Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Kebodohan ku


__ADS_3

Rumah sakit,


David, Vasko dan Joy sedang mondar mandir di depan ruang gawat darurat. Mereka bertiga tidak bisa tenang, khawatir, panik dan ketakutan dengan kondisi Edward dan Diandra yang terkena benturan akibat kecelakaan yang mereka alami.


Bahkan Otniel yang juga terluka karena serpihan kaca tidak memperdulikan dirinya dan memilih ikut memeriksa keadaan putranya dan adiknya.


" Sial... Sial sial Diandra... arhhh... istriku, anakku, Edward, akhhh... kenapa ini terjadi !!!" David menangis di depan ruang operasi.


" Bajingan mana yang melakukan ini pada adikku, akhhh sialan!!!!" pekik Vasko, dia merm4s kepalanya dengan kesal dan marah.


Hancur sekali hati Vasko dan Joy saat mendengar kabar kecelakaan itu.


" Bagaimana ini kak, Diandra, baby Bubu dan Edward, hiks hiks hiks.... kenapa bisa begini!!!" Joy menangis tersedu-sedu sambil memeluk suaminya.


Benar benar kejadian yang tidak bisa mereka prediksi.


"Akhhhh Diandraaa..." tangisan David terdengar di seluruh lorong rumah sakit, begitu sakit dan menyedihkan.


Kejadian beberapa saat lalu.


Otniel mengemudikan mobil dengan Diandra dan David di belakang serta si kecil Edward di depan bersama Otniel.


Rencananya sebelum pulang ke rumah mereka akan singgah di toko pakaian anak anak untuk membeli pakaian Edward.


" Edward mau pakaian seperti apa? " tanya Diandra dengan senyuman manis.


Edward berdiri dan berbalik melihat Diandra dari depan. Otniel mengemudi dengan hati hati dan dengan kecepatan sedang.


"Edward suka yang mana aja yang penting bisa dipakai hehehh ," seru bocah kecil pemilik mata biru yang sangat menggemaskan itu.


" beneran? kalau gitu Onty beliin baju Barbie mau pakai hahahahah...." celetuk Diandra.


" Ndak apa apa Onty, kalau Onty tega lihat Edward ini jadi badut kayak Daddy, Edward nggak apa apa selama Onty senang heheheh..." kekeh Bocah kecil itu.


" uhhh manisnya ponakan Onty," seru Diandra sambil menguyel uyel pipi gembul bocah Eropa itu.


" Heheheh Iya dong," seru Edward dengan senyuman manis.


" Nak duduk yang bener, kita lagi di jalan sayang nanti kamu jatuh," ucap David.


" oke uncle!" seru Edward sambil menghormat ke arah David dan sukses membuat mereka semua tertawa dengan tingkah bocah kecil itu.


Mereka melaju dengan lambat, kemudian berhenti di lampu merah. Setelah lampu berubah menjadi hijau mereka kembali melaju.


Namun tanpa disangka sangka, sebuah mobil hitam melesat dengan kecepatan tinggi menghantam bagian samping mobil, namun beruntung Otniel cepat menghindar dia melaju dengan kencang meski mobil mereka sempat oleh dan jendela mobil pecah.

__ADS_1


"Diandraaa!!"pekik David saat melihat istrinya terkena serpihan kaca dan melukai tubuh wanita itu, benturan itu juga membuat Dia dra terguncang.


" Kak David akhhh...... Baby!!!!" pekik Diandra sambil memeluk perutnya dengan erat berusaha melindungi Baby Bubu agar tidak terkena serpihan serpihan itu.


" Edward, nak, nak bangun!!" pekik Otniel dengan wajah panik saat melihat Edward tak sadarkan diri karena benturan keras yang menghantam sisi mobil itu.


Mobil mereka berputar 360 ° tepat setelah mobil misterius tadi menabrak mereka dengan kecepatan tinggi.


Panik, khawatir dan marah, Otniel dan David benar benar kalut saat ini, David memeluk istrinya yang terguncang dan tak sadarkan diri sambil memeluk perutnya dengan beberapa luka di wajah dan tubuhnya.


Edward sendiri terbentur ke sisi Jendela mobil dan kepalanya berdarah hingga bocah kecil itu tak sadarkan diri.


" tidak.. putra Daddy, nak bangun nak, tidak tidak... Edward bangun!!!" pekik Otniel yang sudah menghentikan mobilnya. Dia menangis sambil melihat kondisi Edward dengan perlahan.


" Diandra? Ya Tuhaaannn bagaimana ini!!!" teriak Otniel sambil menangis, sama halnya dengan David dia menangis melihat keadaan istrinya. Mobil yang menabrak mereka kabur begitu saja.


Dengan cepat mereka semua di evakuasi, dengan sangat hati hati Diandra dan Edward dipindahkan.


Kembali ke masa sekarang, Seluruh dokter di rumah sakit dikerahkan untuk memeriksa kondisi Diandra dan Edward belum lagi Diandra sedang mengandung, mereka sangat takut jika terjadi sesuatu pada salah satu dari Ibu dan anak itu.


