
“Terimakasih sayang, maaf kalau kamu harus di rumah, keadaan sedang tidak stabil,” ucap David sambil melepaskan pelukannya.
“Maksud kamu?”tanya Dian sambil menatap suaminya dengan intens.
“Jujur padaku, atau aku akan cari tau sendiri,” ucap Diandra dengan tegas, feeling wanita itu sangat kuat, mereka semua tak bisa berbohong pada Diandra karena dengan cara apa pun dia akan tau dan lebih baik tidak menutupi jika tak ingin sesuatu terjadi pada Dian.
“Huh.... aku tak bisa bohong padamu,” ucap David, dia menggenggam erat tangan istrinya.
“Ada apa?” tanya Dian dengan lembut.
“Bagaimana aku harus mengatakan ini, ada seseorang yang ingin membunuhmu sayang,” ucap David pelan.
“Apaaaaa !!” pekik Otniel yang ternyata mendengar semua percakapan mereka. Pria itu sampai terperanjat kaget karena ucapan David.
“Otniel, pelankan suaramu,” ucap David.
“Maaf,” jawab dokter muda itu.
Diandra tampak sangat terkejut saat David mengatakan kalau ada yang akan membunuhnya, reflek tangannya memegang perutnya.
“Siapa kak? Dan kenapa mereka ingin membunuhku? Apa salahku?” tanya Diandra yang berusaha untuk tetap tenang karena dia tau, jika dia stress berlebihan akan berpengaruh pada janinnya.
“Alasan sebenarnya aku belum tau sayang, tapi yang pasti kau menjadi sasaran pembunuhan oleh mama tirimu sendiri,” ucap David yang menjelaskan sepelan mungkin agar Diandra tidak syok.
“Ahhh.... ternyata dia yang mengincarku? Huh kupikir tambah lagi,” ucap Diandra.
“Maksudmu tambah lagi?” tanya Otniel.
“Kalau nyonya Helen sudah jelas dia mengincarku kak, hampir setiap hari dia ingin membunuhku dengan memberikan minuman berisi racun yang akan membunuh orang yang meminumnya secara perahan lahan, huhh.... ternyata setelah keluar dari rumah itu pun aku masih jadi sasaran wanita jahat itu,” ucap Diandra.
Mendengar hal itu sontak membuat David dan Otniel benar benar terkejut, ternyata Diandra sudah terancam sejak hidup bersama dengan wanita itu.
“Bagaimana kau tau kalau itu racun?” tanya David.
“Hmmm dari rasanya, aku diajari oleh pelatihku untuk membedakan racun, awalnya kupikir pendidikan itu tidak akan berguna ternyata apa yang dikhawatirkan pelatihku kenyataan, rasa air yang di beri racun itu sedikit manis sehingga terkadang kita tak menyadarinya dan malah meminumnya,” ucap Diandra.
“Aku jadi penasaran dengan pelatihmu, kenapa dia hebat sekali?” ucap Otniel.
“He....em, tante itu memang hebat sekali,” ucap Diandra.
__ADS_1
“Lalu apa kau pernah kecolongan?” tanya david.
“Tidak pernah kak, karena aku jarang minum di rumah, “ ucap Diandra.
“lalu apa yang akan kita lakukan, Diandra dan janinnya akan dalam bahaya David, sebenarnya bukankah sangat mudah kalau hanya untuk menghentikan wanita itu?” ucap Otniel yang belum paham permasalahannya.
“Kita tidak bisa anggap remeh wanita itu, dia termasuk orang yang nekat, dan lagi dia berhubungan dengan Dark Horse, kau tau kan aliansi hitam itu,” ucap David yang membuat Otniel benar benar terkejut.
“Dark Horse? Ba... bagaimana bisa?” ucap Otniel.
“Ya tentu bisa, karena suami pertamanya ayah kandung Bella adalah leader organisasi itu,” jelas David.
Diandra dan Otniel benar benar terkejut dengan semua hal ini, ternyata wanita itu berhubungan dengan aliansi dunia bawah.
“Bagaimana ini kak, aku tidak mau mereka mengusik anak kita, aku tidak mau terjadi apa apa dengan dia,” ucap Diandra sambil mengusap perutnya, dia benar benar khawatir.
David menggenggam tangan istrinya,”tenang, untuk sementara kamu akan tinggal di Indonesia sementara kita akan berpisah,” ucap David.
“aku tidak mau! aku tidak mau jauh darimu, hiks hiks hiks,” Diandra mulai menangis dia tak mau berpisah dari suaminya.
“Hushh sayang, disana akan ada Papi dan Mami, kak Aurel juga, mereka akan menjagamu, aku akan menyelesaikan masalah ini untukmu sayang,” ucap David sambil memegang bahu istrinya.
“Tapi aku tidak mau jauh darimu, aku tidak kenal siapa pun disana, aku pasti akan kesepian huaaaaa.....” tangis wanita itu pun pecah, Otniel juga kasihan dengan Diandra, tetapi dia setuju dengan usul David untuk memindahkan Diandra ke Indonesia.
