"Biarkan saja dia begitu, lagi pula kita hanya orang asing," ucap Joel.


"Ahh... ingat ini nona, kau tak akan berhasil jika kau tidak menunjukkan dirimu yang asli, maaf aku hanya orang asing yang suka ikut campur urusan orang lain," ucap Joel sebelum dia meninggalkan tempat itu.


Ara menunduk, matanya berkaca-kaca, bagaimana bisa dia mendapat amukan bertubi-tubi hari ini.


"Hiks hiks hiks.... kenapa semuanya begitu jahat," gumam gadis itu,


"aku.. aku memang pengecut!" ucapnya sambil menangis sesenggukan.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉


Hayoloh bang Joel, Napa gebetannya dibuat nangis??🤦🏼‍♂️

__ADS_1


__ADS_2