Suamiku Si Tampan Buruk Rupa

Suamiku Si Tampan Buruk Rupa
Kenyataan


__ADS_3

Di kediaman keluarga besar Park,


"Dia terlalu berani melakukan hal itu pada menantu ku!" teriak Sir Justin yang sudah mendengar kabar tentang apa yang terjadi pada Menantu nya.


Dia dengan cepat langsung datang ke rumah besar Park sebab keluarga Hares memilih tinggal di rumah lain.


" Pa tenang," ucap Alena.


" Aku gak bisa tenang kalau begini, dia harus diberi pelajaran, aku tak bisa membiarkan si bodoh itu terus terusan mengusik anak anakku!" ucap Sir Justin dengan tegas.


" Kita kesana hari ini," ucap Sir Justin.


" Aku akan ikut denganmu, ck... si anak bawang sudah tidak normal lagi," ucap Sir Petra.


" Diandra dan David dimana?" tanya Sir Justin yang tidak melihat anak dan menantunya disana.


" Otniel dan Edward juga tidak disini, kemana mereka?" tanya Sir Petra.


" Diandra mengidam, Pa, mereka semua ikut mencari makan, porsi makan Dian semakin besar," jelas Vasko yang terus menerus menggenggam tangan istrinya.


"Hmmm... disaat seperti ini ada saja hal yang bisa membuat kita senang, Haihh kuharap Diandra dan janinnya sehat," ucap Sir Justin.


" Nak Joy, kamu jangan khawatir kami akan memberi pelajaran pada Papamu itu!" ketus Alena.


" Tapi aku curiga dengan kak Amel Ma, Pa, Om," ucap Joy sambil menatap mereka semua.


" Kenapa sayang?" tanya Vasko.


" Aneh kak, rumah itu aneh sekarang, belum Lagi Mama belum ketemu, aku bingung sebenarnya apa yang terjadi," ucap Joy dengan tatapan khawatir.


"Kamar kak Amel bau amis, tidak biasanya dan kamar itu dikunci, jika aku mendekat ke kamar itu, Papa langsung menghalangi Ku, aku benar benar curiga," ucap Joy.


"Apa ada yang aneh selain itu?" tanya Vasko.


" Tingkah laku Papa, dia selalu keringat dingin dan tampak gugup, bahkan berulang kali menggosok lehernya, benar benar aneh kak," ucap Joy yang mengingat perilaku Papanya di rumah tadi.


" Dan perubahan perilakunya begitu drastis," ucap Joy.


Mereka heran mendengar penjelasan Joy, ada yang aneh dengan rumah Joy saat ini.


" Kalian harus menyelamatkan Amel!" ucap seseorang yang tiba tiba masuk ke dalam rumah itu bersama nyonya Park alias Luna.


Mereka semua menoleh, dan dia adalah Cindy.


" Mama!" teriak Joy sambil berdiri, dia menghampiri Mamanya sambil menghamburkan pelukannya pada sang Mama.

__ADS_1


" Nak," lirih Cindy sambil menatap Joy dengan mata berkaca-kaca.


" Mama kemana aja, Joy dengar dari pengawal yang menjaga Mama kalau Mama pergi, hiks hiks hiks," lirih Joy.


" Mama di tempat yang aman bersama nyonya Park," ucap Cindy.


" Sebaiknya kita bicara disana!" ucap Luna dengan tegas.


Masalah ini kini semakin pelik, ada hal besar yang terjadi di rumah keluarga Joy.


Mereka duduk di ruangan itu bersama sama meski tanpa Diandra dan yang lainnya.


" Ada sesuatu yang harus kubongkar pada kalian, dan kuharap kalian mau membantuku menyelamatkan putriku Amel," ucap Cindy.


Mereka semua dengan serius mendengarkan.


Sebenarnya Pak Putra begitu terobsesi dengan putri pertamanya Sampai Samapi segala sesuatu tentang Amel dia yang urus, bahkan saat kelahiran Joy, Pak Putra yang sudah mengetahui jenis kelamin Joy tidak lagi peduli dengan Joy.


Sejak dilahirkan ke dunia Pak Putra sudah membenci Joy.


Bagi Putra kebahagiaan Amel adalah nomor satu, dia akan mengusahakan segalanya termasuk mengorbankan putri keduanya demi memenuhi semua kebutuhan Amel.


Katakan saja Pak Putra mengalami gangguan jiwa karena batal memiliki anak laki laki yang sangat dia idamkan.


Joy sejak kecil selalu dibawa ke kediaman keluarga Park Bahkan Pak Putra sendiri yang meminta Cindy menitip Joy ke rumah keluarga Park.


