Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Ular eh Ulat


__ADS_3

Di sebuah lahan yang cukup luas, tampak seorang wanita dengan kaos putih dan celana kodok berwarna hijau tua dengan topi koboi tak lupa sarung tangan serta sepatu boot hitam melengkapi penampilannya tengah mendorong gerobak berisi benih buah anggur yang akan di tanam hari ini.


Di sana juga ada Joel dan Vasko yang tengah memandu kru yang lainnya untuk bagian lain di lahan pertanian itu. Sebab disana bukan hanya pertanian tetapi juga peternakan sehingga Joel mempunyai anggota sekitar 15 orang dan semuanya adalah laki laki.


Alasannya cukup simple dia butuh pekerja yang punya tenaga besar. Dia sedang melakukan briefing bersama rekan rekannya, sedangkan Dian dia biarkan bekerja sendiri sesuai keinginan wanita itu, Joel tak berharap banyak dengan membawa Dian ke lahan pertaniannya.


Tetapi sepertinya tanggapannya salah, Dian punya tenaga yang besar dan paham bagaimana cara menanam bibit anggur yang ditugaskan untuk dia tanam di lahan yang di tunjuk oleh Joel.


Wanita itu dengan begitu serius menanam bibit anggur itu. Vasko mengamati Diandra dari jauh, tatapan matanya tak bisa diartikan apalagi setelah kejadian saat dia melihat foto milik Diandra.


Mata Vasko tak bisa lepas dari wanita itu sehingga membuat para pekerja juga menatap ke arah Diandra.


“Bos siapa wanita itu? Bukannya bos bilang tidak ingin ada campur tangan wanita disini?” tanya salah satu anak buah Joel yang penasaran dengan sosok gadis cantik di lahan pertanian mereka.


“Jangan bertanya kalau kau sudah tau akibatnya Harem,” ucap Joel dengan nada tegas membuat pria itu terdiam.


Ya Joel adalah pria yang tegas pada bawahannya, meski demikian dia memberikan upah yang sesuai dengan pekerjaan mereka, bahkan bisa dikatakan upah para pekerja itu serupa dengan upah supervisor di perusahaan David.


“Maaf bos,” ucap Harem.


Pukk...


“Biar ku perkenalkan, dia adikku, adiknya si pria sangar itu, kalau kalian berani berani menyentuh atau mengusiknya, sudah tau kan apa yang terjadi pada kalian?” ucap Joel sambil menggerakkan tangannya di depan lehernya mengancam anak buahnya.


Glek


Mereka menelan kasar saliva mereka saat mendengar ancaman pria itu, namun ada seorang pekerja Joel yang tampak mengamat amati Diandra dengan sangat serius.


“Sepertinya wanita itu sangat penting bagi mereka, hmmmm ini akan menjadi informasi yang penting bagi bos, aku mendapatkan titik kelemahan mereka,” batin pria itu sambil terus menerus menatap Diandra.


Joel melirik pria bertubuh kurus kecil itu, jika di bandingkan dnegan pekerja yang lain, Dia memiliki tubuh yang kecil, Joel menerimanya bekerja karena kasihan dnegan kondisi serta mendengar kisa pria itu.

__ADS_1


Namun bukan Joel namanya jika dia tidak teliti mengenai siapa saja orang yang menjadi karyawannya.


Joel melirik pria itu, dia menyunggingkan bibirnya sekilas menatap pria itu dengan tajam lalu mengalihkan perhatiannya pada arah pandang pria kurus itu.


“Cihhh dapat kau bajingan, beraninya kau berkhianat dalam kelompokku,” batin Joel.


Dia sudah menaruh curiga pada pria itu dan kini dia melihat semuanya dengan jelas di matanya, pria itu mengincar Diandra.


“ Baiklah semuanya silahkan bekerja, dan ingat jangan ada satupun dari kalian yang berani mendekat ke arah lahan dimana gadis itu bekerja, jika berani maka habis nyawamu di tanganku,” ucap Joel sambil mengangkat sebuah pisau sabit di tangan kanannya.


“Siap tuan,” jawab mereka serentak.


