Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Ruang Presentasi


__ADS_3

Otniel berjalan dengan langkah gagahnya, namun tiba tiba langkah nya berhenti saat bajunya ditarik oleh seseorang dari belakang.


" Daddy," suara itu sukses membuat Otniel menoleh.


" Loh ada apa nak? " Otniel menatap Putranya yang berdiri dibelakangnya bersama David dan Emily.


" Kenapa Vid?" Tanya Otniel.


" Mereka berdua ingin ikut bersamamu," ucap David.


"hah? Tiba tiba saja? " Tanya Otniel sedikit terkejut dengan apa yang dijelaskan oleh David, jarang jarang anaknya bersikap seperti itu.


"Entah, tapi sepertinya ada yang mengganggu pikiran Edward kau tau kan dia tak pernah seperti ini," ucap David sedikit berbisik.


Otniel paham, dia menatap putra Kecilnya," apa Emily juga?" Tanya Otniel.


David menganggukkan kepalanya," kau tau mereka berdua ini satu paket, bahkan aku sampai heran melihat bagaimana mereka bisa saling mengerti satu sama lain," ucap David.


"Ahhh.. baiklah," ucap Otniel.


" Abang sama Baby Bubu mau lihat Daddy bekerja?" Tanya Otniel pada mereka berdua.


" Mau !!" Seru mereka berdua dengan semangat.


" Hahaha... Baiklah anak anak Daddy ayo kita kerja" seru Otniel.


"Aku akan membawa mereka bersamaku, mungkin mereka tertarik menjadi dokter atau ya untuk memperluas pengetahuan mereka, ini adalah hal yang baik," ucap Otniel.


" Apa kau bisa? Tidak terganggu?"tanya David.


"Tak Apa, aku bisa," ucap Otniel sambil mengambil Emily dari pangkuan David.


" Sebaiknya kau luangkan waktu bersama istrimu, bawa dia jalan jalan atau paling nggak hibur dia, kasihan dia terus mengkhawatirkan dirimu," ucap Otniel.


" Baiklah terimakasih banyak Niel, maaf merepotkan mu soal Emily,"


"Ohh ayolah, dia juga putriku, hahahah... Sudah sana bawa Diandra, hibur dia!" Ucap Otniel.


"Baiklah,"


"anak anak Papa pergi dulu ya, kalain baik baik sama Daddy Niel," ucap David.


"Baik Papa!" Seru kedua bocah itu dengan senyuman sumringah.


David pergi meninggalkan mereka disana bersama Otniel.


"Baiklah anak anak kita pergi bekerja!" Seru Otniel.


Dia menggendong Emily dan menggenggam tangan Edward di sisi yang lain. Sisi kebapakannya benar benar terpancar.


Para pasien dan dokter serta petugas medis yang lain selalu terpana melihat bagaimana Otniel bisa begitu lembut dengan anak anak kecil.


Banyak yang memuji sisi lembut pria berusia 30 tahun itu. Meski dia adalah ornagbyang begitu tegas dan kejam, tetapi di depan anak anak dan keluarganya dia adalah orang yang begitu lembut dan baik.


"Wahh Dokter Otniel benar benar husband material ya, dia benar benar baik pada anak anak,"


"kau benar, ahh seandainya semua pria seperti dokter Otniel dunia ini akan sangat indah,"


"Ehh tapi apa ada yang tau siapa istri dokter itu? Dia kan sudah punya anak?" Bisik yang satu.

__ADS_1


"Entahlah, Dokter Otniel tak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun kecuali keluarga orang orang kaya itu," bisik yang lain.


"Hei apa kalian tidak tau? Rumornya anak dokter Otniel itu adalah anak haram, dia anak hasil perzinahan,"


"apa? Darimana kau dapat informasi itu?"


"Ada orang tanpa nama yang menyebarkan rumor itu di akun resmi rumah sakit,"


"Wahh ini akan jadi gosip paling besar yang pernah tersebar di rumah sakit, tapi apa Dokter Otniel tidak tau?"


"Entah, menurut rumor dia tidak memiliki aku. Yang berhubungan dengan rumah sakit,"


Para petugas medis bergunjing, sementara itu seseorang yang juga berdiri diantara mereka yang tak lain adalah Richard tersenyum tipis mendengar para petugas medis yang bergunjing tentang Otniel.


" Citramu akan semakin buruk hahahaha"batin pria itu sambil menatap Otniel dengan tatapan jahat.


sementara itu di ruangan presentasi, para dokter dan petugas medis yang turut serta dalam operasi Ganda itu sudah berkumpul di dalam ruangan presentasi.


Mereka tampak gusar karena Dokter psiko itu meminta mereka untuk berkumpul disana, alasan mereka tentu saja memiliki alasan yang tepat.


Jika Setelah Operasi dilakukan Dokter Otniel meminta semua yang terlibat untuk berkumpul di ruang presentasi pasti ada sesuatu yang mengganjal dan terjadi kesalahan besar selama prosedur operasi dilakukan.


Mereka semua duduk dengan perasaan tidak tenang menantikan kedatangan Otniel si dokter psikopat.