Tujuan utamanya adalah agar Joy terciprat uang sehingga uang itu bisa dia ambil dan gunakan untuk keperluan Amel.


Segala sesuatu yang Amel lakukan hari Sempurna, nilai, pertemanan juga harus dipilih, sekolah terbaik padahal kemampuan ekonomis tak sanggup, cara bicara, kebersihan dan segalanya harus sempurna dan Amel melakukan itu semua.


Sebenarnya Amel dan Joy dulu dekat sebagaimana layaknya kakak beradik yang saling menyayangi, meski Pak Putra selalu melarang Amel berdekatan dengan Joy yang disebutnya sebagai pembawa sial.


Obsesi berlebihan Pak Putra semakin hari semakin menjadi jadi, bahkan dia menaburkan kebencian pada Amel agar Amel membenci dan menolak Joy, bahkan meminta wanita itu untuk mendapatkan segala sesuatu yang dimiliki oleh Joy.


Karena obsesinya untuk menjadikan Amel wanita berkelas dan digadang gadang agar bisa menikah dengan salah satu bagian keluarga besar Park Amel justru bagai burung di sangkar emas.


Tekanan psikis dan fisik yang dia terima jika melakukan kesalahan membuatnya memilih jalan yang salah dan melenceng.


Dia gadis baik yang ditanam bibit keburukan oleh Papanya sendiri, menyebarkan kebencian dan iri dengki mengubah Amel jadi orang yang berbeda.


Tanpa Pak Putra ketahui, Amel depresi, namun bersikap baik baik saja di hadapan Pak Putra dan Cindy.


Hingga dia hamil anak orang tanpa tau siapa pemilik janin itu, namun naas janinnya justru gugur karena dia depresi.


Akibat depresi yang mendalam membuat Amel menjadi kehilangan kewarasan nya, dia gila dan menderita skizofrenia.

__ADS_1


Amel selalu berpikir kalau dia masih mengandung anaknya, dan terobsesi dengan pria bahkan masih mengingat Vasko dan David dengan jelas.


Hasutan Papanya yang selalu menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuhnya membuat dirinya menurut saja tanpa tau apa yang terjadi pada dirinya.


Kehilangan kewarasan nya sejak mengalami keguguran yang berarti Sudah hampir sebulan lamanya dia mengalami hal itu.


Di dalam kamar dikurung dan diikat dengan tali agar tidak mengamuk, di beri suntikan penenang serta suntikan halusinogen yang sama yang di berikan pada Joy.


Di hasut untuk mendapatkan banyak uang dan jadi wanita baik dan polos, sebenarnya Pak Putra adalah Papa paling gila dan kejam di dunia.


Menghancurkan kehidupan keluarganya sendiri karena obsesi berlebihan ingin menjadi orang besar tetapi tak sanggup dalam segala hal.


Cindy jelas tau keadaan putrinya namun dia tak bisa melakukan apa apa karena dia bisa mati atau mengalami nasib yang sama dengan Amel.


Satu satunya jalan adalah pergi dari rumah itu. Cindy keluar dari rumahnya dan mencari bantuan Luna, sudah beberapa hari dia tinggal di apartemen milik Luna.


" Jadi Kak Amel mengalami semua itu?" Joy terbelalak, matanya berkaca kaca mendengar semua penjelasan Mamanya, bukan hanya Joy yang terkejut bahkan seluruh anggota keluarga juga turut terkejut mendengar ucapan Cindy.


"iya nak, kakakmu menjadi bahan percobaan Papamu, Maaf Mama baru bilang sekarang, Mama terlalu takut, Mama takut dia juga membuatmu jadi bahan obsesinya hiks hiks," Cindy menangis, dia benar benar takut jika Joy juga mengalami hal yang sama.


Dulu dia begitu bersyukur saat suaminya memintanya membawa Joy ke rumah keluarga Park dan ini lah jawaban atas apa yang dia lakukan waktu itu.


" Kak Amel...." air mata Joy lolos begitu saja ,sangat sakit sebenarnya kehidupan yang dijalani Amel bahkan lebih sakit dari yang dialami oleh Joy.


Vasko memeluk istrinya yang tampaknya terguncang dengan apa yang terjadi.


Tiba tiba...


Ponsel Vasko berdering dan tampak panggilan dari David.


" Sebentar, "


" Ada apa?" tanya Vasko.


"AKU DALAM PERJALANAN MENUJU RUMAH MERTUAMU !! DIANDRA DAN EDWARD HAMPIR MATI!!!" David berteriak dari seberang sana.


Terdengar suaranya benar benar marah .


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2