Sedang Edward ditangani langsung oleh Otniel, panik dan ketakutan saat ini melanda Niel yang tak juga k menemukan titik terang kondisi anaknya.


" Akhhh sayang, anak Daddy bangun nak!!" ucap Otniel sambil memeriksa kondisi Edward, tangannya gemetaran, tubuhnya lemah dan dia ketakutan saat melihat detak jantung putranya semakin melemah..


" Dok biar kami yang menangani ini!" ucap seorang dokter yang juga bertugas bersama Otniel.


" Dokter Otniel tenanglah!" bentak Aurel yang baru masuk ke dalam ruangan itu.


Otniel berbalik dia menangis, dia menatap Aurel dengan bibir gemetaran.


" Christan, Christo bawa Otniel, tenangkan dia ,biar aku yang menangani Edward!" ucap Aurel pada si kembar yang juga turut serta ke rumah sakit tepat selesai mendengar berita kecelakaan itu.


" Anakku kak, dia dia melemah tolong Edward... akhh hiks hiks hiks... tolong anakku!!" ucap Otniel sambil berlutut di hadapan mereka dan menangis tersedu-sedu di hadapan kakak kakaknya.


Aurel menahan air matanya, dia harus kuat dalam situasi ini, benar benar menyedihkan tapi harus ada yang bisa berpikir jernih saat ini.


Si kembar membawa Otniel yang menangis dan membiarkan Aurel mengambil alih operasi Edward bersama dokter dokter lainnya.


Otniel dibawa keluar oleh si kembar, jujur saja si kembar bisa merasakan kalau Otniel benar benar merasa tidak berguna saat ini.


" Kak... anakku, bagaimana ini, aku yang salah, aku yang salah aku bodoh!! aku tidak bisa melindungi putraku dan juga Diandra ,ini karena kebodohanku!!!?" pekik Otniel, air matanya jatuh menetes membasahi wajahnya.


" Niel sadarkan dirimu!" pekik seseorang yang tak lain adalah David yang juga ikut dalam kecelakaan itu.


" David... hiks hiks maafkan aku, aku membuat Diandra dalam bahaya, maafkan aku, aku salah!" ucap Otniel yang mulai meracau tak jelas.

__ADS_1


" Niel tenang kan dirimu, Diandra dan Edward butuh kita ,jangan sampai kau melemah, anakmu menunggumu Niel!" tegas Joel yang baru tiba bersama Ara.


" Otniel, tenang ini bukan salahmu, apa pun caranya aku akan menemukan bajingan yang membuat Diandra, baby Bubu dan Edward dalam bahaya!" tegas Vasko, dia benar benar larut dalam kemarahan saat ini.


" Hei kalian semua tenang lah duku, jangan membicarakan itu sekarang, masalah siapa pelakunya akan kami bantu menyelesaikan semuanya, jangan khawatir, " ucap Christan.


" Sekarang kalian tenang kan diri, kita menunggu hasil pemeriksaan Dokter !" tambah Christo.


Mereka semua diam dan menurut, yang bisa mereka lakukan saat ini hanyalah menunggu hasil pemeriksaan Diandra dan Edward.


Satu jam telah berlalu sejak Diandra dan Edward masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


Kemudian pintu ruangan operasi Diandra dibuka, tampak dokter kandungan dan dokter lainnya keluar dari dalam ruangan dengan wajah lega.


" Bagaimana istri saya Dok?" tanya David yang langsung menghampiri mereka.


" tenang tuan, Nyonya Diandra dan janinnya sudah dalam keadaan stabil saat ini, ini sebuah keajaiban melihat mereka pasti mengalami benturan keras tetapi Janinnya tidak mengalami masalah sedikit pun," jelas sang dokter.


David tertegun, jantungnya berdegup kencang, dia mengingat bagaimana Istrinya memeluk perutnya sendiri sambil menangis melindungi buah hati mereka.


Air matanya lolos begitu saja," Diandra... kau berhasil sayang, kau menyelamatkan anak kita, hiks hiks terimakasih..." David akhir bisa bernafas lega, dia menangis di depan mereka semua.


Sesaat kemudian pintu ruang operasi Edward dibuka, tampak Aurel Keluar dari dalam ruangan Operasi dan menatap mereka semua dengan wajah lelah.


"Anakku, bagaimana kak?" tanya Otniel penuh harap.


" Dia selamat, dia mengalami benturan keras di kepalanya tapi dengan pengobatan akan membuatnya kembali sehat, tidak ada cedera serius hanya saja kita akan memeriksa keadaan nya secara berkala, " ucap Aurel..


" huhhff... anakku..."


bruk....


Otniel merosot ke atas lantai, dia bisa bernafas kembali dengan baik, hidupnya kembali lagi.


" Maafkan Daddy sayang, Daddy akan membunuh siapa pun yang berani mencelakakan kalian!" batin pria itu sambil mengeraskan rahangnya.


" Otniel mengamuk, bisa habis semua orag yang terlibat dengan kejadian ini!" pikir Joel.


" Dia marah dan David juga sama!" batin Vasko.


" akan ku bunuh siapa pun dirimu!" batin David.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉


__ADS_2