
Permintaan Diandra yang sederhana membaut keempat pria itu bangga dengan Diandra.
Bahkan di supermarket, Diandra selalu mencari barang dengan diskon, alasannya tentu untuk penghematan padahal dia tidak tau seberapa besar kekayaan para pria yang tinggal serumah dengannya itu.
Bahkan identitas asli mereka berempat saja belum terkuak sepenuhnya, rahasia yang mereka simpan masing masing tentang diri mereka masih menjadi misteri.
Diandra berpisah dengan yang lain, dia berjalan kesana kemari mencari buah, sayuran dan lauk yang dia inginkan tentu saja dengan mata elangnya dia mampu menemukan barang dengan diskon besar tetapi kualitasnya tetap bagus.
David dan yang lainnya juga memilih apa saja yang mereka ingin olah tentu tidak berlebihan dan masih dalam taraf normal.
"Kak David!!!" Teriak seseorang dari ujung rak barang.
Mendengar suara melengking itu membuat para pria menoleh ke arah asal suara.
"Joy?" Ucap mereka semua.
"Mampus aku!!" Ucap David yang segera melarikan diri dari Si setan kecil yang tampak menahan amarah, gadis itu berjalan sambil mendengus jesal ke arah David.
Joel, Vasko dan Otniel sudah hapal, jika Joy tampak marah seperti ini artinya David melakukan kesalahan besar beberapa hari sebelumnya.
"Perang dimulai!" Seru ketiganya yang memberi jalan bagi Joy, ya mereka sudah hapal dengan kedua manusia itu, ada saja persebaran mereka.
"Kak Daviiidddd!!!!" Teriak Joy sambil berlari dan mengejar David yang sudah kabur.
"Heheheh maaf Joy, maaf kakak lupa, maaf ya kakak gak ingat kalau kamu nungguin tiga hari lalu," ucap David sambil berlari.
"Ohhhh kakak udah lupa sama Joy ? Gitu ya? Ck.... Joy tungguin sampai sore kakak nggak datang juga ke ... Ekhmm... Joy sampai kelaparan Kak!!!!!" Gerutu Joy dengan wajah marah dan masih mengejar David, namun dia tidak sampai kelepasan bicara.
David berlari terus menerus, " maaf maaf banget kakak beneran lupa, serius!!" Ucap David sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan berlari menghindari kemarahan seorang Joy.
"Gak akan kumaafkan, tau gak gara gara kakak aku kelaparan di pesawat, ahhhh..... Kan sudah ku bilang bawain masakan kakak ipar kenapa gak dibawaaa, kakak juga gak datang,!!!" Gadis itu berteriak kesal dan marah.
"Dasar pembohong!!!" Teriak Joy marah .
David terus berlari menghindari Joy, sedangkan Vasko, Otniel dan Joel asik jadi penonton, jika di rumah genre romansa maka di Mall genre Thriller.
Lain halnya dengan Diandra, wanita itu asik memilih buah buahan segar di penjual buah, matanya tertuju pada buah anggur premium kualitas tingkat tinggi dengan harga selangit.
Diandra tiba tiba ingin memakan buah itu, dia menelan kasar Salivanya saat melihat buah itu dan membandingkan dengan buah anggur biasa yang dipegangnya dengan label diskon 50% sungguh berbeda.
"Ahhh.... Pengen sih tapi, belanjaan dia sudah banyak, harganya pasti mahal " ucap Diandra mengurungkan niatnya untuk membeli buah anggur itu.
__ADS_1
"Kak Dian !" Sapa seseorang.
Mendengar suara itu Dian menoleh dan melihat sosok perempuan dengan rambut bergelombang sebahu, memakai kacamata dengan Hoodie merah muda dan celana pendek.
"Reva? " Ucap Diandra, ya gadis itu adalah orang kepercayaan tuan Brandon, gadis bernama Reva yang baru menginjak usai ke 20 tahun sudah berhasil menyandang gelar S2, kecerdasannya di atas rata-rata dan dia sangat menyukai Diandra.
Reva langsung menghamburkan pelukannya pada wanita di depannya, dia memeluk Diandra dengan erat, Awalnya Dian terkejut, dia perlahan membalas pelukan Reva.
Awalnya biasa saja tiba tiba Diandra melihat bahu gadis itu bergetar, sepertinya dia sedang menangis.
"Hiks hiks hiks.... "Isak tangis Reva terdengar jelas di telinga Diandra.
"Loh Reva kenapa nangis? " Tanya Diandra heran sekaligus terkejut.
"Reva kangen hiks hiks hiks maaf Reva gak bisa bantuin kakak waktu si pria kolot itu mengusir kakak, Reva lagi perjalanan bisnis, hiks hiks hiks, " tangis gadis itu sambil memeluk Dian dengan erat.