“ Benar Dian, ini pilihan terbaik agar kamu dan calon bayi kalian selamat, kami tidak ingin terjadi apa apa padamu, kau harus segera dibawa ke Indonesia, lagi pula sepertinya disana menyenangkan, aku belum pernah bertemu keluarga David aku penasaran dengan mereka,” ucap Otniel meyakinkan Diandra.
“Hiks hiks hiks... aku kan bisa melindungi diriku, aku bisa beladiri,” ucap Diandra yang masih bertahan ingin tetap di Jerman.
“Tidak sayang!! aku tidak mengijinkanmu, kau harus ke Indonesia, aku tak mau terjadi apa apa pada dirimu dan anakku!” tegas David.
David kali ini tak mau mengalah pada istrinya, dia akan memindahkan Diandra apa pun yang terjadi jika itu harus memaksa maka dia akan memaksa istrinya.
“Tapi,” ucapan Diandra terpotong.
“Kau harus mengerti Diandra, ini demi kebaikan kita semua, aku akan menyelesaikan semua masalah disini setelah itu kita kembali ke Jerman,” ucap David, kali ini nadanya memaksa dan tidak ingin mendengar bantahan, dia tak membujuk tetapi menegaskan kalau Diandra harus menurut.
“Ba... baiklah,” ucap Diandra yang mendengar nada dingin dari suaminya, seketika membuatnya ingin menangis namun di tahan sekuat mungkin, perasaannya sangat sensitif, namun David melakukan hal yang benar dengan menegaskan kalau Diandra harus tinggal bersama kedua orangtuanya.
“Kapan kita akan berangkat David?” tanya Otniel sambil melirik Diandra yang tampak murung.
__ADS_1
“Malam ini, malam ini juga kita berangkat ke Indonesia, aku akan menghubungi Papi dan Mami, Otniel segera hubungi Joel dan Vasko kita akan berangkat malam ini juga,” ucap David sambil bangkit berdiri.
“Apa secepat itu?” tanya Otniel.
“Apa kau juga mau melawanku?” ucap David dengan nada dingin, sangat jarang dia bersikap seperti itu pada sahabatnya namun kali ini dia harus bisa tegas agar istrinya tidak terancam.
Apalagi David memiliki banyak saingan bisnis, dia tidak tau apa tujuan sebenarnya dari Nyonya Helen sampai mengincar perusahaannya untuk mewujudkan keinginan wanita itu, tak ada yang tau hati manusia.
“Baiklah, akan kulakukan,” ucap Otniel menurut dan langsung keluar dari dalam kamar itu.
Diandra diam saja, begitu juga dengan David, dia sebenarnya berat berpisah walau untuk sementara namun keadaan sedang darurat dan Diandra harus mengerti posisi suaminya.
“Aku akan menyiapkan barang barang kita, kau istirahatlah dahulu, jangan banyak berpikir, maaf kalau aku memaksamu, tapi au tak ingin terjadi apa apa pada orang yang kusayangi,” ucap David memberi pengertian pada istrinya dia meninggalkan Dian disana.
Diandra mengangguk pelan,”aku tak ingin jauh, kenapa masalah seperti ini harus datang, aku benci situasi seperti ini,” batin Diandra sambil menatap suaminya yang tengah berdiri di ruang kerjanya sambil menghubungi seseorang.
Dian mengusap perutnya, air matanya menetes dia tau kalau suaminya khawatir dengan dirinya dan calon bayi mereka. Dia juga sama khawatirnya, seandainya dia tidak hamil Diandra masih bisa dengan leluasa menjaga dirinya, namun kondisinya ada calon bayi yang harus dia lindungi.
“Kita bantu papamu sayang, “ gumam Diandra.
Perlahan Diandra bangkit dari tempat tidurnya, dia memegang tiang infus, berjalan dengan perlahan mendekati suaminya yang tengah berbicara dengan asistennya mengenai kepindahan Diandra ke Indonesia.
Dari raut wajahnya tampak David mulai tidak tenang tinggal di Jerman, terlalu banyak bahaya yang siap kapan pun mengintai istrinya.
Diandra melingkarkan tangannya di pinggang suaminya, dia memeluk David dari belakang, hanya mendengar suara David saja, Diandra tau kalau pria itu sedang panik dan tida bisa tenang.
Dian memeluk David dengan erat sambil menangis, Melihat tangan mungil dengan jarum infus itu melingkar di pinggangnya membuat David menghentikan panggilannya.
“Joy segera siapkan semuanya,” ucap David lalu mematikan ponselnya.
David mengusap lembut tangan mungil istrinya, “Jangan menangis sayang, maaf kalau aku bersikap keras,” ucap David.
Diandra menggelengkan kepalanya ,” Aku mengerti, ini demi keluarga kita, aku akan melindungi anak kita kak, aku akan menjaganya dengan baik,” ucap Diandra.
“Aku percaya itu, karena kamu Diandra, wanita yang kuat,” ucap David sambil memutar tubuhnya dan memeluk istrinya dengan erat.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 😉