Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Melamar Joy (4)


__ADS_3

Amelia tiba tiba ambruk di atas lantai, sontak membuat Pak Putra kaget, hari ini dia banyak dikejutkan dengan berbagai hal entah kejutan apa lagi Yang akan dia dapatkan hari ini.


Pak Putra sepertinya harus menyiapkan stok jantung untuk menjaga agar jantung nya tetap sehat.


"Amelia!" pekik Cindy sambil menopang tubuh anaknya, dia menangis melihat Amelia tiba tiba pingsan.


"Ini semua karena Papa!" kesal Cindy.


"Kok papa sih Ma, salahin Joy, bukan Papa!" ketus Putra.


"Ck... Putra kenapa semakin tua kau malah semakin bodoh!" umpat Sir Justin yang langsung membuat Putra terdiam.


"Cepat bawa dia,Otniel kamu periksa wanita aneh itu!" titah Sir Petra.


"No Pa,dia udah hina adik adikku,aku mana mau menyia-nyiakan bakatku untuk manusia semacam itu!" kesal Otniel.


Gama menatap putranya," Nak bantulah sekali ini saja," ucap Gama.


"Nggak Pa, dia sangat kasar pada Joy dan Diandra, Emangnya dia siapa berani beraninya menghina kedua adikku!" Otniel benar benar kesal saat ini.


"Son, Ayolah jangan lihat dia sebagai musuh, lihat saja dia sebagai pasien!" pinta Sir Petra.


"Benar sayang,kamu bantu ya," ucap Luna.


Otniel menghela nafas kasar"Ck... baiklah baiklah, aku menurut," ucapnya pasrah.


"Pak tua, angkat dia ke kamarnya, aku melakukan ini karena kau bersahabat dengan Papaku dan papanya Adik dan kakakku jika tidak,aku tak akan membantu," ketus Otniel.


"Astaga mulutnya itu benar benar seperti Mama," bisik Christo pada Kembar nya.


"ho..oh... kau benar, benar benar persis," balas Christan.


Luna menatap si kembar dengan tatapan tajam"ngatain Mama ya hmm?"ucap Luna.


Christan dan Christo mengalihkan pandangan mereka.


"Yang, kakaknya Joy aneh," ucap Diandra yang langsung membuat mereka menolah pada ibu hamil yang sudah kembali duduk dengan Benardi atas sofa itu.


"Apanya yang aneh yang?" tanya David.


"Lihat tubuhnya itu aneh seperti... Ekhmm... maaf nih, seperti ibu hamil,"ucap Diandra.


"Wajahnya bengkak, pucat terus bagian dada dan pinggulnya berbeda," ucap Diandra yang bisa melihat dengan jelas perbedaan di tubuh Amelia.


Mendengar hal itu, sontak seluruh keluarga terkejut terutama Joy.


"Ba.. bagaimana kakak tau?" tanya Joy dengan nada syok.


Vasko merangkul kekasihnya yang terlihat terkejut mendengar penuturan Diandra.


"Ya aku tau karena aku udah mengalami nya Joy, dan banyak baca juga, tapi ya itu kan mungkin aja, Amelia udah nikah kan?" tanya wanita itu.


"Belum sayang, dia itu belum menikah," ucap David.

__ADS_1


Diandra terbelalak,"Apa!!" ucap Wanita itu tak percaya.


"kenapa kamu shock begitu dek?" tanya Joel.


"Heh ayolah kalian tida bercanda kan? mana mungkin dia belum menikah, lihat tubuhnya saja kita tau kalau dia...."Dia Dea terdiam sambil menutup mulutnya.


"Sudahlah tak usah dibahas!" ucap Diandra.


Si kembar Tampa menatap Diandra.


"Pantas saja dia diincar oleh Bessara, kecerdasannya mengerikan, dia cepat memahami dan meneliti sesuatu, ketelitiannya itu luar biasa," bisik Christan.


"Hmmm kau benar, Vasko sudah jelas karena dia kuat tinggal Reva yang belum kelihatan," bisik Christo.


"Hmmm aku penasaran dengan gadis itu," ucap Christan.


"Heh aku tau kau pasti akan menyukainya," bisik Christo.


"Ssssttt.... jangan spoiler, itu nanti di kisah lain," bisik Christan yang membuat Christi terkikik.


Sementara itu, di dalam kamar, Otniel sedang memeriksa keadaan Amelia dengan menggunakan peralatan yang dibawanya di dalam mobil, pria ini selalu siap sedia manakala keluarganya butuh bantuan darurat dari tenaga medis.


"Ada apa dengannya!?" ucap Pak Putra dengan nada khawatir, tubuh Amel sudah di bersihkan dari tumpahan alpukat yang disiramkan oleh Edward tadi.


Otniel menatap datar ke arah Pak Putra, " Aku bahkan belum memeriksa nya bagaimana aku bisa tau pak tua!?" ketus Otniel dengan nada kesal.