Bahunya bergetar hebat, bahkan air matanya sampai membasahi pakaian Diandra.
Diantara semua anggota perusahaan Aniston, Reva adalah gadis yang paling dekat dengan Diandra, tanpa sepengetahuan tuan Brandon dia melindungi Diandra karena Reva tau bagaimana perbuatan nyonya Helen dan Bella pada wanita itu.
Namun karena kesibukannya mengurus perusahaan Aniston, dia tak punya waktu banyak untuk bersama dengan Diandra.
"Hiks hiks hiks.... Maafkan Reva, akhirnya kita bisa ketemu, Reva benar benar kangen sama kakak, " ucapnya dengan manja.
Sungguh Reva benar benar berbeda jika berada di dekat Diandra, dia akan berubah menjadi gadis cengeng yang manja sedangkan di hadapan orang lain dia akan berubah jadi Mak lampir paling menyebalkan bahkan julukannya di kantor adalah penyihir kejam berkedok gadis imut.
"Udah gak apa apa, kamu apa kabar? Sehat kan? Gimana pekerjaan kamu? Semuanya baik baik saja kan?" Tanya Diandra sambil mengusap wajah Reva yang basah karena menangis.
"Semuanya baik kak, kirain kakak akan tanyain keadaan keluarga busuk itu," ucap Reva yang bergelayut manja seperti anak kecil di depan Diandra.
Jujur saja penampilan gadis itu benar benar cupu ketika di luar kantor, dia menguncir dua rambut pendeknya ke atas, memakai kacamata dan Hoodie bukan sebagai Reva si jenius dari Aniston.
"Heh ngapain kakak nanyain mereka, gak penting tau," ucap Diandra.
Sementara itu Joy dan David yang sedari tadi Mein kejar kejaran tiba-tiba berhenti saat melihat Diandra berbicara dengan orang asing.
Vasko, Joel dan Otniel juga melihat ke arah Diandra, mereka tidak tau siapa gadis yang penampilannya seperti anak TK itu yang pasti mereka akan berjaga jaga kalau sampai dia membahayakan Diandra.
"Bentar Joy, itu kakak iparmu ngomong sama anak kecil dari mana?" Tanya David yang mengintip dari balik rak.
"Anak kecil? Siapa itu? Kenapa wajahnya familiar ya kak?" Ucap Joy.
__ADS_1
Pletak...
"Ya mana ku tau dodol makanya aku tanya," ketus David sambil memukul kepala Joy.
"Ishhhh..... Sakit bego!! " Ucap Joy sambil menatap David kesal.
"Heh udah berani ya ngatain kakak bego? Udah berani kamu ya, " ucap David sambil berkancah pinggang.
"Ck.... Kalian berdua tenanglah, kenapa setiap bertemu kalian seperti kucing dan tikus!" Ucap Vasko yang menarik kerah kedua orang itu agar berpisah dan tidak berdebat lagi.
"Halo Joy, Abang tampan disini," sapa Otniel sambil melambaikan tangannya.
"Halo dokter tampan senang bertemu denganmu," balas Joy tak kalah centil dengan Otniel.
"Ck... Ck... Ck... Awas jangan sampai kalian berdua yang berkelahi, ku pites kepala kalian!" Ucap Joel memperingatkan yang di jawab anggukan kepala oleh keduanya.
"Sudah jangan ribut, ayo kita hampiri Dian," ajak David sambil mendorong troli belanja sedangkan yang lain berjalan di belakangnya.
Joy tidak tampak seperti asisten sang tuan Nicholas yang terhormat dia tampak seperti gadis biasa tanpa make up, gadis tomboy dengan kaos oblong rambut pendeknya sedikit acak acakan, dan penampilannya jauh dari dia biasanya sehingga orang orang tak akan sadar kalau dia adalah Joy orang kepercayaan Moto.Tech.
"Sayang," panggil David membuat Diandra dan Reva menoleh.
"Kak, " ucap Diandra dengan senyuman manis.
Reva memandangi mereka satu persatu, mata Reva tertuju pada Vasko pria bertato itu.
"Di... Dia... ," Reva terdiam tampaknya dia menyimpan sesuatu di dalam hatinya.
"Siapa ?" Tanya David.
"Ahhh perkenalkan dia Reva adik kecilku," ucap Diandra.
"Loh nona Reva yang waktu itu kan?" Ucap Joy yang langsung mengenal gadis itu, dia tidak takut kalaupun harus mengungkap identitas nya selama identitas David tetap aman.
.
.
.
Like, vote dan komen 😉😉
__ADS_1