" Ck... Ini semua karena ulahmu Chelsea!!" Teriak Riko rekannya Chelsea dalam departemen Bedah syaraf.


Mereka yang berada di dalam ruangan itu mulai bergunjing dan berbisik bisik ditentang Chelsea yang terlalu naif dan menerima tawaran dokter Otniel untuk melakukan operas.


Namun Tampak anak didik dokter Otniel, Jerry dan Andre tampak tenang dan duduk dengan diam, mereka tau apa yang dipikirkan oleh ketua mereka.


" Sepertinya dokter Otniel akan marah besar pada beberapa orang hari ini," ucap Andre sambil memberikan penutup telinga pada Jerry.


"Ini semua salahmu Chelsea!" Ucap kepala perawat.


" Ya dokter Chelsea yang terlalu naif, bagaimana kalau terjadi apa apa dengan pasien itu, karir kami bisa hancur!" Ejek perawat yang lain.


Chelsea diam, dia memijit pelipisnya, entah apa yang dia rasakan saat ini, tapi bisa bisanya hal seperti ini malah jadi masalah besar.


"Ahh terserah lah," gumam gadis itu sambil duduk diam dan menunggu.


Drap.. drap.. drap..


Deru langkah kaki beberapa orang terdengar menggema. Mereka semua tiba tiba diam saat mendengar seseorang masuk ke dalam ruangan itu.


Otniel masuk bersama Edward dan Emily yang ada di atas pangkuannya. Semua mata tertuju pada pria itu, mereka bisa melihat sisi lain dari diri Otniel hari ini, benar benar sebuah kesempatan yang langka.


"Apa itu dokter Otniel? Jarang aku melihatnya dari sisi ini, dia benar benar seorang ayah yang lembut,"


" Dokter psiko ini ternyata memiliki sisi lain dari dirinya,"


Mereka berbisik melihat apa yang dilakukan Otniel.


"Ya begitulah ketua departemen kami, dia yang terbaik," gumam Jerry dan Andre.


Meski Otniel terkesan kejam dan jahat, tetapi anak didiknya tau kalau pria itu adalah pria humoris yang baik hati hanya saja belum menunjukkan semua sisinya ke hadapan orang lain.


"anak anak Daddy duduk yang tenang disini ya, Daddy mau menghukum siswa nakal," bisik Otniel kepada Edward dan Emily yang duduk di kursi di bagian pinggir ruangan presentasi itu.


"Baik Daddy!" Jawab mereka dengan cara berbisik juga.

__ADS_1


Otniel mengusap kepala mereka, dia tersenyum lembut lalu melangkah ke depan podium presentasi.


Menatap tajam seluruh dokter danmpetugas medis yang duduk di hadapannya dengan wajah penasaran sekaligus takut dengan apa yang akan terjadi.


Otniel melipat tangannya ke belakang, auranya benar benar menyeramkan saat ini.


"Dokter bedah syaraf berdiri!!" Teriak Otniel yang berhasil membuat mereka terkejut bukan main.


Dokter Chelsea dan Dokter Riko berdiri dengan tubuh gemetar ketakutan. Chelsea menunduk sedangkan Riko menatap kesal ke arah Chelsea.


"Apa kalian tau kesalahan kalian ha?" Tanya Otniel, dia tampak sangat marah.


Chelsea dan Riko hanya bisa diam.


" Maju ke depan!" Ucapnya lagi dengan tegas.


Kedua dokter bedah syaraf itu berjalan mendekati Otniel sambil menunduk ketakutan.


"Ini semua salahmu Chelsea!!!" Geram Riko.


Chelsea diam saja, dia berjalan dan maju ke depan.


Chelsea dan Riko berdiri di depan Otniel. Dokter tampannitu berkancah pinggang di depan mereka, memasang wajah datar.


Bughh....


Pletakkk....


"arrkkkkkhhh... Shhh... "


Otniel menendabg tulang kering Riko dan Menyentil kening Chelsea dengan cukup keras hingga berhasil membuat mereka berdua meringis kesakitan.


" Berdiri tegak!" Ucap pria itu lagi dengan tegas.


Keduanya beridiri sambi menahan rasa sakit di kening dan kaki.


Pletk....


Sekali lagi Otniel menyentil kening Riko dengan sangat keras bahkan berhasil membuat kulitnya memerah dan sedikig lecet.


"Awhhh... Sakit dok," rengek pria itu.


"Kalian adalah dokter Fellow tahun kedua tetapi kerja sama tim kalian sangat buruk!" Ucap Otniel.


"Kau!" Otniel menunjuk Chelsea.


"Kau mudah gugup dan konsentrasi mu mudah buyar, dokter seperti dirimu tak cocok di ruang operasi!" Ucap Otniel dengan tegas.


"Dan kau!" Menunjuk Riko


"Kau tidak cocok sama sekali menggunakan gelar dokter, karena kau hanya bisa menyalahkan rekanmu atas apa yang terjadi, bukannya mencari solusi kau malah menyalahkannya dasar bodoh!" Kesal Otniel.


Mereka berdua terdiam sambil menunduk.


.


.


Like, vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2