"Papa tenang dulu, biar dia yang periksa," ucap Cindy.


"Ck... kalau sampai anak kesayangan ku ke...


"Tap....


"Tidak ada penolakan Putra !!" ucapnya sambil menatap tajam mata suaminya, jika dia bertindak lemah terus menerus maka yang menjadi korban adalah kedua putrinya.


Pak Putra diam tak berani berkutik jika Istrinya sudah marah.


"Papa pikirkan kesalahan besar Papa pada Joy dan menantuku, kau bahkan sampai tega memukul anakku hanya karena dia ingin menikah, Papa macam apa kau?" ketus Cindy.


Pak Putra kalah telak, dia diam membisu karena diserang istrinya bertubi tubi.


Sedangkan Otniel yang memeriksa kondisi Amelia tampak terkejut dengan keadaan wanita itu.


Pria itu merasa curiga dengan Amel, dia tampak berjalan masuk ke dalam kamar mandi di dalam ruangan itu.


Otniel menatap kamar mandi yang tampak sedikit berantakan itu, dia atas wastafel dia melihat sebuah pot obat berisi beberapa kapsul.


Pria itu membaca dan melihat apa isi pot obat itu, matanya terbelalak saat menemukan obat penggugur kandungan di dalam pot obat itu. Bagaimana dia bisa tau? dia seorang dokter yang tak perlu diragukan kemampuannya.


Dokter muda itu mengambil kapsul itu," Apa dia memakan ini? bahaya!" gumam Otniel, namun pot obat itu masih tampak baru terlihat dari bagaimana Otniel membuka segelnya tadi.


Mata pria itu tertuju pada tempat sampah, dia memakai sarung tangan karetnya dan mulai mencari sesuatu di dalam tempat sampah itu.


Srekk... srekkk...sreekk

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan nak?" tanya Cindy penasaran sebab Otniel meninggalkan mereka tanpa berbicara apa pun.


"Sebentar Tan, beri Niel waktu untuk berpikir," ucap pria itu.


Cindy paham, Otniel melanjutkan pencariannya hingga..


Trappp...


Dia mendapat sebuah Plano test yang sudah terpakai dan dibungkus di dalam Tisu.


Dia membuka tisu itu dan terdapat tiga Plano test berisi hasil positif hamil.


Otniel terbelalak, namun dia tak mau gegabah dia akan mengatakannya dengan hati hati.


"Dia hamil, apa mereka sudah tau ini?" pikir Otniel.


Otniel keluar dari dalam kamar mandi setelah membungkus obat dan Plano test tersebut.


"Apa yang kau lakukan sebenarnya, kami memintamu memeriksa anakku bukan menggeledah ruangan pribadi seseorang dengan Sembarangan!" bentak Pak Putra.


"Shhhh.... telingaku," gumam Otniel sambil menggaruk-garuk telinganya dengan wajah kesal.


" Kita bicara di depan," ucap Otniel.


"Aku sudah memasang infus dan menyuntikkan vitamin, dia akan membaik dalam beberapa jam," ucap Otniel sambil keluar dari dalam ruangan itu.


Pak Putra dan Cindy mengikuti pria itu hingga mereka sampai di ruang tamu dimana yang lain berada.


Mereka semua menatap kedatangan Otniel dan kedua orangtua Joy.


"Sebaiknya acara di lanjutkan sebelum aku membongkar kejadian ini, jika tidak bisa gagal acara ini," batin Otniel.


"Bagaimana keadaan nya kak?" tanya Joy, tentu saja dia khawatir sebenci apa pun, serusak apapun hubungan nya dengan kakaknya, dia tetap tak bisa membiarkan kakaknya terluka.


"Ummm... baik, nanti akan kujelaskan, dia sedang istirahat, kita lanjutkan saja acaranya!" ucap Otniel dengan santai.


"Heh tapi aku butuh kepastian kondisi anakku, apa yang terjadi kenapa dia pingsan?" kesal Pak Putra.


"Hummm... dia hanya kelelahan dan kekurangan vitamin, dia butuh banyak istirahat dan menghilangkan stress, itu saja, jika anda memang ingin tau detailnya maka tunggu sampai acar ini selesai," ucap Otniel tegas dan tak terbantahkan.


"Sudah pa tenang dulu, kita lanjut acaranya," ucap Cindy.


Mau tidak Mau Pak Putra menurut.


"Apa sebenarnya yang direncanakan Otniel kenapa dia tidak mengungkapkan semuanya?" batin Luna menatap putranya.


"Fotokopi Mamanya," batin Gama seraya melirik Luna dan Gama.


"cara main yang bersih dan aman ya Niel, hahahah aku bangga padamu, ternyata rumor itu benar kalau kau seorang psiko!" batin David dengan senyum tipis di wajahnya.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉


__ADS_2