Mereka semua beranjak menuju pekerjaan mereka masing masing.


Vasko dan Joel melihat Diandra yang begitu serius dengan pekerjaannya, mereka melihat gadis itu tampak seperti sedang menarik sesuatu, hei tunggu? Menarik sesuatu?


Dengan cepat Vasko dan Joel berlari ke arah dimana Diandra berada, “ apa yang dilakukan wanita ini?” pikir Joel dan Vasko saat melihat Diandra seperti sedang menarik sesuatu.


“Dian kau sedang Aahhhhhhhhh...... jauhkan itu aahhhhh.....” Joel tiba tiba berteriak saat melihat benda yang dipegang oleh Diandra, makhluk panjang tanpa tangan dan kaki yang mengeliat di tangan Diandra dengan posisi kepala dan ekornya di genggam dengan erat oleh Diandra.


Wanita itu memegangnya seolah dia tidak apa apa dengan ular itu, bahkan dengan senyuman bahagia dia memegang ular yang panjangnya hampir dua meter itu.


“hahahaha apa kak Joel takut ular?” tanya Diandra pada Joel yang terperanjat kaget.


“Ekhmmm tidak, aku hanya takut, kau benar benar kurang kerjaan Diandra,” ketus Joel sambil mengusap usap dadanya belum lagi dia masih gugup melihat wajah si ular yang tampak pasrah karena di cekik oleh tangan mungil Diandra.


“Heheh aku juga sempat terkejut tadi karena si ijo ini, nah kakak buang gih, taruh jauh jauh,” ucap Diandra sambil menyodorkan ular itu pada Joel.


“Diandra itu berbahaya kenapa kau tangkap sendiri?” omel Vasko.


“ Kalau manggil kalian keburu ularnya kabur kakakku sayang heheh, jadi Dian tangkap sendiri deh,” ucap wanita itu dengan senyuman sumringah.

__ADS_1


“Ck.... ck.... ck.... kalau kau digigit bagaimana hmm?" ucap Vasko tak habis pikir, dia berkancah pinggang menatap sekaligus mengomeli diandra.


“Hahaahah, digigit ya sakit kak hahaha,” kekeh wanita yang memang kerjanya bercanda itu.


“Itu kan beracun, lain kali jangan ambil sendiri, panggil kakak,” ucap Vasko memarahi Diandra namun hanya di balas senyuman manis oleh wanita itu.


Tanpa mereka sadari, Joel memotret mereka diam diam atau lebih tepatnya mengambil selfi wajahnya dengan mereka berdua sedang adu argumen.


Setelah mengambil beberapa foto, Joel mengirimnya pada David dan Otniel entah apa reaksi kedua pria itu nanti saat melihat Diandra seperti salah satu bagian dari penjelajah rimba tengah menangkap ular sebesar itu dengan kedua tangannya sendiri tanpa rasa takut sedikit pun.


Vasko hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Diandra yang seperti anak kecil tengah bermain dengan mainan ular itu.


“Hadeh dasar bocah,” ucap Vasko sambil menepuk pucuk kepala Diandra dengan gemas.


“Berikan padaku akan ku buang,” ucap Vasko.


Diandra memberikan ular hijau itu pada Vasko,” Pergi jauh jauh ya ulat keket hehehe,” wanita itu tertawa dengan sangat manis membuat Vasko ikut tersenyum, seketika dia teringat dengan sosok ibunya, senyuman yang benar benar mirip dengan sosok ibunya.


“Buang gih kak, takutnya orang lain kena gigit,” ucap Diandra yang dianggukkan oleh Vasko.


Vasko berjalan menuju area pinggir hutan yang tepat berada di dekat lahan pertanian milik Joel, dia melemparkan ular itu kesana.


“Jangan datang lagi, jika sekali lagi kulihat kawananmu disini, kupecahkan kepalamu itu,” ucap Vasko menatap tajam ular itu sebelum melempar jauh ke atas hingga hilang di udara, dikira batu kali ya.


Seandainya ular itu bisa bicara, pasti dia sudah berteriak ,” Apa salah dan dosaku wahai manusiaaaaa....”


.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2